- Macklemore Sumbang Rp17 M ke Palestina
- Sembilan Daerah Jadi Kota Wakaf
- Cara Dapat Bansos dan Beasiswa LPDP
- Mustahik Banjarnegara Dilatih Wirausaha
- Kampung Zakat Jangkau 5.600 Mustahik
- Prudential Syariah dan LAZ Al Azhar Bantu NTT
- RZ Bagikan 8.000 Liter Air di Depok
- BWI Jaring Proyek Wakaf Produktif
- Ini Dia Strategi Menembus Beasiswa
- Baznas Bantu 700 Pesantren Rp17,5 M
Mustahik Banjarnegara Dilatih Wirausaha

Keterangan Gambar : Foto: Asistensi AI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara menggelar Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif di Sasana Bhakti Praja Setda, Banjarnegara, Jateng, Rabu (16/9).
Kegiatan ini sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para mustahik serta membantu pemerintah daerah mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran.
Pelaksanaan program pemberdayaan ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali yang menilai bahwa pengelolaan zakat, infak dan sedekah memiliki dimensi investasi akhirat sekaligus menjadi solusi strategis pengentasan kemiskinan.
Baca Lainnya :
- Zakat Mandirikan Ekonomi Keluarga0
- Mustahik Jateng Dikawal KUA Lumbir 0
- Mustahik Jambi Mandiri Berkat ZChicken 0
- MUI: Mualaf Penggerak Kebaikan0
- Ini Tolok Ukur Mustahik Menuju Muzaki0
Menurut dia, penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah seorang diri, melainkan memerlukan kolaborasi erat dengan berbagai elemen, termasuk Baznas.
Persoalan kemiskinan dan pengangguran membutuhkan kolaborasi. Pemkab tidak bisa melakukan sendiri, membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya seperti Baznas ini," ungkap dia.
Dalam kesempatan ini, Wabup juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius, mulai dari mempraktikkan ilmu secara sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas produk, hingga memanfaatkan teknologi digital serta media sosial guna memperluas jangkauan pasar.
Dia berharap program pelatihan paket komplet ini mampu mendongkrak status ekonomi para peserta secara mandiri di masa mendatang. "Semoga ke depannya tidak menjadi mustahik lagi tapi menjadi muzaki," tegas dia.
Wakil Ketua Baznas Banjarnegara, Suhardi Ahmad, menjelaskan, kegiatan yang diikuti oleh 60 orang peserta tersebut dirancang sebagai program komprehensif yang tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga fasilitas pendukung usaha.
Para peserta dibagi ke dalam empat bidang keahlian, yakni pembuatan dawet ayu, fried chicken, roti kering dan barista kopi, masing-masing berjumlah 15 orang peserta.
"Pada pelatihan ini, peserta selain mendapatkan ilmu serta keterampilan juga memperoleh bantuan alat agar setelah pelatihan bisa dilanjutkan dengan membuka usaha," ujar dia.
Selain pelatihan dan bantuan alat, Baznas Banjarnegara juga menyalurkan bantuan ternak kambing kepada 20 mustahik di mana masing-masing penerima mendapatkan satu pasang kambing, jantan dan betina.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.tribunnews.com










.png)
.png)