PBNU Didorong Bentuk Baitul Mal

By Revolusioner 24 Jun 2026, 08:27:37 WIB Nasional
PBNU Didorong Bentuk Baitul Mal

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Detik.com


Forum Gawagis Nusantara bersama Majelis Kaum Muda NU Mataraman mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk membentuk lembaga baitul mal yang bertugas menghimpun dan mengelola zakat, infak, serta sedekah warga Nahdliyin secara terpusat.

Usulan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri.

Koordinator Forum Gawagis Nusantara Mataraman Wilayah Barat, Nabil Hasbullah, menilai potensi ekonomi warga NU sangat besar, namun hingga kini belum dikelola secara optimal. Menurut dia, pengelolaan zakat dan sedekah secara terstruktur dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi organisasi.

Baca Lainnya :

"Kalau nanti ada baitul maal yang mengatur zakat dan sedekah Nahdliyin, kemudian dikelola secara terpusat dengan mekanisme yang baik, manfaatnya akan sangat besar bagi umat," kata dia di Kediri, Jatim, Ahad (21/6/2026).

Pengasuh Ponpes Darul Hikam Joresan, Ponorogo, itu menambahkan bahwa besarnya jumlah warga NU merupakan modal ekonomi yang sangat potensial. Karena itu, dibutuhkan sistem pengelolaan yang profesional agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Selain pembentukan baitul mal, Nabil juga mendorong PBNU untuk memperkuat sistem pendataan warga dan pemetaan potensi ekonomi di setiap daerah.

"Perlu ada database warga dan pemetaan potensi daerah. Misalnya Ponorogo memiliki potensi ekonomi dan budaya tertentu. Jika dipetakan secara maksimal, itu bisa menjadi kekuatan besar bagi NU," ujar dia.

Sementara itu, perwakilan Majelis Kaum Muda NU Mataraman, Rendra Setiawan, menilai bahwa kemandirian ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga kedaulatan organisasi, termasuk dalam menentukan sikap politik.

"Selama kemandirian ekonomi belum kuat, kemandirian politik juga rentan goyah. Karena itu, kedaulatan politik tidak bisa dilepaskan dari kedaulatan ekonomi," kata dia.

Menurut dia, sumber daya yang dimiliki NU dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi besar dan didistribusikan secara adil demi kemaslahatan warga.

Rendra mencontohkan, apabila terdapat 25 juta warga NU yang secara konsisten menunaikan zakat sebesar Rp500 ribu per tahun, maka dana yang terkumpul dapat mencapai triliunan rupiah dan menjadi instrumen pemberdayaan umat.

Dia berharap gagasan pembentukan baitul mal serta penguatan basis data warga NU dapat menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Munas dan Konbes NU 2026 di Ploso, Kediri.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.detik.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment