- Ini Dia Artis Peraih Beasiswa LPDP
- LPDP Buka Beasiswa Tahap II 2026
- Dibuka Beasiswa SMA Taruna Bhayangkara
- LAZISKU Kantongi Izin dari Kemenag
- BWI Dorong Sinergi ZIS dan Wakaf
- The Power of Communication: Ketika Komunikasi Menjadi Kekuatan Kepemimpinan
- Filantropi, Solusi Dampak Disrupsi Teknologi
- Palestina, Macklemore dan Musik Sebagai Alat Perjuangan Kemanusiaan
- Baznas Majalengka Perkuat Pemberdayaan Petani
- Ketika Hutan Terbakar, Filantropi Islam Harus Ikut Menjaga
BWI Dorong Sinergi ZIS dan Wakaf

Keterangan Gambar : Foto: Bwi.go.id
Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong penguatan pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan wakaf (ziswaf) secara terintegrasi. Sinergi antar-instrumen dana sosial keagamaan Islam ini dinilai menjadi kunci utama untuk memperluas cakupan pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Pesan tersebut ditegaskan oleh Sekretaris BWI, H. Anas Nasikhin, M.Si, saat menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk "Pemberdayaan Ekonomi Produktif melalui Optimalisasi Dana ZISWAF". Acara ini berlangsung dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Surabaya, Jatim, Sabtu (26/9/2026).
Kunci Utama Sinergi Ekosistem Ziswaf
Baca Lainnya :
- Wakaffee, Inovasi Wakaf Produktif ITS0
- Bangun Masjid, Mentan Wakaf Rp1 Triliun0
- Kampung Reforma Agraria Berbasis Wakaf0
- Pidana, Ubah Tanah Wakaf Jadi SHM0
- Sembilan Daerah Jadi Kota Wakaf 0
Dalam pemaparannya, Anas menekankan bahwa masing-masing instrumen, baik zakat, wakaf, infak, maupun sedekah, memiliki fungsi spesifik dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. Namun, dampaknya akan jauh lebih optimal jika dikelola dalam satu semangat kolaborasi yang terpadu.
"Zakat, wakaf, infak, dan sedekah tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Kita mesti mengelolanya secara bersama-sama demi mewujudkan kemaslahatan umat yang mandiri dan berdaya," tegas dia di hadapan para peserta.
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) ekosistem ZISWAF se-Jawa Timur. Di antaranya perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), BWI daerah, pengurus Baitul Maal masjid se-Surabaya Raya, kalangan akademisi, pelaku UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, lembaga keuangan syariah (Bank Syariah dan KSPPS/BMT), hingga organisasi kemasyarakatan.
Dorong Pengelolaan Profesional dan Wakaf Produktif
Lebih lanjut, Anas menggarisbawahi pentingnya mentransformasi pengelolaan ZISWAF menjadi lebih profesional dan berbasis produktivitas. Khusus pada sektor wakaf, BWI berfokus pada pengembangan wakaf uang serta pemanfaatan aset wakaf secara produktif.
Peningkatan kompetensi dan profesionalisme para pengelola wakaf (nazhir) menjadi prioritas agar aset yang dikelola mampu memberi kontribusi nyata bagi sektor riil dan kesejahteraan publik.
Untuk mewujudkan ekosistem ZISWAF produktif yang tangguh, BWI menetapkan beberapa pilar utama tata kelola. Pertama, amanah, transparan, dan akuntabel, yakni membangun kepercayaan publik melalui pelaporan yang terbuka. Kedua, pemetaan dan mitigasi risiko, dengan menganalisis kebutuhan lapangan serta meminimalkan potensi risiko pengelolaan. Ketiga, pendampingan dan akses pasar, berupa pembinaan berkelanjutan serta membukakan jalan pemasaran bagi penerima manfaat (UMKM). Keempat, pengukuran dampak (impact measurement), guna memastikan setiap program pemberdayaan memberikan perubahan ekonomi yang terukur.
Melalui penguatan kelembagaan dan pengembangan aset wakaf produktif ini, BWI optimistis wakaf tidak hanya terjaga nilai pokoknya, tetapi juga mampu menghasilkan kemanfaatan sosial-ekonomi yang lebih luas dan berkesinambungan bagi masyarakat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.bwi.go.id










.png)
.png)