Doa Ayah
Doa Ayah
Jakarta Barat tidak pernah tidur, ia hanya pingsan sebentar oleh polusi dan kelelahan, sebelum mendadak terbangun oleh raungan klakson truk kontainer.Di teras sebuah minimarket di kawasan Grogol Petamburan—di bawah . . .
Di tengah kota Jakarta yang selalu berlari mengejar waktu, ada sebuah gang kecil yang jarang disebut dalam peta. Gang itu tidak memiliki gedung tinggi, tidak memiliki lampu gemerlap, dan tidak pernah menjadi latar dalam . . .
Episode 1: Liburan yang Tak Sepenuhnya LiburJakarta pada masa libur sekolah tidak pernah benar-benar tidur. Gedung-gedungnya berdiri seperti raksasa kaca, jalanannya bernapas dengan bunyi klakson, dan layar-layar ponsel . . .
Di sebuah permukiman kumuh di pinggiran Jakarta yang ramai dengan hiruk-pikuk kendaraan dan aroma asap knalpot yang menyesakkan, berdiri Masjid Al-Hidayah yang sederhana namun menjadi pusat kehidupan spiritual . . .
Terik matahari siang itu menyelimuti halaman balai desa yang dipenuhi kesibukan. Sejumlah relawan tampak sibuk menata paket-paket sembako, memanggul kardus berisi beras, minyak goreng, mi instan, dan kebutuhan pokok . . .
Debu. Itu yang pertama kali dirasakan Zahra saat membuka mata di tenda berpalang biru itu. Debu di langit-langit terpal, debu di lantai tanah, debu dalam ingatannya yang mengaburkan wajah suami dan kedua anak lelakinya. . . .
Langit mulai berwarna jingga saat mobil tua yang ditumpangi lima orang pemudik itu berhenti total di tengah hamparan sawah yang luas. Mereka awalnya hanya mengeluh macet panjang yang tak kunjung bergerak, tapi tak ada . . .
Di dunia yang gemar memisahkan orang-orang tanpa aba-aba, pertemuan kembali sering kali terasa seperti lelucon yang ditunda. Dan lelucon, sebagaimana kita tahu, akan selalu menemukan cara untuk meledak di saat yang . . .
Langit Sulawesi pagi itu masih menyimpan sisa kabut tipis ketika Kai menurunkan beberapa kardus berisi alat kebersihan dari mobil bak terbuka. Di halaman masjid tua yang berdiri di tepi kampung itu, para relawan . . .
Rahmat menatap kalender dinding dengan kacamata yang agak turun dari batang hidungnya. Tanggal-tanggal di bulan Ramadan itu terlihat seperti sedang berbaris rapi, menunggu seseorang untuk bergerak. Dan seseorang itu, . . .