- Yuliani, Peternak Inspirasi Perempuan Mandiri
- Mahasiswa Jepara Mandiri Berkat ZCoffee
- Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban
- UIN Palu Terima 2.172 Beasiswa
- PCNU Indramayu Dapat Sertifikat Wakaf
- Wakaf, Solusi Kebencanaan Global
- Ponpes Terbakar, Kantor Zakat Hangus
- Kawal Zakat, Digitalisasi Digenjot
- Bansos Tak Ditentukan Kepala Daerah
- Kemendagri Perkuat Data Tunggal Sosial
Ponpes Terbakar, Kantor Zakat Hangus

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Regional.inews.id
Musibah kebakaran melanda Pondok Pesantren Hidayatullah yang berada di kawasan Pasar Baru, Mamuju, Sulbar, pada Minggu (19/4/2026) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan lima ruang kelas serta satu ruang pengelolaan zakat ludes terbakar.
Api dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang serta banyaknya material bangunan yang mudah terbakar. Kondisi ini memicu kepanikan warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di area dengan aktivitas yang cukup padat.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu ruangan sebagai pemicu munculnya api.
Baca Lainnya :
- Zakat Rp 1 M Berdayakan Dhuafa Gorontalo0
- Seleksi Capim BAZNAS Makassar Diserbu Pendaftar0
- RZ Latih Mustahik Skill Menjahit 0
- Lazisnu Distribusi Zakat ke Mustahik di Jatim0
- JPZIS Mushala Nurul Hidayah Salurkan ZIS untuk Warga Bogor0
Tidak hanya bangunan utama, kobaran api juga menghanguskan pos keamanan serta seluruh perabotan di lima ruang kelas tersebut. Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sebanyak empat unit armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju dikerahkan untuk memadamkan api. Selain itu, aparat kepolisian turut membantu dengan menurunkan satu unit mobil water cannon guna mempercepat proses pemadaman.
Petugas pemadam bersama personel TNI-Polri dan warga setempat bekerja sama memadamkan api agar tidak merembet ke kawasan Pasar Baru yang berdekatan. Meski demikian, proses pemadaman sempat mengalami kendala teknis di lapangan.
Komandan Tim Damkar Mamuju, Sulaiman, pada Senin (20/4/2026) menjelaskan bahwa hambatan terjadi karena aliran listrik di lokasi belum segera diputus, sehingga petugas harus berhati-hati saat melakukan penyemprotan air.
Setelah upaya pemadaman selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kegiatan belajar mengajar sedang libur.
Saat ini, aparat telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.regional.inews.id








.jpg)
.png)
.png)