MUI Bandung Dorong Aspirasi Damai

By Raeihan Ramadhan 09 Nov 2026, 02:57:46 WIB Lokal
MUI Bandung Dorong Aspirasi Damai

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jabar.tribunnews.com (Nazmi Abdurrahman)


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengajak mahasiswa, aktivis, buruh, dan masyarakat umum untuk menjaga persatuan serta keamanan menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026.

Seruan tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Bandung, Dr. KH. Asep Ahmad Fathurrohman, kepada seluruh elemen masyarakat. Dia mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusivitas Kota Bandung.

Asep juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terhasut provokasi. Menurut dia, perbedaan pandangan semestinya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan tetap disikapi dengan mengedepankan persaudaraan.

Baca Lainnya :

"Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini, mari kita semua memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan kondusivitas kota. Jangan mudah terprovokasi, jangan sampai perbedaan pendapat memecah belah persaudaraan kita," ujar Asep, Sabtu (7/11/2026).

Dia menegaskan, setiap warga tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan cara yang santun, tertib, dan damai agar tidak menimbulkan tindakan anarkis maupun kerugian bagi masyarakat luas.

"Menyampaikan aspirasi itu adalah hak. Tapi lakukanlah dengan santun, tertib, dan damai. Jangan sampai perbedaan pendapat berujung pada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat luas," kata dia.

Asep menilai, terciptanya keamanan dan ketenteraman di Kota Bandung bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Dia menambahkan, semangat kepahlawanan seharusnya tidak berhenti pada peringatan seremonial setiap tahun. Nilai-nilai perjuangan para pahlawan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan musyawarah.

"Berani berpendapat, tetap santun bertindak. Berbeda pendapat, tetap jaga persaudaraan. Itulah cara kita menghormati jasa para pahlawan," ucap dia.


Menjaga persatuan dan ketenteraman merupakan bagian dari kepedulian sosial yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Semangat gotong royong, saling menghormati, serta membantu sesama juga menjadi nilai penting dalam gerakan zakat dan infak. Melalui kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata, masyarakat tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi turut membangun kehidupan umat yang lebih aman, rukun, dan sejahtera.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.jabar.tribunnews.com  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment