Muhammadiyah Terima Wakaf Pesantren

By Revolusioner 05 Agu 2026, 07:28:25 WIB Wakaf
Muhammadiyah Terima Wakaf Pesantren

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id


Kiprah Persyarikatan Muhammadiyah mengelola pendidikan dipercaya publik luas, alhasil banyak yang mempercayakan bahkan mewakafkan institusi pendidikan ke Muhammadiyah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Sleman, keluarga Hj. Supraptinah mewakafkan Ponpes "King Sulaiman" di atas lahan seluas 261 meter persegi ke Muhammadiyah. Awalnya Ponpes ini di bawah jaringan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah.

Atas dedikasi dan kepercayaan wakaf ke Muhammadiyah itu, Hj. Supraptinah mendapat Wakaf Award dari Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman pada Sabtu (1/8/2026). Lahan dan bangunan yang diwakafkan ditaksir senilai Rp6 miliar kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Wakaf yang diikrarkan Hj. Supraptinah diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem untuk dikelola dan dikembangkan sebagai amal usaha yang bermanfaat bagi umat.

Aset yang diwakafkan berupa tanah seluas 261 meter persegi yang berada di Dusun Sambi, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di atas lahan tersebut telah berdiri bangunan pesantren tiga lantai yang dikenal dengan nama Pesantren King Sulaiman.

Baca Lainnya :

Hj. Supraptinah bersama keluarga memutuskan mewakafkan pesantren tersebut kepada Muhammadiyah dengan harapan lembaga yang telah dirintis dapat berkembang lebih baik di bawah pengelolaan Persyarikatan. Mereka berharap keberadaan pesantren mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an atau huffaz yang berakhlak mulia serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman, Agung Nugraha, menjelaskan bahwa pemberian Wakaf Award bukan sekadar bentuk penghargaan kepada para wakif, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat. Menurut dia, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa wakaf hanya dapat dilakukan dalam bentuk tanah atau aset bernilai besar.

Padahal, kata Agung, setiap orang memiliki kesempatan untuk berwakaf sesuai kemampuan, termasuk melalui wakaf uang. "Melalui penghargaan ini kami ingin memberikan pemahaman bahwa wakaf tidak harus berupa tanah yang luas. Wakaf uang pun dapat menjadi amal jariyah yang sangat besar manfaatnya. Salah satu contohnya adalah Gerakan Wakaf Uang sebesar Rp50.000 per bulan yang saat ini digalakkan untuk mendukung pembangunan Klinik Al Farouq Muhammadiyah Pakem," ujar dia.

Dia berharap penghargaan tersebut mampu menginspirasi lebih banyak warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan wakaf. Menurut dia, wakaf merupakan investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir selama harta yang diwakafkan memberikan manfaat bagi umat.

Selain memberikan penghargaan kepada Hj. Supraptinah, Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman juga memberikan Wakaf Award kepada Sugili Putra yang telah mewakafkan tanah seluas 384 meter persegi lengkap dengan bangunan musala di atasnya. Karena berhalangan hadir, penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan keluarga.

Momentum pemberian Wakaf Award dalam Hari Ber-Muhammadiyah Sleman 2026 menjadi pengingat bahwa gerakan wakaf tidak hanya membangun aset fisik, tetapi juga memperkuat dakwah, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan umat sebagai warisan kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan lintas generasi.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.muhammadiyah.or.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment