- BWI Percepat Sertifikasi Wakaf
- Aura Spiritual Dari Pesantren Gemilang
- Alumni Beasiswa Bergerak untuk Kemandirian
- Rumah Roboh, Komarudin Dapat Bantuan
- DD Santuni Keluarga Korban Demo
- Dompet Dhuafa Berbagi Masker Karhutla
- Yatim Jombang Dapat Donasi BCA
- IZI dan Toyobo Tebar Sembako
- Siswa Aliyah Galang Dana NTT
- Air Mata Himalaya
Rumah Roboh, Komarudin Dapat Bantuan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Kehidupan keluarga Komarudin berubah setelah rumah mereka di Jalan H Nurisan, RT 08/RW 03, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, roboh pada Sabtu (22/8/2026) malam. Kehilangan tempat tinggal secara tiba-tiba membuat keluarga tersebut harus menghadapi situasi sulit tanpa banyak barang yang berhasil diselamatkan. Di tengah kondisi tersebut, bantuan akhirnya datang untuk memenuhi sejumlah kebutuhan mendesak mereka.
Bantuan yang diterima Komarudin menjadi perhatian tersendiri karena merupakan bantuan pertama yang diperoleh keluarganya sejak musibah terjadi. Kepedulian tersebut memberikan sedikit ruang bagi keluarga untuk bertahan dan menjalani masa pemulihan setelah rumah mereka tidak lagi dapat ditempati.
“Jujur, ini bantuan pertama yang kami terima. Terima kasih banyak kepada donatur LPM Dompet Dhuafa atas kepeduliannya,” tutur Komarudin dengan mata berkaca-kaca.
Baca Lainnya :
- Baznas Sleman Modali Usaha Mustahik0
- Ternak Ayam Elba Berdayakan Emak-Emak0
- DT Peduli Bantu Perlengkapan Sekolah0
- Kisah Aldi Bangkit Dari Keterbatasan0
- Bantuan Zakat untuk Balita Qaisha0
Rumah Mendadak Ambruk
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ketika Komarudin baru saja tiba di rumah setelah bekerja. Tanpa didahului tanda yang jelas, bagian lantai dua bangunan yang terbuat dari beton tiba-tiba runtuh. Dentuman keras kemudian terdengar dan aliran listrik di sekitar rumah ikut padam.
“Tak ada firasat. Tak ada suara peringatan. Tiba-tiba, brak! Lantai atas ambruk,” kenang Komarudin menceritakan kembali musibah yang menimpa keluarganya.
Sebelum bangunan ambruk, sejumlah warga di sekitar lokasi sempat mendengar suara seperti tembok yang mengalami keretakan. Material dari bagian atap kanopi juga dilaporkan berjatuhan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kerusakan struktur bangunan yang akhirnya menyebabkan lantai dua rumah runtuh.
Saat kejadian berlangsung, istri Komarudin, Tarini (37), yang sedang hamil besar bersama anak-anak mereka berada di dalam rumah. Reruntuhan beton menimpa mereka ketika sedang tertidur. Tarini mengalami cedera pada bagian kepala dan kaki hingga sempat kehilangan kesadaran, sementara dirinya dan anak-anak harus melewati proses evakuasi dari bawah puing-puing bangunan.
Upaya penyelamatan juga tidak berlangsung mudah. Warga yang datang untuk memberikan pertolongan menghadapi kendala karena material bangunan yang runtuh menutup akses menuju bagian dalam rumah.
Evakuasi Korban
Laporan mengenai kejadian tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan. Sebanyak 11 personel diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Petugas secara bertahap membuka akses di antara puing-puing hingga seluruh korban dapat dikeluarkan dari bangunan.
Setelah mendapatkan penanganan medis, para korban akhirnya diperbolehkan kembali. Namun, kondisi rumah yang mengalami kerusakan total membuat keluarga tersebut tidak dapat kembali tinggal di kediamannya. Rumah juga telah dipasangi garis polisi sehingga keluarga yang terdiri dari empat orang itu sementara harus menempati posyandu terdekat.
Dalam situasi tersebut, keluarga Komarudin tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga tidak sempat menyelamatkan berbagai barang dan harta benda yang berada di dalam rumah.
Bantuan untuk Meringankan Beban
Melihat kondisi keluarga yang membutuhkan dukungan, Tim Program Layanan Mustahik (Lamusta) Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa kemudian mendatangi keluarga Komarudin. Pada Senin (24/8/2026), tim menyalurkan bantuan berupa kebutuhan logistik dan sejumlah keperluan mendesak bagi keluarga korban.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama menjalani masa pengungsian sekaligus memberikan dukungan moral setelah mengalami musibah. Kehadiran bantuan menjadi pengingat bahwa keluarga yang sedang menghadapi kesulitan tetap memiliki perhatian dan dukungan dari masyarakat.
Bagi Komarudin dan keluarganya, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kehilangan tempat tinggal dan ketidakpastian mengenai kondisi mereka ke depan, kepedulian yang diberikan menjadi penguat untuk kembali menata kehidupan secara perlahan.
Dompet Dhuafa melalui program layanan mustahik terus berupaya hadir bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan bantuan. Semoga dukungan yang disalurkan kepada keluarga Komarudin dapat memberikan manfaat, meringankan beban selama masa pemulihan, serta menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu mereka bangkit setelah musibah.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org











.png)
.png)