- Faedah Sedekah, Rezeki Tiba Tak Terduga
- Pemerintah Rilis Sukuk Wakaf Retail
- Sulbar Bagikan Beasiswa ke 2.006 Siswa
- Potensi Zakat Sidoarjo Rp2,2 T
- Ratusan Mustahik Banda Aceh Dapat Zakat
- MUI: Mualaf Penggerak Kebaikan
- RZ Tebar Masker Abu Krakatau
- 8 Negara Muslim Larang Impor Israel
- APCQP Galang Kolaborasi untuk Palestina
- BWI Bangun Ekosistem Riset Wakaf
Potensi Zakat Sidoarjo Rp2,2 T

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Infopubli.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di 346 desa dan kelurahan untuk memperluas penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi zakat Sidoarjo yang berdasarkan riset BAZNAS RI disebut mencapai Rp2,2 triliun per tahun.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman, mengatakan optimalisasi ZIS membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat.
Baca Lainnya :
- Ratusan Mustahik Banda Aceh Dapat Zakat0
- Baznas Jambi Nikahkan Puluhan Mustahik0
- Yatim Jombang Dapat Donasi BCA 0
- Warga Bandung Dapat Bantuan Sumur Bor 0
- Dhuafa Sleman Berdaya Berkat Domba 0
Menurut dia, penghimpunan ZIS di Sidoarjo telah berjalan baik, tetapi masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, salah satunya melalui penguatan UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan.
"Sekarang pengumpulan sudah maksimal, tapi belum optimal. Sudah baik, tapi perlu ditingkatkan," ujar Ainur.
Dia mendorong seluruh kepala desa dan lurah memfasilitasi pembentukan UPZ di wilayah masing-masing. Penguatan tersebut juga disebut sejalan dengan Pasal 5 Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 24 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengumpulan ZIS.
"Potensi zakat Sidoarjo yang mencapai Rp2,2 triliun setahun berdasarkan riset BAZNAS RI dapat kita garap bersama," ujar dia.
Berdasarkan data BAZNAS Sidoarjo, total penghimpunan ZIS pada 2025 tercatat Rp16,375 miliar. Dalam data yang disampaikan, rinciannya meliputi zakat Rp896,84 juta, infak dan sedekah Rp12,93 miliar, serta penerimaan lainnya Rp2,54 miliar.
Dari penghimpunan tersebut, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan sekitar Rp11,507 miliar melalui lima pilar program.
Penyaluran terbesar dialokasikan melalui program Sidoarjo Peduli sekitar Rp8,348 miliar untuk kebutuhan kemanusiaan, antara lain perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan sembako, dan biaya hidup masyarakat dhuafa.
Selanjutnya, penyaluran dilakukan melalui Sidoarjo Cerdas Rp1,599 miliar, Sidoarjo Taqwa Rp926,55 juta, Sidoarjo Sehat Rp461,45 juta, dan Sidoarjo Makmur Rp172,3 juta.
Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026, penghimpunan bersih ZIS tercatat Rp8,556 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp8,111 miliar telah disalurkan melalui lima pilar program.
BAZNAS Sidoarjo menyebut rasio penyaluran tersebut mencapai 94,8 persen dan masuk kategori "sangat tinggi" berdasarkan standardisasi BAZNAS RI.
Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, mengatakan penguatan UPZ desa dan kelurahan penting untuk memperluas penghimpunan sekaligus mendekatkan pemanfaatan ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Dana ini akan digunakan langsung untuk membantu tetangga dekat kita yang membutuhkan bantuan bedah rumah, biaya berobat, beasiswa, hingga modal usaha mikro," ujar dia.
Dengan keberadaan UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan, Pemkab Sidoarjo berharap layanan zakat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas penghimpunan ZIS untuk mendukung program sosial dan pemberdayaan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.infopubli.id










.png)
.png)