Yuliani, Peternak Inspirasi Perempuan Mandiri

By Revolusioner 21 Apr 2026, 10:31:08 WIB Muzaki
Yuliani, Peternak Inspirasi Perempuan Mandiri

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Adalah Yuliani (57), warga Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang menjadi potret ketangguhan perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga. Melalui sektor peternakan, ia berjuang seorang diri untuk menghidupi keluarga sekaligus menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Perjalanan hidup Yuliani tidaklah mudah. Pada 2001 hingga 2010, ia bekerja sebagai pengepul rongsokan sebelum akhirnya harus berhenti demi merawat suami yang sakit. Kondisi ekonomi keluarga pun sempat terpuruk. Namun, demi memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan, Yuliani mengambil keputusan besar dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan selama enam tahun.

Sepulang dari luar negeri, Yuliani memulai usaha peternakan dengan 20 ekor kambing sebagai langkah awal membangun kembali perekonomian keluarga. Ia bahkan memilih tinggal di sekitar kandang ternaknya untuk fokus mengembangkan usaha. Baginya, dunia peternakan bukan hal baru karena sejak kecil telah akrab dengan aktivitas bertani dan beternak.

Baca Lainnya :

Kini, kerja kerasnya membuahkan hasil. Salah satu anaknya berhasil meraih gelar sarjana Manajemen Kehutanan dengan kompetensi Jaminan Mutu Pangan. Yuliani berharap, ilmu yang dimiliki sang anak dapat dilanjutkan dengan mengembangkan usaha peternakan keluarga, sehingga dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Perjalanan usaha Yuliani tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi tantangan berat ketika ternaknya terserang penyakit parasit darah, bahkan sempat diragukan oleh lingkungan sekitar. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Yuliani memilih untuk bertahan, terus belajar, dan memperbaiki cara perawatan ternak hingga usahanya perlahan bangkit dan menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi keluarga.

“Mungkin ini anugerah. Apa yang bisa saya lakukan, ya saya lakukan. Saya sudah tidak melihat umur. Saya optimis saja menjalaninya,” ujarnya.

Ke depan, Yuliani berharap anak-anaknya dapat melanjutkan usaha peternakan yang telah ia bangun. Ia juga memiliki keinginan untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat sekitar agar semakin banyak warga yang mampu mandiri secara ekonomi melalui sektor peternakan.

Sejak bergabung dan bermitra dengan Dompet Dhuafa Cabang Lampung pada 2024, usaha peternakan Yuliani terus menunjukkan perkembangan positif. Pendapatan yang semakin stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, ia juga merasa bangga karena ternak yang dirawatnya dapat menjadi hewan kurban yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Pendamping program DD Farm, Rios, menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten memastikan mitra peternak yang terlibat memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen yang baik. Hal ini penting untuk menjaga kualitas hewan kurban, mengingat Dompet Dhuafa menerapkan standar Quality Control (QC) yang ketat sebelum hewan dinyatakan layak untuk didistribusikan.

Awalnya, Yuliani hanya bermitra sebagai penyuplai pakan ternak. Namun, melihat konsistensi, ketekunan, serta cara Yuliani merawat ternaknya, Dompet Dhuafa Lampung kemudian memberikan kepercayaan yang lebih besar dalam pengelolaan program.

“Bu Yuli itu awalnya hanya bantu suplai pakan. Tapi kami melihat langsung bagaimana cara beliau merawat ternak, kedisiplinannya, dan komitmennya. Dari situ kami percaya, dan sekarang beliau ikut terlibat dalam pengelolaan Tebar Hewan Kurban bersama kami,” ujar Rios, pendamping program DD Farm.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan Yuliani tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarganya, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas melalui program kemanusiaan. Peran aktifnya dalam program Tebar Hewan Kurban turut mendukung penyediaan hewan kurban yang berkualitas dan tepat sasaran.

Bagi Yuliani, kemandirian adalah hal yang penting, terutama bagi perempuan. Ia meyakini bahwa perempuan perlu memiliki kemampuan untuk berdaya dan mandiri secara ekonomi tanpa mengabaikan peran dalam keluarga. “Perempuan tidak cukup hanya bergantung. Kita tidak tahu sampai kapan bisa bergantung pada suami. Perempuan harus bisa berdaya, bisa mencari nafkah tanpa mengabaikan keluarga,” ungkapnya.

Bagi Yuliani, setiap hewan yang dirawat bukan sekadar bagian dari usaha, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Ia meyakini bahwa dari ternak yang dipelihara dengan baik, akan lahir keberkahan yang bisa dirasakan oleh banyak orang, khususnya melalui program kurban.

Di lingkungan sekitarnya, Yuliani tidak hanya dikenal sebagai peternak, tetapi juga sebagai sosok inspiratif. Ketekunan dan perjuangannya menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu menjalankan peran ganda—mengurus keluarga sekaligus membangun kemandirian ekonomi—tanpa harus bergantung sepenuhnya pada orang lain.

Kontributor: Nadhifa Maulida

Editor: MAS

Sumber: www.dompetdhuafa.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment