- Palestina, Dari Kepedulian Menuju Donasi dan Diplomasi Kemanusiaan
- AI Muse dan Transformasi Digital Filantropi Islam Indonesia
- Kota Ziswaf Digital: Membangkitkan Raksasa Filantropi
- Bun Wid, Dermawan Rumah Dhuafa dari Madura
- Lembaga Keagamaan Cilegon Dapat Hibah
- Makassar Menuju Kota Filantropi
- Donasi Kebakaran Wonosobo Rp185 Juta
- Info Magang Taiwan dan Beasiswa Unismuh
- Pegolf PGDMS–ISMS Berbagi Beasiswa
- Buya Yahya: ASN Bisa Jadi Mustahik?
Donasi Kebakaran Wonosobo Rp185 Juta

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Duta.co
Kepedulian masyarakat terhadap warga terdampak kebakaran di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jateng, terus berdatangan. Aksi kemanusiaan yang dikoordinasikan PCNU Wonosobo melalui NU CARE–LAZISNU bersama MWCNU Kejajar dan Posko NU Peduli Kebakaran Tieng tersebut telah menggalang bantuan dari berbagai kalangan.
Berdasarkan data hingga 22 September 2026, dana yang berhasil dihimpun melalui Posko Tanggap Bencana NU Ranting Tieng tercatat sebesar Rp158.257.000. Selain itu, donasi yang masuk melalui rekening BRI dan DANA mencapai Rp27.526.788. Jika digabungkan, total dana yang tercatat mencapai Rp185.783.788. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan yang diberikan dalam bentuk barang.
Pengumpulan bantuan melibatkan berbagai jaringan masyarakat. Dukungan datang dari MWCNU dan Ranting NU, badan otonom NU, lembaga-lembaga di lingkungan NU, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, komunitas, kelompok pengajian yang berafiliasi dengan NU, hingga para donatur secara pribadi.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kendal Tebar Hibah ke 14.273 Ustaz0
- Baznas Bengkulu Himpun Zakat Rp11 M0
- Dibuka, Beasiswa Pemko Medan 20260
- YPI Nasima Salurkan Donasi Bencana NTT0
- RZ Bagikan 8.000 Liter Air di Depok0
Laporan posko menunjukkan bahwa bantuan juga datang dari sejumlah Ranting NU, lembaga pendidikan, kelompok masyarakat, Ansor-Banser, KBIHU, IPHI, berbagai komunitas serta donatur lainnya. Warga NU Ranting Tieng sendiri berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp23.845.500. Sejumlah Ranting NU di sekitar wilayah Kejajar turut mengambil bagian dengan menggalang bantuan bagi warga yang terdampak.
Ketua NU CARE–LAZISNU PCNU Wonosobo, Dr. H. A. Mukholis, menyampaikan bahwa besarnya bantuan yang terkumpul tidak hanya menunjukkan nilai secara nominal, tetapi juga mencerminkan kuatnya kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu korban bencana.
Menurut Mukholis, bantuan yang diberikan masyarakat berasal dari berbagai pihak dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang memberikan dalam jumlah besar, sementara sebagian lainnya menyumbangkan sebagian kecil dari rezeki yang dimiliki. Namun, seluruh bantuan tersebut memiliki nilai yang sama karena didasari oleh kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
Ia juga menegaskan bahwa NU CARE–LAZISNU memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh bantuan yang dipercayakan masyarakat dapat dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Dana yang terkumpul harus disalurkan kepada pihak yang membutuhkan serta dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan korban untuk mendukung proses pemulihan.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kejajar sekaligus Penanggung Jawab Posko NU Peduli Kebakaran Tieng, H. Khudlaifah Madjid, mengatakan bahwa sejak kebakaran terjadi, jajaran NU bersama masyarakat dan relawan langsung berupaya memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Keberadaan posko, menurut Khudlaifah, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menerima maupun menyalurkan bantuan. Posko juga menjadi pusat koordinasi antara relawan, masyarakat, jajaran NU, serta berbagai pihak yang ingin memberikan bantuan kepada korban kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya berupaya hadir bersama masyarakat Tieng. Bantuan yang datang dari berbagai unsur kemudian dicatat dan dikelola agar dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.
Khudlaifah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah terlibat dalam penanganan bencana serta masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada Posko NU Peduli. Menurutnya, hal terpenting dari gerakan tersebut bukan hanya jumlah bantuan yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga bagaimana warga terdampak dapat merasakan dukungan dan kepedulian dari masyarakat luas sehingga mereka tidak merasa menghadapi musibah tersebut seorang diri.
Kontributor: Gifa
Editor: Mas
Sumber: www.duta.co










.png)
.png)