Peran Media Perkuat Narasi dan Literasi Zakat

By Revolusioner 05 Feb 2026, 11:16:29 WIB Nasional
Peran Media Perkuat Narasi dan Literasi Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. www.baznas.go.id


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi publik sekaligus membangun pemahaman zakat sebagai bagian dari arsitektur pembangunan nasional, bukan sekadar aktivitas filantropi. Penegasan ini disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Z-Talk merupakan agenda dialog tatap muka antara pimpinan BAZNAS RI dan para praktisi serta pimpinan media massa. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS dan insan pers, sekaligus mendorong motivasi serta produktivitas kerja. Acara tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, publik figur Fairuz A. Rafiq, wartawan media nasional, serta mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Rizaludin Kurniawan menjelaskan bahwa strategi penghimpunan zakat BAZNAS diperkuat melalui komunikasi yang masif dan berkelanjutan, serta perluasan kanal pembayaran. Saat ini, BAZNAS telah bekerja sama dengan lebih dari 120 kanal digital, puluhan lembaga perbankan, dan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai komunitas, platform, serta institusi pendidikan. Upaya perbaikan layanan dan komunikasi tersebut berdampak pada meningkatnya retensi donatur hingga sekitar 60 persen dalam dua tahun terakhir.

Baca Lainnya :

Sementara itu, Saidah Sakwan menekankan bahwa optimalisasi penghimpunan zakat harus dibarengi dengan penyaluran ZIS yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan jumlah penduduk miskin sekitar 25,4 juta jiwa, terutama pada kelompok miskin ekstrem. Oleh karena itu, seluruh program BAZNAS diarahkan agar mustahik dapat keluar dari kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menilai zakat memiliki posisi penting dalam sistem ekonomi modern sebagai instrumen distribusi kekayaan yang mampu menekan ketimpangan sosial dan memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi mekanisme ekonomi aktif yang mengalirkan likuiditas langsung kepada masyarakat bawah tanpa menunggu efek tetesan ke bawah (trickle down effect). Ia juga menegaskan pentingnya peran media dalam membangun narasi zakat sebagai solusi pembangunan sosial-ekonomi yang terukur.

Senada dengan itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan bahwa media dan lembaga filantropi sama-sama bertumpu pada kepercayaan publik. Ia menilai zakat memiliki potensi besar sebagai sistem distribusi keadilan, penguat ekonomi umat, dan pilar ketahanan sosial. Melalui forum Z-Talk, BAZNAS RI dan insan media sepakat memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional demi Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan.

Kontributor:  Ghumaida Tsuraya

Editor: MAS

Sumber: www.baznas.go.id 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment