- Baznas Siapkan Kurban untuk Palestina
- Yuliani, Peternak Inspirasi Perempuan Mandiri
- Mahasiswa Jepara Mandiri Berkat ZCoffee
- Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban
- UIN Palu Terima 2.172 Beasiswa
- PCNU Indramayu Dapat Sertifikat Wakaf
- Wakaf, Solusi Kebencanaan Global
- Ponpes Terbakar, Kantor Zakat Hangus
- Kawal Zakat, Digitalisasi Digenjot
- Bansos Tak Ditentukan Kepala Daerah
Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Suasana penuh kebaikan mulai menyelimuti kita menjelang perayaan Idul Adha yang suci. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, pernahkah kita menyempatkan diri untuk merenungkan makna mendalam di balik ibadah Qurban? Ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat abadi akan kisah heroik Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, yang rela berkorban demi ketaatan total kepada Sang Pencipta. Kisah itu membawa kita kembali ke akar syariat, bahkan hingga ke peristiwa putra Nabi Adam AS yang mengajarkan hikmah awal tentang qurban sebagai bentuk ketakwaan.
Di era modern ini, di mana kesibukan sehari-hari sering menyita waktu kita, persiapan ibadah Qurban justru menjadi momen untuk menunjukkan totalitas kita sebagai hamba. Hikmahnya begitu luas, tidak hanya bagi umat Islam tapi juga seluruh umat manusia: melatih rasa syukur, berbagi rezeki, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, salah satu langkah krusial yang tak boleh diremehkan adalah pemilihan hewan qurban. Bukan asal beli dan sembelih, tapi sebuah proses penuh penghormatan terhadap perintah Ilahi. Kita diperintahkan untuk memilih hewan yang prima, sehat sempurna, dan bebas cacat sebagai wujud ikhlas taqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya.
Yuk, kita kupas tuntas satu per satu kriteria hewan qurban yang sah dan utama berdasarkan panduan syariat Islam yang jelas dari Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman ulama. Dengan memahami ini, ibadah kita akan lebih khusyuk dan insya Allah diterima di sisi Allah.
Baca Lainnya :
- Ibadah Kurban: Bukan Sekadar Menyembelih0
- Persis Luncurkan Qurban Super Barokah 0
- DD Salurkan Kurban ke Wilayah Bencana0
- Aceh Siapkan 24 Sapi Kurban Presiden 0
- Gubernur Andi Hibah Rp800 Juta ke PWNU Sulsel0
1. Jenis Hewan yang Tepat dan Usia yang Sudah Cukup Matang
Syariat telah menetapkan dengan tegas jenis hewan yang boleh dijadikan qurban, yaitu dari golongan al An'am: unta, sapi atau kerbau, serta kambing atau domba. Namun, bukan berarti semua hewan dari jenis ini langsung layak qurban usia menjadi syarat mutlak agar kurban diterima. Rasulullah SAW memberikan petunjuk praktis dalam hadits shahihnya, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah (hewan yang sudah poel atau ganti gigi). Kecuali jika hal itu sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadz'ah (domba berumur enam bulan hingga satu tahun).”
Hadits ini menjadi pegangan utama. Berikut rincian usia minimal yang wajib dipatuhi untuk memastikan hewan sudah matang secara biologis dan siap berkorban:
- Unta: Harus minimal 5 tahun, di mana tanda kematangannya terlihat dari gigi seri depan yang sudah tanggal dan diganti yang permanen.
- Sapi atau Kerbau: Cukup berusia 2 tahun, biasanya sudah terlihat dari ukuran tubuh yang besar dan gigi permanen.
- Kambing: Minimal 1 tahun penuh, dengan gigi seri tengah yang sudah tanggal.
- Domba: Sama seperti kambing, minimal 1 tahun, tapi ada keringanan untuk jadz'ah domba yang berumur 6 bulan tapi badannya sudah gemuk dan besar seperti domba dewasa, khusus jika stok domba setahun sulit didapat.
Memilih usia yang tepat bukan hanya soal sah tidaknya qurban, tapi juga memastikan dagingnya berkualitas untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.
2. Kondisi Fisik yang Sempurna, Bebas dari Cacat yang Membatalkan
Bayangkan jika kita memberikan hadiah kepada orang tercinta pasti kita pilih yang paling bagus, mulus, dan tak berbekas, kan? Demikian pula dengan qurban, yang merupakan persembahan termahal kepada Allah SWT. Hewan qurban harus bebas dari cacat mutlak yang bisa membatalkan keabsahannya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan empat cacat fatal ini dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasa’i: “Empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan kurban: yang buta sebelah matanya dan jelas kebutaannya, yang sakit dan jelas sakitnya, yang pincang dan jelas pincangnya, dan yang sangat kurus sehingga tidak memiliki sumsum tulang.”
Cacat cacat ini bersifat jelas dan nyata, bukan yang ringan. Misalnya:
- Buta mata yang kabur atau infeksi berat.
- Sakit kronis seperti demam tinggi atau penyakit menular yang terlihat dari napas tersengal.
- Pincang parah yang membuat hewan kesulitan berjalan.
- Kurus kering hingga tulangnya menonjol dan tak ada lemak atau sumsum.
Jika menemukan salah satu, segera cari hewan lain. Cacat ringan seperti luka kecil atau mata berair sementara masih boleh, asal tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan.
3. Cara Praktis Mengecek Kesehatan Hewan di Tempat Penjualan
Setelah syarat sah terpenuhi, langkah selanjutnya adalah memverifikasi kondisi prima hewan secara langsung entah di peternakan, pasar hewan, atau lapak qurban. Ini seperti pemeriksaan dokter sederhana di lapangan. Perhatikan indikator-indikator ini dengan teliti:
- Gerakan Aktif dan Responsif: Hewan sehat selalu lincah, bergerak bebas, dan bereaksi saat disentuh atau dipanggil. Hindari yang lesu, diam saja, atau terlihat depresi itu tanda penyakit atau stres berat.
- Nafsu Makan dan Minum yang Baik: Amati saat diberi rumput atau pakan. Hewan prima lahap menyantapnya dan minum air dengan normal, bukan ogah-ogahan.
- Mata dan Hidung yang Sehat: Mata harus cerah, jernih, dan berbinar penuh energi bukan sayu atau berair berlebih. Hidung lembab alami, tanpa ingus kental, bau amis, atau tanda infeksi saluran napas.
- Bulu dan Kulit yang Kinclong: Sentuh punggungnya; bulu harus halus, mengkilap, dan tidak rontok banyak. Kulit elastis, bebas ruam, koreng, atau jamur tanda nutrisi baik.
- Kebersihan Belakang Tubuh: Cek area anus dan genital; harus kering bersih, tanpa diare, darah, atau kotoran menempel. Ini menunjukkan pencernaan lancar dan bebas parasit.
Dengan deteksi dini ini, kita tidak hanya memastikan qurban sah, tapi juga kasih sayang pada hewan dan kualitas daging untuk fakir miskin.
Memilih hewan qurban sempurna adalah bentuk ukhuwah (persaudaraan) dengan makhluk Allah dan totalitas ibadah kita. Tapi, bagi yang super sibuk seperti pekerja kantor, mahasiswa, atau ibu rumah tangga bagaimana caranya? Tenang, LAZ PERSIS hadir sebagai mitra terpercaya Anda.
Semua hewan qurban yang dititipkan melalui LAZ PERSIS oleh mudhohi (muzakki qurban) telah lolos quality control super ketat: dicek dokter hewan, divalidasi ulama, dan dijamin 100% memenuhi syariat. Tak hanya itu, distribusinya merata ke seluruh Nusantara termasuk daerah terpencil yang dibina da’i, wilayah rawan akidah, dan komunitas kurang gizi. Bayangkan daging qurban Anda sampai ke tangan saudara-saudara di pelosok yang paling butuh!
Bagi yang ingin amal jariyah lebih luas, LAZ PERSIS membuka pintu qurban ke Palestina dan negara krisis lainnya. Di tengah duka konflik, uluran daging qurban kita bisa jadi obat penyembuh hati. Senyum mereka saat menerima adalah balasan terindah di akhirat.
Mari buat Idul Adha tahun ini penuh makna. Dengan niat ikhlas, hewan prima, dan penyaluran tepat, insya Allah qurban kita jadi amal jariyah abadi. Taqabbalallahu minna wa minkum!
Kontributor: Hana Salwa Nurrasyid
Editor: MAS
Sumber: www.lazpersis.or.id









.jpg)
.png)
.png)