Wakaf Produktif Antar RS Achmad Wardi Mendunia

By Raeihan Ramadhan 08 Nov 2026, 00:34:54 WIB Wakaf
Wakaf Produktif Antar RS Achmad Wardi Mendunia

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Rumah Sakit Mata Achmad Wardi BWI-DD (RS Mata Achmad Wardi) meraih penghargaan internasional dalam ajang 14th Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) Conference 2026. Rumah sakit berbasis wakaf tersebut berhasil memperoleh Juara 1 Best Poster Award pada Pilar 1: Governance and Leadership dalam konferensi yang digelar Kementerian Kesehatan RI bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di The Trans Resort Bali, pada 3–5 November 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “Beyond Headcount: Fellowship–Trained Expertise and Workload Alignment at Achmad Wardi Eye Hospital, a Specialized Hospital in Banten, Indonesia”. Penelitian itu dipresentasikan oleh Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi, dr. Pradipta Suarsyaf, bersama tim yang terdiri atas dr. Ricky Fathoni, Nasrudin Febrio Pratama, Muhamad Adna, dan dr. Arya Ananda Indrajaya Lukmana di hadapan para pakar kesehatan dari kawasan Asia Pasifik.

Riset tersebut mengangkat persoalan tata kelola sumber daya manusia kesehatan (SDMK), khususnya dalam perencanaan dan distribusi tenaga medis. Di tengah proyeksi Kementerian Kesehatan RI dan WHO mengenai potensi kekurangan sekitar 65.000 dokter spesialis di Indonesia pada 2032, penelitian ini menawarkan pendekatan perencanaan tenaga medis yang tidak hanya mengandalkan jumlah dokter atau headcount.

Baca Lainnya :

Studi tersebut menekankan pentingnya mempertimbangkan kesesuaian beban kerja klinis dengan kompetensi dan keahlian khusus tenaga medis, termasuk dokter yang telah menempuh pendidikan fellowship. Dengan demikian, ketersediaan tenaga kesehatan dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan pelayanan medis yang semakin kompleks.

Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi BWI-DD, dr. Pradipta Suarsyaf, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen rumah sakit dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional.

“Pencapaian ini adalah bentuk kesyukuran mendalam sekaligus bukti nyata komitmen kami. Kami tidak hanya berfokus pada pemenuhan kuantitas dokter, melainkan memastikan kompetensi spesifik dan keahlian fellowship dimanfaatkan secara optimal untuk menjawab kebutuhan tindakan medis masyarakat yang kompleks. Semoga hasil studi ini memberikan kontribusi pemikiran positif bagi pembuat kebijakan kesehatan di Banten maupun tingkat nasional,” ujar dr Pradipta.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Pengurus Dompet Dhuafa atas capaian tim medis RS Mata Achmad Wardi. Menurut dia, prestasi tersebut memperlihatkan bahwa lembaga filantropi Islam dapat berkontribusi dalam pengembangan riset dan peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pengelolaan wakaf produktif.

“Alhamdulillah, pencapaian ini menjadi bukti nyata dana wakaf produktif yang dikelola secara profesional dan transparan mampu melahirkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya unggul secara layanan, tetapi juga menjadi pelopor riset tata kelola medis. RS Mata Achmad Wardi membuktikan bahwa dana abadi umat (wakaf) mampu menjawab tantangan krisis kesehatan nasional secara ilmiah dan berdampak luas. Ini mempertegas komitmen Dompet Dhuafa bersama BWI untuk terus menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang inklusif bagi seluruh masyarakat,” ungkap Ketua Pengurus Dompet Dhuafa.

Berlokasi di Serang, Banten, RS Mata Achmad Wardi BWI-DD merupakan rumah sakit khusus mata pertama di Indonesia yang dibangun melalui sinergi Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa. Dengan mengembangkan model pengelolaan wakaf produktif, rumah sakit ini menghadirkan layanan kesehatan mata berteknologi tinggi bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pengembangan penelitian dan kebijakan kesehatan.

Upaya memperluas manfaat dana umat juga dilakukan melalui integrasi pengelolaan zakat dan wakaf untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa. Selain itu, Dompet Dhuafa membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam program operasi katarak gratis melalui donasi di digital.dompetdhuafa.org/donasi/operasikatarak.

Masyarakat juga dapat mendukung pengembangan fasilitas kesehatan melalui wakaf produktif untuk pengadaan alat kesehatan dengan mengakses digital.dompetdhuafa.org/wakaf/wakafalkes.

Prestasi RS Mata Achmad Wardi menunjukkan bahwa wakaf tidak hanya berperan dalam menyediakan bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi fondasi pembangunan layanan kesehatan yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan wakaf secara profesional, dana umat dapat menghadirkan fasilitas medis, mendukung penelitian, dan memperluas akses pengobatan bagi masyarakat. Karena itu, partisipasi masyarakat melalui zakat, infak, dan wakaf perlu terus diperkuat agar manfaatnya menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan umat.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment