- MAAB Dorong Kesadaran Perencanaan Harta
- Kesehatan Mental, Amanah Baru Filantropi Islam
- Nama-Nama di Dinding Kampus
- PLN-IZI Cegah Stunting di Jateng
- Lazisnu Pulihkan Madrasah Klitih
- Dakwah Kapal Dai Seribu Pulau
- DD Suguhkan Sekolah Bebas Asap
- Bahasa Indonesia Membumi di Mesir
- Ada Skema Baru Bantuan Iuran BPJS
- Baznas Lampung Bantu Pekerja Migran
Rumah Singgah Jadi Kampus Gratis

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Beritajakarta.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menyediakan dua rumah singgah gratis sebagai "kampus" bagi mahasiswa asal Kepulauan Seribu yang menempuh pendidikan di daratan Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu meringankan biaya tempat tinggal sekaligus menyediakan ruang untuk belajar, berdiskusi, dan mempererat hubungan antarmahasiswa.
Kepala Seksi Sosial Unit Kerja Teknis (UKT) 1 Kabupaten Kepulauan Seribu, Zulfikri, mengatakan penyediaan rumah singgah mahasiswa merupakan inisiatif Bupati Kepulauan Seribu yang berangkat dari aspirasi mahasiswa.
"Program ini melengkapi fasilitas rumah singgah yang sebelumnya sudah disediakan Pemkab Kepulauan Seribu bagi pasien yang menjalani pengobatan di daratan Jakarta beserta pendampingnya " ujar dia, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Baca Lainnya :
- Pemkot Depok Biayai UKT 199 Mahasiswa0
- Warga Pesisir Dilatih Olah Limbah Kerang 0
- Lazisnu Santuni Dhuafa Madura0
- Usaha Mustahik Aceh Dipulihkan 0
- RZ Latih Warga Risiko Bencana 0
Menurut Zulfikri, penentuan lokasi dilakukan melalui diskusi bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan asal Kepulauan Seribu. Organisasi tersebut di antaranya Forum Mahasiswa Kepulauan Seribu (FMKS), Gerakan Mahasiswa Kepulauan Seribu (GMPS), HMPS, serta organisasi kedaerahan lainnya.
"Lokasi ditentukan berdasarkan hasil diskusi sejak awal tahun bersama organisasi mahasiswa agar fasilitas ini dapat menjangkau mahasiswa yang berkuliah di berbagai wilayah," terang dia.
Hasil diskusi tersebut menetapkan dua lokasi rumah singgah. Fasilitas pertama berada di Jalan Johar Baru Utara I, Gang 10, RT 09/03, Jakarta Pusat.
Rumah singgah tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa yang berkuliah di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur, termasuk mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta kampus di sekitarnya.
"Rumah singgah kedua berlokasi di Jalan Sepat Nomor 72, RT 08/02, Kebagusan, Jakarta Selatan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan mahasiswa yang berkuliah di wilayah Jakarta Selatan, Pamulang, dan sekitarnya," ungkap dia.
Zulfikri menyampaikan kedua rumah singgah tersebut telah beroperasi dan mulai dimanfaatkan mahasiswa. Setiap bangunan terdiri dari dua lantai dengan ruangan yang cukup luas serta dilengkapi furnitur dan jaringan internet atau Wi-Fi.
"Rumah ini sudah beroperasi dan beberapa mahasiswa sudah datang untuk memanfaatkannya. Kedua bangunan cukup luas, terdiri dari dua lantai, serta dilengkapi furnitur dan jaringan internet (Wi-Fi)," beber dia.
Selain sebagai tempat beristirahat, rumah singgah juga dapat digunakan mahasiswa untuk mengerjakan tugas kuliah, berdiskusi, dan bertukar gagasan. Fasilitas tersebut diharapkan turut memperkuat hubungan antarmahasiswa asal Kepulauan Seribu.
"Program ini turut bersinergi dengan Baznas (Bazis) Kepulauan Seribu. Seluruh fasilitas dapat digunakan secara gratis tanpa dikenakan biaya sewa maupun pungutan operasional," imbuh dia.
Zulfikri mengimbau mahasiswa agar berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai pengelola rumah singgah dan meminta pembayaran. Ia menegaskan fasilitas tersebut dapat digunakan tanpa biaya.
"Rumah singgah ini masih tahap awal. Kami terbuka untuk meningkatkan kapasitas dan melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan mahasiswa ke depannya," jelas dia.
Salah seorang mahasiswa asal Kepulauan Seribu yang berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ibnu Nishwar, menyambut baik penyediaan rumah singgah tersebut. Menurut dia, fasilitas ini membantu mengurangi pengeluaran untuk tempat tinggal selama menjalani pendidikan di daratan Jakarta.
"Fasilitas ini sangat bermanfaat karena mengurangi pengeluaran untuk kos atau kontrakan. Kami juga bisa memanfaatkannya untuk berdiskusi dan bertukar gagasan terkait pengembangan Kepulauan Seribu," tandas dia.
Akses pendidikan yang lebih terjangkau dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Dukungan melalui zakat, infak, dan kepedulian sosial dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban pendidikan, menghadirkan kesempatan yang lebih luas, serta menyiapkan generasi yang kelak ikut membangun masyarakatnya.





.png)
.png)




.png)
.png)