- Baznas Siapkan Kurban untuk Palestina
- Yuliani, Peternak Inspirasi Perempuan Mandiri
- Mahasiswa Jepara Mandiri Berkat ZCoffee
- Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban
- UIN Palu Terima 2.172 Beasiswa
- PCNU Indramayu Dapat Sertifikat Wakaf
- Wakaf, Solusi Kebencanaan Global
- Ponpes Terbakar, Kantor Zakat Hangus
- Kawal Zakat, Digitalisasi Digenjot
- Bansos Tak Ditentukan Kepala Daerah
Yuliani, Peternak Inspirasi Perempuan Mandiri

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Adalah Yuliani (57), warga Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang menjadi potret ketangguhan perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga. Melalui sektor peternakan, ia berjuang seorang diri untuk menghidupi keluarga sekaligus menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi.
Perjalanan hidup Yuliani tidaklah mudah. Pada 2001 hingga 2010, ia bekerja sebagai pengepul rongsokan sebelum akhirnya harus berhenti demi merawat suami yang sakit. Kondisi ekonomi keluarga pun sempat terpuruk. Namun, demi memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan, Yuliani mengambil keputusan besar dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan selama enam tahun.
Sepulang dari luar negeri, Yuliani memulai usaha peternakan dengan 20 ekor kambing sebagai langkah awal membangun kembali perekonomian keluarga. Ia bahkan memilih tinggal di sekitar kandang ternaknya untuk fokus mengembangkan usaha. Baginya, dunia peternakan bukan hal baru karena sejak kecil telah akrab dengan aktivitas bertani dan beternak.
Baca Lainnya :
- Pesepeda Tebar Takjil di Sudirman0
- Baznas Lombok Timur Apresiasi Para Muzaki 0
- Sultan Deli XIV Jadi Duta Zakat dan Wakaf0
- JNE Berbagi Donasi untuk Yayasan Kanker Anak0
- BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat0
Kini, kerja kerasnya membuahkan hasil. Salah satu anaknya berhasil meraih gelar sarjana Manajemen Kehutanan dengan kompetensi Jaminan Mutu Pangan. Yuliani berharap, ilmu yang dimiliki sang anak dapat dilanjutkan dengan mengembangkan usaha peternakan keluarga, sehingga dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Perjalanan usaha Yuliani tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi tantangan berat ketika ternaknya terserang penyakit parasit darah, bahkan sempat diragukan oleh lingkungan sekitar. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Yuliani memilih untuk bertahan, terus belajar, dan memperbaiki cara perawatan ternak hingga usahanya perlahan bangkit dan menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi keluarga.









.jpg)
.png)
.png)