Kuliah di Jepang, Ini Beasiswa Kemendes

By Revolusioner 05 Nov 2026, 02:01:05 WIB Z-Academy
Kuliah di Jepang, Ini Beasiswa Kemendes

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Radarbanten.co.id


Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang membuka kesempatan bagi pemuda desa untuk melanjutkan pendidikan dan pelatihan di Jepang. Setelah menyelesaikan program, peserta berpeluang langsung terserap dalam pasar tenaga kerja Jepang.

Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, mengatakan peluang belajar sekaligus bekerja di Jepang tersedia dalam jumlah besar. Secara nasional, program tersebut memiliki kuota hingga 40 ribu pekerja.

“Kita beri peluang ke semua daerah, terutama desa-desa di kabupaten seluruh Indonesia. Cepat-cepatan saja. Jadi bukan Serang dianakemaskan atau diutamakan, enggak. Siapa pun kabupaten yang siap, kita akan layani,” tutur dia, Senin, 2 November 2026.

Baca Lainnya :

Melalui Program Pemuda Bangun Desa, peserta yang lolos seleksi akan memperoleh beasiswa senilai kurang lebih Rp300 juta. Setelah menempuh pendidikan, mereka akan menjalani magang dengan gaji sebelum melanjutkan pekerjaan di Jepang dengan penghasilan lebih tinggi.

“Kesempatan emas bagi anak-anak muda yang ingin ke luar negeri, berlatih, belajar, nanti pulang bisa menjadi pionir atau agregator perubahan di desanya. Dia tidak lagi mindset-nya mencari kerja, tapi bisa menciptakan lapangan kerja,” ujar dia.

Yandri menjelaskan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi juga akan memperoleh kursus bahasa Jepang gratis hingga level N3. Pemerintah menyiapkan pengajar dan tempat belajar tanpa biaya bagi para penerima beasiswa.

“Harus berbahasa Jepang, makanya saya secara pribadi menyiapkan guru bahasa Jepang secara gratis. Kursusnya gratis, tempatnya juga gratis, tidak perlu sewa,” jelas dia.

Yandri turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Serang yang menanggung biaya pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) serta iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang lolos seleksi beasiswa.

“Ini bisa jadi pola Pemkab Serang akan dijadikan pola di kabupaten lain. Bagus ini, terobosan luar biasa,” tambah dia.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengajak masyarakat, terutama pemuda desa, memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Menurut dia, program beasiswa ke Jepang dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang.

“Ini salah satu untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Serang. Kita tahu angka pengangguran di Kabupaten Serang masih tinggi. Saya minta kepada seluruh warga untuk memanfaatkan program yang luar biasa ini. Di mana ada usaha, di mana ada kemauan di situ ada jalan,” kata dia.

Terkait persyaratan sertifikasi bahasa Jepang N3 yang dianggap menantang, Rachmatuzakiyah meminta calon peserta tetap bersemangat dan mengikuti proses persiapan dengan sungguh-sungguh.

“Memang agak sulit tapi saya yakin tidak ada sesuatu yang tidak akan terwujud kalau kita betul-betul ikuti semaksimal mungkin. Jadi semangat terus untuk warga yang hari ini sudah mendaftar,” ujar dia.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara bertahap, meliputi seleksi administrasi, akademis, dan kesehatan. Peserta yang lolos seluruh tahapan akan melanjutkan pendidikan serta pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Ponpes Bai Mahdi Soleh Mamun.

“Yang sudah daftar 513 orang. Di sana ada 419 dari Kabupaten Serang dan sisanya dari Kota Serang,” ungkap dia.

Jumlah pendaftar diperkirakan masih bertambah. Meski sebelumnya target awal program disebut sebanyak 300 peserta, pemerintah daerah membuka kesempatan lebih luas sesuai arahan Menteri Desa dan PDT.

“Targetnya tidak ada, Pak Menteri minta sebanyak-banyaknya. Ini masih terbuka peluang yang sangat lebar. Nanti saya minta teman-teman OPD untuk terus dimassifkan, mungkin ada brosur-brosur yang akan kami sebarkan melalui OPD-OPD yang strategis sehingga pesannya bisa sampai kepada warga,” jelas dia.

Kesempatan pendidikan dan kerja dapat menjadi jalan bagi pemuda desa untuk membangun masa depan yang lebih mandiri. Dukungan terhadap program seperti ini juga mengingatkan kita bahwa zakat dan infak bukan hanya membantu kebutuhan hari ini, tetapi dapat menjadi ikhtiar memperluas akses pendidikan, keterampilan, dan peluang ekonomi. Dengan kepedulian bersama, semakin banyak generasi muda yang berdaya dan kelak mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga serta desanya.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment