Ini 11 Program Kemanusiaan Syahrini

By Revolusioner 02 Nov 2026, 03:02:32 WIB Z-Celeb
Ini 11 Program Kemanusiaan Syahrini

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Jargon “cetar membahana” kembali ramai diperbincangkan seiring kemunculan kembali Princess Syahrini di penghujung 2026, setelah tujuh tahun beristirahat dari panggung hiburan. Sosok yang dikenal dengan ungkapan khas “maju mundur syaaantiiik” itu kembali hadir dengan sejumlah gebrakan yang tidak hanya berkaitan dengan dunia hiburan, tetapi juga kegiatan kemanusiaan.

Istilah cetar membahana menggambarkan sesuatu yang besar, luar biasa, dan menghebohkan. Kata cetar merupakan tiruan bunyi cambuk atau pecut yang dipukulkan. Dalam bahasa gaul, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dahsyat, sangat cantik, atau istimewa. Sementara itu, membahana berarti bergema, berkumandang, atau terdengar luas. Ketika digabungkan, istilah yang dipopulerkan Syahrini tersebut menggambarkan penampilan, gaya busana, atau peristiwa yang menggelegar dan menarik perhatian. Sepanjang 2026, Syahrini menghadirkan sejumlah gebrakan setelah menjalani hiatus selama tujuh tahun. Berikut rangkaian aktivitasnya.

Rilis Singel Terbaru Kau yang Utama

Baca Lainnya :

Gebrakan pertama ditandai dengan peluncuran singel terbaru berjudul Kau yang Utama pada 7 Agustus 2026. Lagu tersebut dirilis melalui label rekaman miliknya, SYR Records.

Lagu ini mengisahkan rasa syukur, kepastian cinta, serta perubahan kehidupan seseorang setelah menemukan hal paling berharga dalam hidupnya. Syahrini menciptakan dan mendedikasikan lagu tersebut untuk suaminya, Reino Barack, dan putri mereka. Meski demikian, maknanya dapat diperluas untuk orang tua, sahabat, maupun Sang Pencipta.

“Iya, ini untuk keluarga. Bisa untuk suami, orang tua, anak, pacar, sahabat. Bisa juga untuk Allah. Tapi memang utamanya untuk keluarga,” kata Syahrini, dikutip dari YouTube JAK! 101 FM, Jumat (25/9/2026).

Lagu tersebut merepresentasikan fase kehidupan Syahrini yang kini menjalani peran sebagai ibu dengan sudut pandang yang lebih matang.

Aku Kembali Live in Concert

Setelah lebih dari tujuh tahun beristirahat untuk menikmati kehidupan bersama keluarga, Syahrini bersiap kembali menyapa generasi Z melalui konser bertajuk “Aku Kembali Live in Concert”.

Konser tunggal tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 1 Desember 2026, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Incess for Humanity

Setelah tujuh tahun menjauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan, Syahrini kembali hadir di hadapan publik. Bersama Dompet Dhuafa, kepulangannya bukan hanya untuk menjawab kerinduan para penggemar, tetapi juga membawa pesan yang lebih bermakna bagi masyarakat.

Di balik sosok yang dikenal dengan penampilan glamor dan gaya bicara khasnya, terdapat keinginan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Di tengah kebahagiaan menyambut babak baru kehidupannya, Syahrini turut menyoroti berbagai persoalan di Indonesia yang masih berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kondisi Indonesia saat ini sedang ‘sesuatu’. Kepedulian bukan tentang yang kita rasakan, melainkan tentang apa yang bisa kita lakukan dan berikan. Sebab, kebahagiaan lebih berarti jika dibagikan. Karena itu, melalui Incess for Humanity, mari bersama-sama peduli dan berbagi untuk sesama,” imbuh Syahrini.

Berikut sebelas program Incess for Humanity:

1. Lansia Berdaya Guna

Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus kehilangan kesempatan untuk tetap aktif dan produktif. Melalui program Lansia Berdaya Guna, Dompet Dhuafa bersama Syahrini menghadirkan pemberdayaan dan dukungan kesehatan agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sejahtera.

Program ini menempatkan kesehatan dan pemberdayaan lansia sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

2. Anak Indonesia Sehat

Pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang merupakan fondasi penting bagi kesehatan anak sejak usia dini. Melalui program Anak Indonesia Sehat, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan Pos Gizi Balita untuk pemantauan tumbuh kembang serta pemberian makanan tambahan.

Program ini juga mencakup perhatian terhadap stunting dan tuberkulosis (TBC), serta penerapan perilaku hidup bersih, sehat, dan higienis.

3. Peduli Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Melalui program Peduli Karhutla, bantuan tanggap darurat disalurkan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran.

Bantuan tersebut meliputi masker, oksigen, alat pemurni udara (air purifier), penyediaan tempat aman (safe house), serta dukungan nutrisi bagi petugas pemadam dan warga dhuafa di wilayah terdampak.

4. Beasiswa Peduli Generasi Muda

Keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menghalangi generasi muda untuk meraih cita-cita. Program Beasiswa Peduli Generasi Muda menyediakan bantuan biaya pendidikan sekaligus pendampingan berkelanjutan bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.

Melalui dukungan tersebut, penerima manfaat diharapkan dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri untuk membangun masa depan yang lebih baik.

5. Sedekah Al-Qur’an

Akses terhadap pembelajaran Al-Qur’an perlu tersedia bagi penyandang disabilitas. Melalui program Sedekah Al-Qur’an, Dompet Dhuafa mengadakan dan menyalurkan 1.000 Al-Qur’an, termasuk Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat.

Program ini bertujuan membantu penyandang disabilitas netra dan tuli memperoleh akses yang lebih inklusif terhadap pembelajaran serta penghayatan Al-Qur’an.

6. Santunan Anak Yatim

Program Santunan Anak Yatim menghadirkan pendampingan dan kegiatan berbagi kebahagiaan bagi 25 ribu anak yatim piatu. Kegiatannya meliputi Yatimpreneur, Belanja Bareng Yatim saat Ramadan, pemberian perlengkapan sekolah (school kit), serta pelatihan kemandirian.

Melalui pendekatan tersebut, kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya diwujudkan dalam bentuk santunan, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan potensi dan kemandirian mereka.

7. Indonesia Siap Siaga

Saat bencana terjadi, masyarakat membutuhkan bantuan cepat sekaligus dukungan untuk melewati masa pemulihan. Program Indonesia Siap Siaga menghadirkan aksi tanggap darurat dan mitigasi untuk membantu warga terdampak bencana.

Bentuk bantuan mencakup penyediaan Rumtara, family kit, sembako, layanan internet, safe house, masker, oksigen, dan layanan kesehatan. Berbagai dukungan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sejak situasi darurat hingga proses pemulihan (recovery).

8. M2M (Mustahik to Muzakki)

Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat membangun kemandirian dalam jangka panjang. Program M2M atau Mustahik to Muzakki mengusung pemberdayaan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan yang disiapkan meliputi pemberian modal, pelatihan, dan bantuan hidup hingga penerima manfaat mencapai kemandirian. Program ini juga menyasar kelompok seperti ibu tangguh dan kepala keluarga agar dapat memperkuat kondisi ekonomi serta memenuhi kebutuhan keluarga secara berkelanjutan.

9. Peduli Guru Ngaji

Guru ngaji di berbagai pelosok negeri memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran Al-Qur’an. Meski berkontribusi bagi masyarakat, sebagian dari mereka masih membutuhkan dukungan untuk menunjang kesejahteraan dan kegiatan mengajar.

Melalui program Peduli Guru Ngaji, para pengajar Al-Qur’an memperoleh apresiasi berupa insentif, pelatihan, dan parsel Ramadan. Dukungan tersebut menjadi bentuk penghargaan bagi mereka yang terus mengajarkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

10. Cinta Palestina

Kepedulian kemanusiaan turut menjangkau masyarakat Palestina yang terdampak konflik. Melalui program Cinta Palestina, bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, khususnya di Gaza.

Bantuan mencakup dukungan kesehatan dan food bank, serta penyaluran school kit bagi anak-anak. Program ini juga meliputi wakaf 300 Al-Qur’an untuk mendukung aktivitas ibadah masyarakat di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Berbagai bantuan tersebut mencerminkan upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pendidikan, dan menjaga kehidupan keagamaan masyarakat Palestina.

11. Berbagi Zakat Fitrah

Menjelang Idulfitri, zakat fitrah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang menghubungkan masyarakat mampu dengan mereka yang membutuhkan. Melalui program Berbagi Zakat Fitrah, zakat disalurkan secara amanah dan tepat sasaran kepada golongan yang berhak menerimanya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan sehingga penerima manfaat dapat menyambut hari kemenangan dengan lebih baik.

Kesebelas program tersebut memperlihatkan beragam bentuk kepedulian, mulai dari peningkatan kesehatan anak dan lansia, perluasan akses pendidikan, serta penguatan kemandirian ekonomi, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dan krisis kemanusiaan.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org   



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment