- Dana Umat dan Mimpi Wirausaha Muda
- Hujan yang Menulis Surat
- IPB Himpun Rp35 Juta untuk Palestina
- Lazisnu Tebar 20 Ribu Liter Air di Ngawi
- Jims Honey Bantu Penyintas Karhutla
- RZ Dukung 1.000 Relawan Palestina
- Kuliah di Jepang, Ini Beasiswa Kemendes
- Kadin-Dekranasda Perkuat UMKM Bekasi
- Baznas Kirim 4.520 Pangan ke Gaza
- Dibuka Beasiswa Riset Baznas 2026
Jims Honey Bantu Penyintas Karhutla

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat dapat berlangsung meski api telah padam dan kabut asap mulai menghilang. Paparan polusi akibat kebakaran berulang dalam jangka panjang dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Partikel halus dari asap karhutla dapat memicu mata perih dan batuk, bahkan memperburuk kondisi penderita penyakit paru-paru. Anak-anak dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Data Kementerian Kesehatan per 21 Oktober 2026 mencatat sebanyak 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat karhutla di sejumlah daerah sejak 18 Agustus hingga 21 Oktober 2026. Sementara itu, pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kemenkes pada 22 Oktober 2026 menunjukkan sejumlah wilayah berada dalam kategori hitam atau berbahaya.
Baca Lainnya :
- SD Muhammadiyah Berbagi Pin Filantropi0
- Danantara Salur Rp1,66 T untuk Filantropi0
- Sandiana: Filantropi Perkuat Solidaritas Sosial0
- Pegolf PGDMS–ISMS Berbagi Beasiswa0
- Ayo Perkuat Ekosistem Donasi Digital0
Di tengah ancaman karhutla yang belum sepenuhnya berakhir, masyarakat masih harus menjalankan aktivitas dengan kualitas udara yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat respons karhutla di Kalimantan, Jims Honey menyalurkan donasi melalui Dompet Dhuafa pada Senin (2/11/2026). Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dompet Dhuafa Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta.
Bantuan yang diberikan berupa masker dan tabung oksigen portabel Oxycan. Donasi diserahkan oleh Corporate Owner Jims Honey, Hanny Zheng, dan diterima Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti.
Kepedulian tersebut berawal dari keresahan pribadi Hanny saat melihat persoalan karhutla yang dinilainya belum mendapat perhatian luas. Meski sempat khawatir karena dirinya nonmuslim dan berada di lingkungan pertemanan yang beragam, Hanny akhirnya memilih menyuarakan kepeduliannya.
“Akhirnya aku posting soal karhutla ini, aku merasa hati nuraniku memang benar di sini, kan ternyata mendapat sambutan yang sangat baik. Memang kebaikan itu harus lintas agama, kita membantu orang bukan karena dia suku apa atau agama apa, enggak, tapi memang karena kita saudara,” kata Hanny.
Menurut Hanny, kepedulian terhadap sesama tidak semestinya dibatasi oleh perbedaan agama, suku, maupun latar belakang. Ia meyakini bahwa manusia tetap dapat saling membantu dan menjadi saudara dalam aksi kemanusiaan.
Kepedulian tersebut juga berkaitan dengan kedekatan Hanny dengan Pontianak, tempat ia tumbuh besar dan yang turut menghadapi persoalan karhutla. Ia menyadari bahwa tidak semua keadaan dapat dikendalikan, tetapi setiap orang tetap bisa melakukan sesuatu untuk membantu.
Selain itu, Hanny memikirkan keberlangsungan toko Jims Honey di Palangkaraya yang baru dibuka dan menjadi sumber penghidupan bagi enam pekerjanya. Ia menilai, kepedulian juga berarti menjaga kehidupan orang-orang yang bergantung pada usaha tersebut.
“Lakukan apa yang bisa kita lakukan saja, salah satunya lewat karhutla ini. Semoga dengan bantuan kecil ini setidaknya bisa membantu dan meringankan relawan, penduduk setempat. Memang yang kita lakukan tidak besar, tapi ini ikhlas dan tulus dari hati kita, karena kita juga merasa Kalimantan bagian dari kita, kita napas juga pakai hutan yang ada di Kalimantan. Jadi, kita give back to the nature lagi,” sambung Hanny.
Hingga 1 November 2026, bantuan dari Jims Honey telah disalurkan kepada sekitar 70 penerima manfaat di Talawang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada relawan dan tenaga kesehatan. Penyaluran berikutnya mencakup masker dan tabung oksigen bagi masyarakat.
Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, mengapresiasi kepedulian Jims Honey yang turut mendukung masyarakat terdampak karhutla.
“Alhamdulillah hari ini Dompet Dhuafa menerima bantuan dari Jims Honey yang dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak Karhutla. Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi Dompet Dhuafa dipercaya oleh Jims Honey untuk menerima amanah donasi, untuk membantu para penyintas di sana bisa bernapas dengan baik. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa berjalan jangka panjang dan banyak masyarakat terbantu,” imbuh Etika.
Dalam merespons karhutla, Dompet Dhuafa mengerahkan relawan, Disaster Management Center (DMC), serta Respon Darurat Kesehatan (RDK) yang melibatkan dokter dan tenaga medis. Upaya tersebut mencakup pemadaman kebakaran, layanan kesehatan, penyediaan safe house atau ruang bernapas yang lebih aman bagi kelompok rentan, serta fasilitas oksigen dan penyaring udara.
Dompet Dhuafa juga mendistribusikan logistik dan makanan bagi warga terdampak, mendirikan Pos Hangat dan Dapur Umum untuk mendukung kebutuhan relawan, serta menyediakan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar asap. Respons darurat ini menjangkau sejumlah titik di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
Karhutla mengingatkan kita bahwa menjaga kesehatan dan keselamatan sesama merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian dapat diwujudkan melalui bantuan kesehatan, dukungan bagi relawan, maupun upaya menjaga lingkungan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat dapat ikut memperkuat respons kemanusiaan agar bantuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan dan masa depan umat.












.png)
.png)