- Ketika Beasiswa Harus Melahirkan Integritas
- Gunung yang Tak Pernah Menjanjikan Kepulangan
- Baznas-NU Bantu Penyintas Gempa Flores
- Wakaf Produktif Antar RS Achmad Wardi Mendunia
- Rumah Zakat Atasi Krisis Air Semarang
- Baznas-Sixerhood Galang Dana Kemanusiaan
- BAZNAS Perkuat Pengentasan Kemiskinan di DIY
- Kemenag Percepat Pemulihan Pesantren Aceh
- LSP BWI Kembangkan Ekosistem Wakaf Produktif
- Pemerintah Pulihkan Status Wakaf Blang Padang
BAZNAS Perkuat Pengentasan Kemiskinan di DIY

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pengelolaan zakat yang terencana dan tepat sasaran. Pada 2027, BAZNAS se-DIY menetapkan target penyaluran bantuan kepada 25.704 mustahik.
Target tersebut menjadi salah satu arahan yang disampaikan Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-DIY di Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Syarifuddin menegaskan bahwa pengelolaan zakat di tingkat daerah harus berorientasi pada hasil nyata, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perencanaan program juga perlu mempertimbangkan persoalan dan kebutuhan spesifik di setiap wilayah.
Baca Lainnya :
- OK OCE-Rumah Zakat Berdayakan UMKM0
- Bantuan Rp120 Juta LAZISNU Jatim untuk Flores0
- Lazisnu Tebar 20 Ribu Liter Air di Ngawi0
- PLN-IZI Cegah Stunting di Jateng0
- DD Suguhkan Sekolah Bebas Asap0
"Perencanaan program zakat harus disusun berdasarkan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing daerah. Karena itu, program nasional perlu disinkronkan dengan kondisi dan karakteristik wilayah agar pelaksanaannya tepat sasaran," ujar Syarifuddin.
Ia menyebutkan, terdapat tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian BAZNAS daerah dalam menyusun program kerja 2027, yakni sinkronisasi program, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta keterukuran hasil pelaksanaan.
"13 program unggulan BAZNAS harus menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 seluruh BAZNAS se-DIY. Namun, implementasinya tetap perlu disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan setiap wilayah," ujar Syarifuddin.
Selain penyelarasan program, penentuan penerima manfaat juga perlu didasarkan pada data yang akurat. Syarifuddin menekankan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu acuan untuk mengidentifikasi calon penerima bantuan.
Data tersebut perlu diperiksa kembali melalui pendekatan had kifayah agar penyaluran zakat benar-benar menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria kebutuhan dan kelayakan sebagai penerima manfaat.
Untuk memperkuat dampak program, BAZNAS daerah juga didorong mengembangkan berbagai inisiatif produktif dan perlindungan sosial yang termasuk dalam 13 program unggulan BAZNAS.
Upaya tersebut perlu ditopang kolaborasi lintas sektor. Syarifuddin mendorong BAZNAS di wilayah DIY memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), perguruan tinggi, serta mitra strategis lainnya.
Menurut dia, keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga oleh perubahan kehidupan penerima manfaat setelah memperoleh dukungan.
"Yang ingin kita bangun adalah pengelolaan zakat yang benar-benar memberikan dampak. Ukurannya bukan hanya berapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana zakat mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih baik dan mendorong mereka mencapai kemandirian," tegas Syarifuddin.
Target penyaluran kepada 25.704 mustahik tersebut menjadi pengingat bahwa zakat memiliki peran lebih luas daripada sekadar bantuan sesaat. Melalui perencanaan yang matang, pendataan yang akurat, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan, zakat dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan. Karena itu, dukungan para muzaki melalui zakat dan infak perlu terus diperkuat agar semakin banyak keluarga memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sejahtera dan mandiri.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id






.png)




.png)
.png)