BAZNAS RI Gandeng Media Perkuat Zakat untuk Pembangunan Nasional

By Revolusioner 05 Feb 2026, 11:32:50 WIB Nasional
BAZNAS RI Gandeng Media Perkuat Zakat untuk Pembangunan Nasional

Keterangan Gambar : Foto: Dok. www.baznas.go.id


Upaya memperkuat peran zakat dalam pembangunan nasional terus dilakukan BAZNAS RI dengan menggandeng insan media. Melalui forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, BAZNAS membuka ruang diskusi bersama pimpinan redaksi dan praktisi media untuk menyatukan perspektif mengenai zakat sebagai instrumen sosial-ekonomi yang berdampak luas. Kegiatan ini digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026), sebagai wadah pertukaran gagasan dalam membangun komunikasi publik yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Forum Z-Talk menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, publik figur Fairuz A. Rafiq, serta wartawan media nasional dan kalangan mahasiswa.

Dalam paparannya, Dr. Rizaludin menjelaskan bahwa strategi penghimpunan zakat BAZNAS RI saat ini difokuskan pada perluasan akses dan penguatan layanan. BAZNAS telah memanfaatkan lebih dari 120 kanal digital, bekerja sama dengan puluhan lembaga perbankan, serta membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai komunitas, platform digital, dan institusi pendidikan. Pendekatan tersebut dinilai berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat, dengan tingkat retensi donatur yang kembali aktif mencapai sekitar 60 persen dalam dua tahun terakhir.

Baca Lainnya :

Sementara itu, Saidah Sakwan menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya penghimpunan, tetapi juga dari dampak penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ia menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia yang mencapai sekitar 25,4 juta jiwa, khususnya pada kelompok miskin ekstrem. Menurutnya, seluruh program BAZNAS diarahkan untuk mendorong mustahik keluar dari kondisi rentan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.

Dari sisi media, Amir Sodikin menilai zakat memiliki peran strategis dalam sistem ekonomi modern sebagai mekanisme distribusi kekayaan yang dapat menekan ketimpangan sosial dan menyalurkan likuiditas langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Pandangan senada disampaikan Andi Muhyiddin, yang menegaskan zakat sebagai kekuatan sosial dan sistem distribusi keadilan, sekaligus instrumen penguatan ekonomi umat dan pilar ketahanan sosial nasional. Melalui forum Z-Talk ini, BAZNAS RI dan insan media sepakat memperkuat kolaborasi dalam membangun narasi zakat yang relevan, inklusif, dan berorientasi pada dampak pembangunan nasional.

Kontributor: Sarah Aulia Rahmah

Editor: MAS

Sumber: www.baznas.go.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment