- Di Bawah Langit Sudan
- BEI Perluas Wakaf Saham melalui SOTS
- Baznas Sukoharjo Bantu 200 Mustahik
- Investasi Wakaf Produktif atasi Krisis Pangan dan Energi
- HUT RI, Baznas Pacitan Tebar Zakat ke Tukang Becak
- BI Buka Beasiswa Kebanksentralan
- UI dan Baznas Bangun Ekosistem Zakat Seniman
- Sawahlunto, 866 Mustahik Dizakati Rp676 Juta
- Kemenag Bentuk Tim Pangawas Baznas
- Balai Ternak, BAZNAS Majelengka Kerahkan Pendamping Mustahik
Investasi Wakaf Produktif atasi Krisis Pangan dan Energi

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Ini merupakan babak baru penguatan ekosistem wakaf produktif di Tanah Air. Dompet Dhuafa memaparkan capaian portofolio dan kinerja pengelolaan wakaf tahun 2025 dalam forum Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis. Forum ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Hotel The Westin Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Melalui Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf (LPIW) yang dipimpin oleh Prima Hadi Putra, Dompet Dhuafa secara tegas mendorong akselerasi investasi wakaf produktif. Dorongan ini difokuskan pada hilirisasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk mengatasi krisis kedaulatan pangan dan mendukung transisi energi bersih. Forum strategis ini juga menjadi wadah penguatan kelembagaan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf (LP2BW), atau Indonesia Sharia Economic Development Fund (ISEDF). Lembaga ini diharapkan menjadi katalisator pembiayaan skala besar. Perannya adalah mengorkestrasi kolaborasi dana wakaf produktif dan investasi syariah secara nasional.
LP2BW sendiri merupakan lembaga pembiayaan strategis yang saat ini tengah digagas bersama. Pihak-pihak yang menggagasnya adalah KNEKS, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Agama RI, serta Kementerian Keuangan RI. Tujuannya adalah memperkuat struktur pembiayaan sosial syariah nasional.
Baca Lainnya :
- Wakaf Masjid Istiqlal, Pertama Masuk BEI0
- Inovasi IPB, Tanah Wakaf Jadi Agribisnis0
- HUT Jakarta, Kemenag Bidik Wakaf Rp500 M0
- Muhammadiyah Terima Wakaf Pesantren 0
- Jadikan Masjid Sentra Wakaf Hijau 0
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Dwi Irianti Hadiningdyah, menegaskan bahwa kehadiran LP2BW merupakan langkah transformatif. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan potensi wakaf tanah di Indonesia. Potensi wakaf tanah mencapai 59 ribu hektar di 451.319 lokasi. Akumulasi wakaf uang tercatat Rp3,7 triliun per 2025. Potensi wakaf uang nasional bahkan bisa mencapai Rp180 triliun per tahun.
"Pembentukan LP2BW sebagai special mission vehicle nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita dan RPJMN 2025-2029, ditujukan untuk menjawab tantangan funding gap pembangunan nasional dengan mentransformasikan potensi wakaf menjadi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen. Melalui fungsi intermediary dan integrasi pembiayaan, LP2BW tidak hanya memobilisasi dana domestik dan global, tetapi juga melestarikan nilai komersial aset wakaf agar menciptakan dampak produktivitas, pembangunan, serta perluasan manfaat bagi mauquf 'alaih secara berkelanjutan," ujar dia.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, menekankan tiga hal penting. Ketiga hal itu adalah penguatan tata kelola, kepatuhan syariah, serta pemetaan aset wakaf secara akurat. Tujuannya agar seluruh potensi wakaf nasional dapat terlindungi dan dikembangkan secara optimal.
"Kementerian Agama mendorong agar integrasi antara regulasi, tertib administrasi Nazhir, serta kelembagaan seperti LP2BW dapat mempercepat transformasi aset wakaf dari sekadar pemenuhan ibadah ritual menjadi instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi yang inklusif. Kolaborasi antara pemerintah, KNEKS, dan Nazhir profesional seperti Dompet Dhuafa menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mengarahkan pemanfaatan dana wakaf pada program-program produktif yang memberi solusi nyata atas kemiskinan dan ketimpangan ekonomi," tegas dia.
Sepanjang tahun 2025, Dompet Dhuafa mencatatkan portofolio pengelolaan wakaf produktif berkelanjutan. Portofolio ini berdampak luas di berbagai sektor kehidupan.
Pada sektor kesehatan, Dompet Dhuafa mengelola lima rumah sakit berbasis wakaf. Kelima rumah sakit itu adalah RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Bogor, RS AKA Medika Lampung, RS Griya Medika, RS Hasyim Asy'ari Jombang, dan RS Mata Achmad Wardi Serang. Layanan ini disempurnakan oleh jaringan Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) serta Klinik Thibbun Nabawi.
Di bidang pendidikan, penguatan dilakukan melalui beberapa lembaga. Lembaga-lembaga tersebut meliputi Perguruan Islam Al Syukro Universal, Sekolah Smart Cibinong, Pesantren Modern Az Zahra, STIM Budi Bakti, dan Pesantren Tahfidz Green Lido. Selain itu, ada pula pelatihan vokasi dhuafa di Institut Kemandirian.
Pemberdayaan sektor ekonomi dan agribisnis juga berkembang pesat. Perkembangan ini terjadi melalui pengelolaan Kawasan Terpadu Zona Madina seluas 3,7 hektar di Parung, Bogor. Di kawasan ini dikembangkan budi daya Melon Premium, Buncis Kenya, Edamame, dan Jamur Tiram di Batang. Hilirisasi juga dilakukan untuk pemberdayaan petani kopi, gula aren, dan keju artisan.
Selain itu, komitmen terhadap kebutuhan dasar masyarakat ditunjukkan lewat pembangunan 28 sumur air bersih baru pada tahun 2025. Sumur-sumur ini dilengkapi penampungan air dan sistem perpipaan. Lokasinya berada di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. Seluruh capaian ini dibersamai oleh pengelolaan masjid wakaf, pusat tahfiz, wisma mualaf, aset properti sewa, serta Gedung Disaster Management Center (DMC) untuk respons kebencanaan.
Dompet Dhuafa juga mengkapitalisasi rekam jejak panjangnya di bidang peternakan. Skema pemberdayaan peternakan terintegrasi dikembangkan di Kecamatan Tapos, Kabupaten Bogor. Melalui Unit Usaha Titip Sapi Perah, dikembangkan pengembangbiakan sapi ras Jersey. Skema ini menggunakan akad Mudharabah atau Musyarakah, dengan tenor lima tahun dan perlindungan Asuransi Syariah. Surplus usaha bersih dari program ini dialokasikan untuk wakif, nazhir, serta porsi mayoritas bagi mauquf 'alaih. Alokasi bagi mauquf 'alaih digunakan untuk mendanai Beasiswa Talenta Agri Nusa. Modal dikembalikan secara utuh di akhir masa kontrak.
Langkah tersebut diperkuat oleh pembangunan Unit Usaha Bank Pakan Ternak Complete Feed. Unit ini berakad Mudharabah Muqayyadah dan berfungsi menjamin ketersediaan pakan berkualitas secara berkelanjutan. Porsi bagi hasilnya turut mengalir untuk Beasiswa Talenta Agri Nusa dan operasional koperasi peternak lokal.
Sebagai wujud kepedulian terhadap isu lingkungan dan transisi energi, Dompet Dhuafa menginisiasi program Wakaf Energi Terbarukan. Program ini berupa pemasangan PLTS Atap di berbagai masjid. Pembangkit listrik bertenaga surya ini berkapasitas 10 kWp. Pembangkit ini mampu menghemat biaya tagihan listrik PLN masjid hingga jutaan rupiah setiap bulannya.
Efisiensi biaya tersebut kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung kegiatan operasional dakwah dan sosial. Sementara itu, sistem IoT yang terpasang memungkinkan pemantauan produksi energi bersih secara real-time. Pemantauan ini dapat berlangsung hingga 20 sampai 25 tahun ke depan.
Kepala LPIW Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, menegaskan pentingnya sinergi antara nazhir profesional dan instrumen LP2BW. Sinergi ini penting untuk mempercepat komersialisasi aset wakaf produktif. Menurut dia, pengembangan sektor agribisnis dan energi terbarukan yang dijalankan Dompet Dhuafa telah membuktikan adanya efek berganda. Efek berganda ini mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi, hingga pembiayaan pendidikan berkelanjutan. Kemitraan strategis antar pemangku kepentingan melalui LP2BW diharapkan menjadi kunci utama. Kunci ini diharapkan dapat mengalirkan investasi syariah ke proyek-proyek yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org










.png)
.png)