- BWI Percepat Sertifikasi Wakaf
- Aura Spiritual Dari Pesantren Gemilang
- Alumni Beasiswa Bergerak untuk Kemandirian
- Rumah Roboh, Komarudin Dapat Bantuan
- DD Santuni Keluarga Korban Demo
- Dompet Dhuafa Berbagi Masker Karhutla
- Yatim Jombang Dapat Donasi BCA
- IZI dan Toyobo Tebar Sembako
- Siswa Aliyah Galang Dana NTT
- Air Mata Himalaya
Aura Spiritual Dari Pesantren Gemilang

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Semangat belajar dan memperkuat bekal spiritual terlihat dari para peserta lanjut usia yang mengikuti Pesantren Gemilang 2026. Puluhan peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari kajian, ibadah bersama, diskusi, hingga aktivitas kesehatan. Salah satunya Pheni dan Zahra yang mengetahui kegiatan tersebut melalui pesan berantai Customer Care Dompet Dhuafa dan memilih mengisi masa pensiun dengan mengikuti program tersebut.
Pesantren Gemilang Dompet Dhuafa kembali digelar untuk keempat kalinya sebagai ruang pembelajaran dan penguatan spiritual bagi masyarakat lanjut usia. Pada pelaksanaan tahun 2026, kegiatan ini diikuti 36 santri, jumlah terbanyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Selama tiga hari dua malam, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan di Hotel Mambruk, Anyer, Banten, pada 30 Agustus hingga 1 September 2026.
“Kesadaran kehidupan di akhirat nanti itu adalah apa yang kita lakukan, apa yang kita investasikan sekarang ini, itu yang akan kita tuai nanti. Man yazra’ yahsud (مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ) apa yang kau tanam, dialah yang kau panen. Dengan kehadiran Pesantren Gemilang, Dompet Dhuafa telah ikut menanam dan berinvestasi terhadap itu, dengan izin Allah juga memanen (kebaikan) itu.” ujar Pheni melalui wawancara singkat.
Baca Lainnya :
- Lima Langkah Cegah Karhutla0
- Bolehkah Zakat untuk Korban Bencana?0
- Ikhlas dalam Islam: Makna, Keutamaan, dan Cara Menerapkannya0
- Santri RPY Tumbuhkan Cinta Ibadah0
- Zakat Perluas Manfaat untuk Pembinaan Mualaf0
Bagi Pheni, keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai kehidupan setelah kematian. Ia memandang berbagai materi yang diperoleh sebagai bekal penting untuk kehidupan akhirat. Pengetahuan tersebut juga diharapkannya dapat dibagikan kembali kepada masyarakat di lingkungan masjid sekitar tempat tinggalnya sehingga manfaat pembelajaran tidak berhenti pada dirinya sendiri.
Materi perjalanan manusia menuju kehidupan akhirat disampaikan Ustaz Abi Makki, Lc., MA. Para peserta diajak memahami sejumlah konsep mengenai nafsu, hawa, dan ruh, sekaligus mengenal makna wafat dalam perspektif Islam. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta dapat mengikuti pembahasan mengenai kehidupan setelah kematian secara lebih mendalam.
“Pesantren Gemilang selama saya berada disini, melihat keadaan yang luar biasa. Melihat santri santriwati yang semangat MasyaAllah. Dari qiyamul lail-nya, zikirnya, doanya, dari kajian-kajiannya bahkan olahraganya. Jadi bener-bener yang dikatakan lahir dan batin untuk mendapatkan kesuksesan itu masya Allah luar biasa. Selain itu juga, kebersamaannya itu indah sekali. Mudah-mudahan Pesantren Gemilang ini terus berlanjut,” tutur Ust. Abi Makki.
Ustaz Abi Makki juga mengapresiasi antusiasme para santri selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, semangat peserta terlihat tidak hanya ketika mengikuti kajian, tetapi juga dalam pelaksanaan qiyamul lail, zikir, doa, hingga aktivitas olahraga. Kebersamaan yang terbangun selama Pesantren Gemilang dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyentuh aspek lahir dan batin.
Suasana berbeda dirasakan para santri ketika menjalankan salat Magrib di tengah lingkungan alam Anyer. Rimbunnya pepohonan dan suara deburan ombak menjadi latar yang menemani mereka membaca Al Ma’tsurat Zikir Petang di bawah bimbingan Ustaz Fauzi Qosim, MA., CDA. Kegiatan tersebut memberikan suasana reflektif sekaligus memperkuat kekhusyukan peserta dalam menjalani rangkaian ibadah.
Selain penguatan spiritual, Pesantren Gemilang juga menghadirkan sesi mengenai kesadaran diri dan kesehatan. Praktisi kesehatan holistik Diwien Hartono mengajak peserta mengenali kembali tubuh dan pancaindra melalui materi “Mengenal Diri yang Berkesadaran”. Salah satu praktik yang dilakukan adalah walking meditation, yakni berjalan dengan penuh kesadaran sambil merasakan keseimbangan tubuh, sentuhan kaki dengan permukaan tanah, serta berbagai nikmat fisik yang diberikan Allah Swt.
