Wakaf Tanah Perkuat Kerukunan di NTT

By Revolusioner 03 Nov 2026, 00:58:12 WIB Wakaf
Wakaf Tanah Perkuat Kerukunan di NTT

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Izi.or.id


Pembangunan Masjid Nurul Hikmah di Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama. Momen yang berlangsung khidmat tersebut menjadi simbol persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Wildhan Dewayana, GM Pendistribusian IZI Arman, Camat Reok Ritaudin, SP, Kepala KUA Kecamatan Reok Ahmad Ali, S.Ag, unsur Danramil Reok, Kapolsek Reok, Lurah Reo Romoaldus R. Nanggo, SH, para imam masjid, pimpinan yayasan Islam, alim ulama, tokoh agama dan masyarakat, serta perwakilan RT, RW, dan pemuda setempat.

Kehadiran unsur Muspika Kecamatan Reok bersama berbagai elemen masyarakat menunjukkan dukungan terhadap pembangunan masjid tersebut. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan itu juga memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu.

Baca Lainnya :

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembangunan Masjid Nurul Hikmah adalah tanah yang digunakan merupakan wakaf dari Leonardu Chandra, seorang warga Nasrani. Ia dengan tulus menghibahkan lahannya untuk pembangunan rumah ibadah umat Islam.

Wakaf tersebut menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan dan persaudaraan lintas iman. Bagi masyarakat Muslim Reo, tanah itu bukan sekadar lokasi pembangunan masjid, melainkan juga simbol kepedulian yang akan dikenang oleh generasi mendatang.

Direktur Utama IZI Wildhan Dewayana menyampaikan kekagumannya terhadap potensi Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores. “Selama ini banyak orang memiliki kesan bahwa NTT adalah wilayah yang kering dan kurang subur. Namun, setelah kami melihat langsung dan berkeliling di Flores, ternyata kami menemukan kenyataan yang berbeda. Alamnya indah dan subur, potensi lautnya sangat besar, begitu juga sektor peternakannya yang luar biasa. Banyak potensi yang sesungguhnya belum dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Wildhan.

Dia menilai kekayaan alam Flores merupakan anugerah yang perlu disyukuri dan dikelola secara optimal. Pengembangan potensi tersebut, kata dia, perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan dan sosial.

“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari pembangunan Masjid Nurul Hikmah ini. Semoga masjid yang akan dibangun ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi pusat kebaikan yang memperkuat kehidupan beragama, mempererat persaudaraan, dan memperkokoh harmoni antarumat beragama yang selama ini sudah terjalin sangat baik di Reo,” lanjut dia.

Wildhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan masjid, terutama Leonardu Chandra sebagai wakif yang telah menyerahkan tanahnya.

“Ini adalah teladan yang sangat indah bagi bangsa Indonesia. Ketika seorang saudara kita yang berbeda keyakinan dengan tulus memberikan tanahnya untuk pembangunan masjid, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga jembatan persaudaraan, cinta kasih, dan kemanusiaan. Semoga semangat seperti ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak daerah lainnya,” tambah dia.

Tokoh agama dan masyarakat yang hadir berharap Masjid Nurul Hikmah dapat menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan generasi muda, serta penguatan ukhuwah Islamiyah. Masjid tersebut juga diharapkan menjadi simbol kerukunan yang terus terjaga di Kecamatan Reok.

Di tengah jumlah umat Islam yang terbatas di wilayah itu, dukungan dari pemerintah kecamatan, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi dorongan penting bagi terwujudnya masjid yang telah lama diimpikan.

Peletakan batu pertama tersebut bukan hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol harapan dan persaudaraan yang tumbuh bersama. Kelak, Masjid Nurul Hikmah diharapkan menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kebaikan yang mengingatkan masyarakat bahwa harmoni dapat dirawat melalui ketulusan dan sikap saling menguatkan.

Kisah pembangunan Masjid Nurul Hikmah mengingatkan bahwa kebaikan dapat melampaui batas perbedaan. Melalui zakat, infak, dan wakaf, masyarakat dapat ikut menghadirkan ruang ibadah, pendidikan, serta manfaat sosial yang berkelanjutan. Mari terus mendukung gerakan filantropi Islam agar semakin banyak kebaikan tumbuh dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.izi.or.id    



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment