- Ketika Beasiswa Harus Melahirkan Integritas
- Gunung yang Tak Pernah Menjanjikan Kepulangan
- Baznas-NU Bantu Penyintas Gempa Flores
- Wakaf Produktif Antar RS Achmad Wardi Mendunia
- Rumah Zakat Atasi Krisis Air Semarang
- Baznas-Sixerhood Galang Dana Kemanusiaan
- BAZNAS Perkuat Pengentasan Kemiskinan di DIY
- Kemenag Percepat Pemulihan Pesantren Aceh
- LSP BWI Kembangkan Ekosistem Wakaf Produktif
- Pemerintah Pulihkan Status Wakaf Blang Padang
Donasi Raisa-Natasha Bantu Korban Karhutla
.png)
Keterangan Gambar : Foto: Dok. Cnnindonesia.com (Tangkapan Layar Instagram @raisa6690)
Sejumlah artis Indonesia terus menyuarakan kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan hingga Sumatra. Selain mengajak masyarakat memberikan perhatian melalui media sosial, mereka juga mengambil langkah nyata dengan menghimpun donasi untuk membantu warga terdampak sekaligus mendukung pemulihan lingkungan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan penyanyi Raisa. Dia menggalang donasi melalui pendapatan video musik terbarunya yang bertajuk Nyawa dan Harapan.
Lagu yang pertama kali dirilis pada 27 April 2016 itu kini hadir dengan video musik yang menampilkan sejumlah kondisi alam akibat karhutla. Visualnya memperlihatkan lanskap yang terdampak kebakaran, kabut asap di Sumatra Selatan, hingga orang utan yang turut merasakan dampak bencana tersebut.
Baca Lainnya :
- Turnstile Galang $250 Ribu untuk Palestina0
- Ini 11 Program Kemanusiaan Syahrini0
- The Weeknd dan WFP Bantu Gaza0
- Turnstile Konser Amal Palestina di AS0
- Ini Dia Artis Peraih Beasiswa LPDP0
Melalui unggahan di media sosial, Raisa menyampaikan bahwa pendapatan dari video musik Nyawa dan Harapan hingga 28 Oktober 2027 akan disalurkan untuk mendukung program restorasi habitat melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).
"Di setiap kehidupan ada harapan yang layak untuk dijaga," tulis Raisa di Instagram pada 28 Oktober 2026.
"Seluruh pendapatan JUNI Records dan Raisa yang dihasilkan dari music video Nyawa dan Harapan hingga 28 Oktober 2027 akan didonasikan untuk mendukung program restorasi habitat melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI)," sambung dia.
Kepedulian terhadap korban karhutla juga ditunjukkan Natasha Rizky. Dia menginisiasi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatra.
Dalam unggahan media sosial pada Sabtu (31/10), Natasha menginformasikan bahwa donasi yang terkumpul telah melampaui target. Total dana yang dihimpun mencapai lebih dari Rp224 juta dari target awal sebesar Rp150 juta.
Dia juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan telah memasuki tahap pencairan ketiga untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat terdampak.
"Terima kasih banyak untuk semua orang baik yang sudah berdonasi. Saat ini sudah memasuki pencairan tahap ketiga untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari obat-obatan hingga kebutuhan pokok," tulis dia di Threads.
Natasha turut berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses pencairan dan penyaluran donasi kepada para donatur.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih terdapat 742 hektare lahan yang terbakar akibat karhutla hingga Senin (2/11).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, kebakaran tersebut tersebar di sejumlah provinsi. Kalimantan Tengah dan Papua Selatan tercatat sebagai wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar.
"Secara nasional kami bisa menyampaikan ada 742 hektare lahan terbakar," kata Berton seperti dikutip Selasa (3/11).
Berton merinci, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 351 hektare. Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan 42 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, Papua Selatan mencatatkan lahan terbakar seluas 253 hektare atau turun 56 persen. Sulawesi Tenggara menyusul dengan luas 95 hektare, berkurang 63 persen.
Di Nusa Tenggara Timur, kebakaran melanda 16 hektare lahan atau turun 36 persen. Adapun luas lahan terbakar di Bangka Belitung mencapai delapan hektare, sedangkan Kalimantan Barat tercatat 19 hektare.
Berton menyebutkan, sebelumnya tidak ada laporan titik api di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Namun, pada Senin (2/11), kebakaran lahan justru ditemukan di kedua wilayah tersebut.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, BNPB menyiagakan total 54 armada udara. Sebanyak 22 armada digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sementara 30 helikopter disiapkan untuk pemadaman melalui metode water bombing.
"Kami lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau tetap ada standby atau dalam keadaan siap siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca," ucap dia.
Selain wilayah tersebut, BNPB juga menyiapkan dukungan udara di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya guna mengantisipasi kebutuhan penanganan kebakaran.
Berton menegaskan, kesiapsiagaan tetap dijalankan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, termasuk di daerah yang mulai diguyur hujan.
Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup masyarakat. Kepedulian yang diwujudkan melalui donasi, bantuan kebutuhan pokok, obat-obatan, hingga pemulihan habitat dapat menjadi kekuatan untuk meringankan dampak bencana. Semangat berbagi ini sejalan dengan nilai zakat dan infak: menghadirkan manfaat bagi sesama sekaligus menjaga kehidupan. Mari terus dukung gerakan filantropi yang amanah agar kepedulian hari ini menjadi harapan bagi masyarakat dan alam di masa depan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.cnnindonesia.com






.png)





.png)
.png)