- UNRWA Krisis Dana untuk Palestina
- Pelataran Permudah Ambil Sertipikat Wakaf
- BAZNAS Batam Himpun Zakat Rp21 M
- Pengurang Pajak, MPR: Revisi UU Zakat
- Safar Jadi Momentum Perbanyak Sedekah
- Penyintas Aceh Rawat Sumur untuk Warga
- Ambulans DD Evakuasi Warga Gaza
- Safar, Momentum Perbanyak Sedekah
- YBM PLN dan Rumah Zakat Tebar Sembako
- Cara Mendidik Anak Islami di Era Digital
Safar Jadi Momentum Perbanyak Sedekah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rumahzakat.org
Bulan Safar kerap memunculkan dua pandangan di tengah masyarakat. Sebagian orang masih mengaitkannya dengan kesialan, sementara sebagian lainnya memahami bahwa Islam tidak pernah mengajarkan anggapan tersebut.
Di tengah berbagai persepsi itu, banyak umat Islam justru menjadikan bulan Safar sebagai momentum untuk memperbanyak sedekah. Langkah ini bukan didasarkan pada keyakinan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa musibah, melainkan sebagai wujud tawakal kepada Allah SWT serta bentuk penguatan keimanan yang tidak bergantung pada mitos.
Dalam ajaran Islam, bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang kedudukannya sama seperti bulan lainnya. Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa bulan ini membawa kesialan ataupun memiliki pengaruh buruk terhadap kehidupan seseorang.
Kepercayaan mengenai Safar sebagai bulan sial berasal dari tradisi masyarakat jahiliyah sebelum datangnya Islam. Rasulullah SAW menolak keyakinan tersebut melalui sabdanya:
Baca Lainnya :
- Safar, Momentum Perbanyak Sedekah0
- Cara Mendidik Anak Islami di Era Digital0
- Fadhilah Sedekah di Bulan Safar0
- Insting Bisnis Khadijah yang Bikin Takjub0
- Zakat: Nyata Sejahterakan Umat0
“Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada tiyarah, tidak ada burung hantu yang membawa sial, dan tidak ada kesialan di bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan berbagai amal saleh sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.
Salah satu amalan yang dianjurkan ialah sedekah. Berbagi kepada sesama menjadi bukti nyata bahwa seorang Muslim menggantungkan harapan dan perlindungan hanya kepada Allah SWT, bukan kepada nama atau waktu tertentu.
Sedekah pada bulan Safar juga sebaiknya tidak dilakukan karena rasa takut terhadap kesialan. Motivasi yang benar adalah mengharap ridha Allah SWT, memperkuat tawakal, serta membantu sesama yang membutuhkan.
Keutamaan sedekah berlaku sepanjang waktu dan tidak bergantung pada nama bulan. Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261).
Sedekah diyakini tidak akan mengurangi harta, bahkan dapat menjadi jalan datangnya rezeki. Selain itu, sedekah menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT, memberikan ketenangan hati, menghadirkan manfaat yang terus mengalir bagi penerima, serta memperkuat sikap tawakal kepada-Nya.
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan sedekah, Rumah Zakat menyediakan layanan donasi secara daring melalui program Sedekah di Bulan Terbaik. Proses penyaluran dapat dilakukan dengan mengunjungi halaman program di rumahzakat.org, menentukan nominal donasi, memilih metode pembayaran seperti transfer bank, QRIS, maupun dompet digital, lalu menyelesaikan transaksi dan menyimpan bukti donasi.
Rumah Zakat menyampaikan bahwa dana yang dihimpun dikelola secara transparan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan demikian, bulan Safar bukanlah bulan yang identik dengan kesialan maupun memiliki keistimewaan khusus dalam syariat Islam. Bulan ini dapat menjadi momentum memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan keimanan kepada Allah SWT.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rumahzakat.org

.jpg)








.png)
.png)