- BWI Percepat Sertifikasi Wakaf
- Aura Spiritual Dari Pesantren Gemilang
- Alumni Beasiswa Bergerak untuk Kemandirian
- Rumah Roboh, Komarudin Dapat Bantuan
- DD Santuni Keluarga Korban Demo
- Dompet Dhuafa Berbagi Masker Karhutla
- Yatim Jombang Dapat Donasi BCA
- IZI dan Toyobo Tebar Sembako
- Siswa Aliyah Galang Dana NTT
- Air Mata Himalaya
DD Santuni Keluarga Korban Demo

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Sosok Bambang Setiawan, 60 tahun, yang selama ini dikenal sebagai tukang kaca sederhana di kawasan Pejompongan, kini telah tiada. Ia meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan di tengah situasi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026). Bambang tidak terlibat dalam kericuhan tersebut. Saat kejadian, ia justru tengah berupaya membantu orang lain sekaligus hendak memastikan toko kecil tempatnya mencari nafkah tetap aman.
Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Bambang masih menjalani aktivitas seperti biasa. Setelah bekerja sejak pagi, ia menyempatkan diri mengantarkan seorang tetangga yang sedang sakit menuju RS Pelni. Rencananya, setelah mengantar tetangganya, Bambang akan pulang untuk membersihkan diri sebelum kembali ke rumah sakit dan membantu menjaganya.
Dalam perjalanan pulang, Bambang melihat lampu toko kacanya yang berada tidak jauh dari lokasi demonstrasi masih menyala. Karena ingin menghemat penggunaan listrik, ia meminta kunci toko kepada istrinya untuk mematikan lampu tersebut. Namun, ketika berada di sekitar tokonya, situasi demonstrasi di Pejompongan berubah menjadi tidak terkendali dan terjadi bentrokan.
Baca Lainnya :
- IZI dan Toyobo Tebar Sembako0
- DT Peduli Berdayakan Santri Yatim0
- IMSA Care Salurkan Bantuan Gempa0
- Muktamar NU, Lazisnu Perkuat Kelolaan ZIS0
- IZI Tebar Masker Karhutla di Pekanbaru0
Bambang kemudian terjebak dalam kerumunan yang memanas. Ia mengalami luka berat akibat pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia. Kabar tersebut membuat keluarga panik. Putranya, Wisnu, 35 tahun, sempat mendatangi sejumlah rumah sakit untuk mencari keberadaan ayahnya. Penelusuran itu akhirnya berakhir dengan kabar duka setelah RS Polri memastikan identitas Bambang sebagai korban yang telah meninggal.
Kepergian Bambang meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Namun, sosoknya dikenang sebagai seorang ayah yang memiliki keteguhan dan tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Wisnu menceritakan bahwa ayahnya pernah menghadapi masa sulit ketika dagangan tidak laku selama sekitar tiga bulan. Dalam kondisi tersebut, Bambang bahkan hanya mengonsumsi minuman jeli untuk menahan lapar, sementara kebutuhan makan keluarganya tetap menjadi prioritas.
“Bapak selalu menyuruh anak-anaknya untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun, karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan berbalik kepada kita,” tutur Wisnu dengan suara bergetar menahan haru, kepada Tim Program Layanan Mustahik (Lamusta) LPM (Lembaga Pelayan Masyarakat) Dompet Dhuafa (DD) yang menyambangi kediamannya pascakejadian.
Di tengah kesulitan hidup, Bambang juga berusaha menanamkan nilai kebaikan kepada anak-anaknya. Kepada keluarga, ia selalu mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada siapa pun karena seseorang tidak pernah mengetahui kebaikan mana yang suatu saat akan kembali memberikan manfaat. Pesan tersebut kembali dikenang Wisnu ketika Tim Program Layanan Mustahik (Lamusta), Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, datang menyambangi kediaman keluarga setelah peristiwa tersebut.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian Dompet Dhuafa kepada keluarga yang ditinggalkan Bambang. Kehadiran tim Lamusta tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga disertai pemberian santunan untuk membantu keluarga menghadapi masa sulit setelah kehilangan salah satu tumpuan keluarga.
Kisah Bambang menyisakan gambaran tentang kehidupan masyarakat kecil yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah situasi yang tidak selalu mudah. Di usia kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki 81 tahun, kepergian Bambang menjadi duka bagi keluarga sekaligus pengingat tentang pentingnya menjaga kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi penuh ketegangan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org










.png)
.png)