- Mustahik Jambi Mandiri Berkat ZChicken
- Pemerintah Dorong Optimalisasi Filantropi
- Malaysia Luncurkan MyANGKASA Plus
- Kemenag Kampanyekan Green Waqf
- Beasiswa Dokter LPDP Buka November
- Keluarga Jurnalis Hilang Dibantu Baznas
- Baznas Raih Most Reputable Award
- Faedah Sedekah, Rezeki Tiba Tak Terduga
- Pemerintah Rilis Sukuk Wakaf Retail
- Sulbar Bagikan Beasiswa ke 2.006 Siswa
Wakaf Masjid Istiqlal, Pertama Masuk BEI

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kemenag.go.id
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Istiqlal menjadi masjid pertama yang masuk ke ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf tunai secara produktif. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
"Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal. Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat," ujar Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta, dikutip Ahad (9/8/2026).
Nasaruddin menjelaskan bahwa dana tersebut tidak ditempatkan dengan skema deposito, melainkan dikelola sebagai wakaf produktif. Sebagian keuntungan dari pengelolaan investasi tersebut kemudian dikembalikan kepada umat melalui berbagai program yang dijalankan Masjid Istiqlal.
Baca Lainnya :
- Inovasi IPB, Tanah Wakaf Jadi Agribisnis0
- HUT Jakarta, Kemenag Bidik Wakaf Rp500 M0
- Muhammadiyah Terima Wakaf Pesantren 0
- Jadikan Masjid Sentra Wakaf Hijau 0
- IPB Kembangkan Wakaf Produktif Pertanian 0
"Kita tidak menggunakan istilah deposito, tetapi wakaf produktif. Sebagian keuntungan dari saham itu dikembalikan kepada umat melalui berbagai program Masjid Istiqlal. Inilah yang kami paralelkan dengan Bursa Efek," jelas dia.
Menurut Nasaruddin, pengembangan wakaf produktif tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Istiqlal Global Fund yang dikembangkan sebagai pusat kegiatan bisnis dan pemberdayaan pengusaha Muslim.
"Istiqlal Global Fund menjadi semacam business center dan memberikan pelatihan kepada pengusaha-pengusaha muslim, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah," tegas dia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi wakaf agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui pengelolaan wakaf produktif, keuntungan yang diperoleh dapat disalurkan kembali untuk mendukung berbagai program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi umat di lingkungan Masjid Istiqlal.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.bloombergtechnoz.com











.png)
.png)