“Peserta juga antusias mengikutinya, bahkan ada beberapa (peserta) yang merasa bahwa kayaknya (praktek) berkesadaran kalau dibawa dalam sehari-hari seperti shalat. Dan memang praktek berkesadaran ini bisa sangat mungkin diaplikasikan saat ritual ibadah kita. So, jadi terimakasih untuk Dompet Dhuafa yang sudah memfasilitasi dan memberikan amanah kepada saya,” ucap Diwien Hartono.
Menurut Diwien, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti praktik tersebut. Ia melihat adanya kemungkinan penerapan konsep berkesadaran dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menjalankan ibadah seperti salat. Baginya, kesempatan berbagi pengetahuan dalam Pesantren Gemilang menjadi bentuk kepercayaan yang diberikan Dompet Dhuafa untuk mendukung para peserta menjalani kehidupan secara lebih sadar.
Manfaat kegiatan juga dirasakan Zahra yang memiliki ketertarikan pada olahraga bela diri Taichi. Ia menilai praktik berkesadaran memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang selama ini digelutinya karena sama-sama menggabungkan unsur gerak tubuh dan meditasi. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru untuk menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kondisi tubuh.
Materi keagamaan lainnya disampaikan Dr. H. Son Haji, S.Ag., M.M., selaku Direktur Dakwah, Budaya, dan Pelayanan Masyarakat sekaligus Direktur Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa. Ia membahas mengenai karakter dan amalan yang menjadi ciri penghuni surga. Materi tersebut mendorong peserta untuk kembali mengevaluasi amal kebaikan serta berupaya menjauhi perbuatan yang dapat menjauhkan manusia dari rahmat Allah Swt.
“Antusias peserta dengan tema ini sangat menarik, ketika peserta bertanya tentang amalan apa yang harus dijaga agar kita menjadi orang yang termasuk ahli surga. Dan (pertanyaan) ini menjadi motivasi bagi para peserta untuk meningkatkan ketaatan di hadapan Allah Swt,” ujar Ust. Son sambil tersenyum.
Sesi bersama Ustaz Son Haji berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan diskusi untuk menanyakan berbagai hal terkait amalan yang perlu dijaga agar dapat menjadi bagian dari golongan yang diridai Allah. Pertanyaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi peserta untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian pembelajaran kemudian ditutup dengan doa Al I’tiraf yang dilantunkan dengan penuh penghayatan. Doa yang dikenal sebagai karya Abu Nawas tersebut menggambarkan pengakuan seorang hamba atas keterbatasan dirinya sekaligus permohonan ampun kepada Allah Swt. Suasana semakin khusyuk ketika para santri menadahkan tangan dan mengikuti doa bersama.
Menjelang sepertiga malam terakhir, para peserta kembali berkumpul untuk menunaikan salat Tahajud dan Subuh berjamaah bersama Ustaz Fauzi. Setelah ibadah, mereka mengikuti sesi doa dan afirmasi dengan saling berhadapan serta memberikan pelukan kepada sesama peserta. Momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus mendoakan agar setiap peserta memperoleh akhir kehidupan yang baik dan husnul khatimah.
“Ya Allah Ya Tuhan kami, aku rela sahabatku ini. Engkau wafatkan dalam keadaan husnul khotimah, wafatkan dalam keadaan yang engkau ridhoi,” tutur Ust. Fauzi sambil memohonkan doa.
Tidak hanya aspek spiritual, perhatian terhadap kesehatan peserta juga menjadi bagian dari Pesantren Gemilang. Para santri memperoleh layanan pemeriksaan mata dari Rumah Sakit Mata Achmad Wardi, termasuk edukasi mengenai langkah pencegahan gangguan kesehatan mata pada usia lanjut.
Pada hari terakhir, peserta berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Mata Achmad Wardi di Serang, Banten. Dalam kunjungan tersebut, mereka mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan rumah sakit berbasis wakaf produktif Dompet Dhuafa. Direktur Utama Rumah Sakit Mata Achmad Wardi–BWI DD, dr. Pradipta Suarsyaf, turut mengenalkan perjalanan dan perkembangan rumah sakit tersebut kepada para santri.
Seluruh rangkaian Pesantren Gemilang menjadi bagian dari ikhtiar Dompet Dhuafa dalam membantu masyarakat lanjut usia mempersiapkan kehidupan secara menyeluruh. Bekal keagamaan, kesehatan, kebersamaan, dan refleksi diri dipadukan agar para peserta dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermakna sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Bagi para peserta, kebersamaan yang terbangun selama kegiatan juga meninggalkan kesan mendalam. Harapan untuk dapat kembali bertemu dengan sahabat dalam kehidupan akhirat menjadi gambaran tentang eratnya persaudaraan yang tumbuh selama Pesantren Gemilang. Dompet Dhuafa pun berharap hubungan antara donatur, amil, dan penerima manfaat dapat terus terjalin dalam kebaikan hingga kelak dipertemukan kembali di akhirat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org











.png)
.png)