Macklemore Sumbang Rp17 M ke Palestina

By Revolusioner 18 Sep 2026, 05:40:35 WIB Internasional
Macklemore Sumbang Rp17 M ke Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Cna.id


Penyanyi rap Macklemore berdonasi Rp17,7 miliar untuk Palestina. Rapper asal AS ini juga menantang miliarder Robert Kraft, yang ia tuding ikut mendorong pencoretannya dari tur Ed Sheeran, untuk turut berdonasi.

Rapper Macklemore mengumumkan ia akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih sebesar US$1 juta, atau sekitar Rp17,7 miliar, yang diterimanya sebagai penampil pembuka dalam Loop Tour milik Ed Sheeran kepada berbagai organisasi yang bekerja membantu masyarakat Palestina dan memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Keputusan itu diumumkan setelah Macklemore dicoret dari tur tersebut menyusul reaksi terhadap komentarnya di atas panggung yang menyatakan dukungan terhadap Palestina.

Baca Lainnya :

Macklemore dicoret dari tur Ed Sheeran usai serukan 'Free Palestine'

Rapper asal AS ini juga menantang miliarder Robert Kraft, yang ia tuding ikut mendorong pencoretannya dari tur Ed Sheeran, untuk berdonasi dengan jumlah uang yang sama.

"Dengan semua yang telah terjadi selama 48 jam terakhir, aku ingin mengembalikan pembicaraan ke tempat yang semestinya: kepada rakyat Palestina yang terus-terusan dibunuh, masih hidup di bawah pendudukan militer, dan masih memperjuangkan kebebasan mereka," tulis Macklemore melalui Instagram.

"Aku akan menyumbangkan seluruh US$1 juta dari pendapatan bersihku dari Loop Tour Ed Sheeran kepada enam organisasi yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina. Dan aku mengundang Robert Kraft untuk menyamai donasiku. Apa pun perbedaan pendapat di antara kami, mungkin kami bisa sepakat dalam hal ini: nyawa warga Palestina layak dilindungi. Nyawa seorang warga Palestina tidak lebih rendah nilainya dibandingkan nyawa siapa pun di dunia ini."

Dalam unggahannya, Macklemore mengatakan, dirinya berharap dapat "menempatkan para orang tua yang membawa anak-anak mereka ke rumah sakit yang bahkan tidak memiliki sumber daya dasar untuk merawat mereka sebagai pusat perhatian, begitu pula para dokter, paramedis, jurnalis, dan pekerja kemanusiaan yang terus kembali masuk ke sana."

Aku ingin menjadikan organisasi dan aktivis yang rela berkorban demi mendukung rakyat Palestina sebagai pusat perhatian. Mereka menghadapi risiko yang sangat berbeda dibandingkan diriku."

Dia melanjutkan, "Rakyat Palestina telah hidup selama puluhan tahun tanpa hak-hak dasar dan mereka seharusnya tidak perlu menunggu satu hari lagi untuk merdeka. Di isu ini lah aku berfokus."

"Aku akan terus mendukung rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk pembebasan. Ketika siklus pemberitaan beralih ke hal lain, dan itu pasti akan terjadi, jangan ikut beralih bersamanya. Free Palestine."

Menanggapi pernyataan tersebut, Kraft merilis pernyataan yang mengungkapkan bahwa Sheeran telah "meneleponku dan memintaku untuk berkomitmen memberikan US$2 juta guna menyamai donasinya untuk membantu kawasan tersebut dalam menghadapi krisis kemanusiaan ini".

Namun, Kraft tidak menyebutkan organisasi atau badan amal mana yang akan menerima dana tersebut.

"Aku telah mendedikasikan sebagian besar hidupku untuk menjembatani kepentingan semua orang. Aku sangat meyakini bahwa semua nyawa layak dilindungi," kata Kraft, dikutip dari The Guardian.

"Ed sekarang berencana menghubungi pemilik venue lainnya dan tujuan kami adalah terus bekerja sama untuk menjembatani [berbagai kepentingan]."

Pendepakan Macklemore dari tur konser Ed Sheeran di Amerika Utara dan Latin berawal dari pidato Macklemore berdurasi dua menit ketika ia tampil sebagai penampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada awal bulan ini.

Di panggung itu, Macklemore menyampaikan keinginannya untuk melihat "Palestina yang merdeka".

"Aku ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, sehingga orang-orang yang berada jauh di Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kami tidak melupakan mereka," ujar dia.

Pernyataan tersebut kemudian mendorong Israeli-American Council membuat petisi yang menuntut agar Macklemore dikeluarkan dari tur.

Ketika kembali berbicara di atas panggung pada hari berikutnya, Macklemore kembali menegaskan dukungannya terhadap Palestina dan berbicara kepada penonton Yahudi yang hadir.

Musisi Inggris, Ed Sheeran, saat menghadiri Penghargaan Grammy ke-66 di Los Angeles, A.S., pada 4 Februari 2024. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)

Sementara, Ed Sheeran, mengunggah penjelasannya pada Selasa (15/9) mengenai keinginannya untuk tetap netral dalam isu politik.

Kraft bersama beberapa pemilik venue lainnya memberi tahu penyanyi asal Inggris tersebut bahwa turnya tidak dapat digelar di stadion mereka apabila Macklemore tetap menjadi penampil pembuka.

Situasi tersebut kemudian berujung pada pendepakan Macklemore dari tur konser Sheeran.

Sehari kemudian, seluruh penampil pembuka yang dijadwalkan untuk sisa Loop Tour Ed Sheeran, yakni Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham, mengundurkan diri dari tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore dan Palestina.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin, Kraft mengatakan, keputusan untuk membatalkan penampilan Macklemore merupakan konsekuensi atas aksi sang rapper "serta riwayat retorika dan citra antisemitisme yang lebih luas, yang menurut kami sangat menyinggung dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi".

Macklemore sendiri membantah bahwa dirinya antisemit. Menurut dia, menyamakan kritik terhadap tindakan Israel dengan antisemitisme hanya menjadi cara untuk menghindari pertanggungjawaban Israel.

"Untuk semua saudaraku umat Yahudi, mengkritik Israel, mengkritik apartheid, menentang genosida, sama sekali bukan berarti mengkritik kalian," ujar dia di atas panggung konser Ed Sheeran.

"Pesanku adalah tentang perdamaian, cinta; agar semua manusia diperlakukan dengan bermartabat, penuh rasa hormat, dan setara," ujar dia.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.cna.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment