- IZI dan DKM Nurul Iman Salurkan Sembako Fidyah
- BAZNAS RI dan Artajasa Gelar Bazar Amal untuk Warga Prasejahtera
- IZI Kolaborasi dengan Bank Panin Dubai Syariah
- IZI Gelar Tarhib Ramadan di Cianjur
- Z-Talk BAZNAS RI Dorong “Zakat Menguatkan Indonesia”
- Ramadan 2026, BAZNAS Bidik Rp515 M
- BAZNAS RI Luncurkan 29 Program Ramadan
- BAZNAS RI Gandeng Media Perkuat Zakat untuk Pembangunan Nasional
- Ramadan Optimalkan Manfaat Zakat untuk Mustahik
- Tokoh Media: Zakat Instrumen Strategis Cegah Ketimpangan Sosial
UIN Jakarta Bantu Korban Bencana Sumatra

Keterangan Gambar : Foto: Dok. www.uinjkt.ac.id
Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak
bencana alam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan
bagi warga di sejumlah wilayah Sumatera. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan
melalui Social Trust Fund (STF) selaku lembaga kemanusiaan UIN Jakarta, dengan
melibatkan tiga perguruan tinggi keagamaan negeri mitra, yaitu IAIN Takengon
(Aceh Tengah), IAIN Mandailing Natal (Sumatera Utara), serta UIN Sjech M.
Djamil Djambek Bukittinggi (Sumatera Barat).
Bantuan disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan
kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah terdampak. Jenis
bantuan yang diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana,
perlengkapan pendidikan, alat-alat kebersihan, hingga pendampingan psikososial
bagi anak-anak korban bencana.
Penyaluran Bantuan di Aceh Tengah
Baca Lainnya :
- Akademizi Dampingi Audit Syariah untuk LAZ Ulil Albab0
- BAZNAS Luncurkan 29 Program Ramadan 0
- BAZNAS dan Media Kolaborasi Perkuat Literasi Zakat0
- Tagline Ramadan BAZNAS RI “Zakat Menguatkan Indonesia”0
- Persis Peduli Evakuasi Korban Longsor Cisarua0
Di Kabupaten Aceh Tengah, bantuan disalurkan kepada warga
yang terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah
kabupaten tersebut. Dari 14 kecamatan yang ada, sebagian besar mengalami dampak
cukup serius, baik terhadap permukiman warga maupun akses transportasi.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Minggu (25/01/26).
Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL,
menyampaikan bahwa bantuan dari UIN Jakarta sangat berarti bagi masyarakat yang
hingga kini masih berada dalam kondisi darurat. Bantuan yang diterima mencakup
beras, minyak goreng, kebutuhan pokok lainnya, pakaian layak pakai,
perlengkapan kebersihan pascabanjir, peralatan memasak, serta sekitar 300
kaleng rendang sebagai makanan siap saji. Selain itu, terdapat pula bantuan
dana sekitar Rp40 juta yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan logistik darurat
dan dikemas dalam bentuk paket bantuan.
Distribusi bantuan dilakukan ke tujuh titik di lima
kecamatan, termasuk wilayah yang berjarak hingga 70 kilometer dari pusat kota
dengan akses yang cukup menantang. Proses penyaluran melibatkan pimpinan, staf,
dan mahasiswa IAIN Takengon yang turun langsung ke lapangan. Di beberapa
lokasi, tim harus melewati medan sulit dan menyeberang dengan perlengkapan
pengaman agar bantuan dapat sampai kepada warga.
Prof. Ridwan menambahkan bahwa keterbatasan akses terhadap
pangan dan kebutuhan dasar masih dirasakan masyarakat pascabencana. Antusiasme
serta rasa haru terlihat dari warga saat bantuan tiba di lokasi pengungsian
maupun permukiman sementara.
Penyaluran Bantuan di Tapanuli Tengah
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bantuan
kemanusiaan disalurkan melalui IAIN Mandailing Natal kepada warga terdampak
banjir di Desa Sipange dan Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, pada Jumat
(9/01/26).
Bantuan yang diberikan berupa 200 paket sembako, 200 paket
perlengkapan mandi, serta 55 tas sekolah. Penyaluran dilakukan oleh tim
gabungan yang terdiri dari pimpinan IAIN Mandailing Natal, dosen, tenaga
kependidikan, mahasiswa, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Ketua STAIN Mandailing Natal, Prof. Dr. Sumper Mulia
Harahap, M.Ag, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan, terutama
bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan anak-anak yang tetap harus
melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan. Menurutnya, sebagian masyarakat
masih tinggal di pengungsian akibat kerusakan rumah yang cukup parah, sementara
anak-anak tetap dituntut untuk bersekolah. Oleh karena itu, bantuan sembako dan
perlengkapan sekolah menjadi sangat berarti dalam mendukung keberlangsungan
pendidikan pascabencana.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini warga Desa Sipange
masih menempati lokasi pengungsian karena belum tersedia hunian sementara.
Sementara itu, warga Desa Hutanabolon mulai kembali ke rumah masing-masing
meski masih menghadapi kendala berupa endapan lumpur tebal di lingkungan
permukiman. Masyarakat setempat berharap adanya bantuan lanjutan, terutama
berupa alat kebersihan, peralatan memasak, serta dukungan alat berat untuk
mempercepat pemulihan lingkungan.
Penyaluran Bantuan di Kabupaten Agam
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bantuan dari UIN Jakarta
disalurkan melalui UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan fokus tidak
hanya pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pada pemulihan kondisi
psikologis anak-anak korban bencana galodo.
Bantuan dana sebesar Rp20 juta digunakan untuk pengadaan
perlengkapan serta pelaksanaan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Nagari
Toboh Malalak dan Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Kegiatan trauma
healing dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Toboh Malalak
dan pada 22 Januari 2026 di SD Kayu Pasak Salareh Aia.
Program tersebut dilaksanakan oleh Tim LP2M UIN Sjech M.
Djamil Djambek Bukittinggi bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan
dan Konseling sebagai upaya membantu anak-anak memulihkan rasa aman dan
mengurangi trauma pascabencana.
Ketua LP2M UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr.
Muhiddinur Kamal, M.Pd, mengungkapkan bahwa kondisi psikologis masyarakat,
khususnya anak-anak, sangat memprihatinkan. Ia menjelaskan bahwa banyak anak
mengalami trauma mendalam dan menunjukkan ketakutan saat cuaca mulai mendung
atau turun hujan ringan. Melalui kegiatan trauma healing, pihaknya berupaya
membantu anak-anak kembali merasa aman dan berani menjalani aktivitas
sehari-hari, termasuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Selain pendampingan psikososial, tim juga menyalurkan
bantuan sembako serta menyoroti kebutuhan mendesak akan perlengkapan sekolah,
mengingat banyak anak kehilangan alat belajar akibat bencana, sementara proses
pendidikan harus tetap berjalan.

1.png)







.jpg)
.png)
.png)