- Dana Umat untuk Kemandirian Digital
- Dua Nama di Bawah Langit Abu
- OK OCE-Rumah Zakat Berdayakan UMKM
- IZI Jabar Dukung Pemulihan Masjid
- 665 Mahasiswa Banggai Terima Bantuan Biaya Kuliah
- PCIM Hungaria Perluas Akses Beasiswa Internasional
- MUI Jajaki Penambahan Beasiswa ke Mesir
- Beasiswa BI Buka Peluang bagi Mahasiswa Polbeng
- 35 Jurnalis Terima Beasiswa Pascasarjana BRI
- EHEF 2026 Buka Peluang Beasiswa Eropa
MUI Jajaki Penambahan Beasiswa ke Mesir

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id (MUI Digital)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjajaki peluang memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di Mesir melalui kerja sama dengan Kementerian Wakaf Mesir. Pembahasan itu berlangsung dalam pertemuan Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, dengan Menteri Wakaf Mesir, Usama al-Azhari, di Kairo, Selasa, 3 November 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kedua negara. MUI berharap kerja sama ini dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan serta memperdalam keilmuan Islam di Mesir.
Cholil hadir bersama Ketua MUI Bidang Infokomdigi, Masduki Baidlowi, Bendahara Umum MUI, Misbahul Ulum, dan delegasi Komisi Dakwah MUI. Mereka berada di Mesir untuk mengikuti Program Pengembangan Wawasan Dai Internasional (PWDI) 2026.
Baca Lainnya :
- Beasiswa BI Buka Peluang bagi Mahasiswa Polbeng0
- 35 Jurnalis Terima Beasiswa Pascasarjana BRI0
- EHEF 2026 Buka Peluang Beasiswa Eropa0
- Kuliah di Jepang, Ini Beasiswa Kemendes 0
- Dibuka Beasiswa Riset Baznas 20260
Program tersebut dirancang untuk memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia melalui kemitraan dengan sejumlah lembaga strategis di Mesir. Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membicarakan kerja sama pengelolaan wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat.
Cholil menilai Mesir memiliki posisi penting dalam pengembangan keilmuan Islam. Negara tersebut dikenal memiliki tradisi keilmuan yang kuat, antara lain melalui Universitas Al-Azhar.
Menurut dia, kerja sama beasiswa dan pelatihan SDM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas generasi Muslim Indonesia. Melalui kemitraan tersebut, pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik Indonesia diharapkan mendapat kesempatan lebih besar untuk menimba ilmu di Mesir.
"Langkah ini semoga melahirkan generasi masa depan yang siap menjawab berbagai tantangan zaman. Sekaligus menjaga nilai-nilai moderasi beragama di kancah global," ujar Cholil mengutip laman MUI Digital, Rabu, 4 November 2026.
Selain beasiswa, MUI dan Kementerian Wakaf Mesir turut menjajaki pertukaran pelajar, mahasiswa, serta tenaga pendidik. Kerja sama itu diharapkan memperluas pertukaran ilmu dan pengalaman keagamaan, sekaligus mendorong lahirnya ulama dan intelektual Muslim yang memiliki wawasan luas.
Upaya memperluas akses beasiswa juga telah dibahas dalam agenda delegasi MUI sebelumnya. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, delegasi menjajaki kerja sama antara Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Bait az-Zakat wa as-Sadaqat Al-Azhar dalam pertemuan bersama jajaran diplomat di KBRI Kairo.
Rencana kerja sama BWI dan lembaga Al-Azhar itu akan ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman. Salah satu cakupannya adalah penyediaan program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir.
MUI dan Kementerian Wakaf Mesir juga membahas peluang penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seperti seminar, simposium, dan forum ilmiah internasional. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan bagi ulama dan akademisi kedua negara dalam merespons persoalan umat Islam masa kini.
MUI berharap pembahasan tersebut dapat diwujudkan menjadi program konkret dan berkelanjutan. Kemitraan Indonesia dan Mesir diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara serta umat Islam di tingkat global.
Pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membangun masa depan umat. Dukungan zakat, infak, dan wakaf yang dikelola secara amanah dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh ilmu, mengembangkan kapasitas, dan kelak memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dengan memperkuat gerakan filantropi Islam, kita turut menanam harapan agar semakin banyak generasi Muslim mampu tumbuh menjadi insan berilmu dan berdaya.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id











.png)
.png)