Beasiswa S2 India di Unipdu Jombang

By Revolusioner 25 Okt 2026, 04:54:06 WIB Z-Academy
Beasiswa S2 India di Unipdu Jombang

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Beritajatim.com


Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan India untuk memperluas akses pendidikan internasional bagi mahasiswa dan meningkatkan kompetensi tenaga pengajar.

Inisiatif ini mencakup rencana beasiswa pendidikan magister (S2) bagi lulusan perguruan tinggi serta program kursus singkat (short course) di India bagi dosen.

Upaya memperkuat kolaborasi akademik tersebut mengemuka dalam kegiatan nonton bareng (nobar) film 3 Idiots bersama Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur, Manoj Bhat, di Theater Room Unipdu Jombang. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa itu sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya dan diskusi mengenai filosofi pendidikan di Indonesia dan India.

Baca Lainnya :

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan, H. M. Zahrul Azhar, S.IP., M.Kes, mengatakan kunjungan Manoj Bhat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara, terutama dalam bidang pendidikan dan teknologi.

Menurut Gus Hans, panggilan akrab Zahrul Azhar, pertemuan tersebut membuka pembicaraan mengenai sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari penjajakan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU), pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di India, hingga pengiriman dosen Unipdu untuk mengikuti program short course.

Terkait rencana beasiswa, dia menjelaskan bahwa calon peserta harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris sesuai standar yang ditentukan. Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan lulusan untuk melanjutkan studi sekaligus memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional.

Gus Hans menilai India memiliki potensi besar sebagai mitra pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang teknologi informasi (IT). Negara tersebut dikenal memiliki banyak tenaga ahli dan perusahaan teknologi yang berkontribusi terhadap perkembangan industri digital global.

Karena itu, kerja sama dengan India dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain membahas peluang kerja sama pendidikan, kegiatan tersebut juga menghadirkan perspektif mengenai sistem pembelajaran melalui film 3 Idiots. Film India yang dibintangi Aamir Khan itu mengangkat kisah tiga mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik dan sistem pendidikan yang terlalu berorientasi pada prestasi formal.

"Pemilihan film tersebut didasarkan pada nilai-nilai filosofis yang relevan dengan pengembangan pendidikan tinggi. Pendidikan harus mendorong pemahaman, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar menuntut mahasiswa menghafal materi atau mengikuti aturan tanpa memahami esensinya," ujar Gus Hans.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Manoj Bhat mengenai kedekatan hubungan Indonesia dan India. Dia menyebut kedua negara memiliki banyak kesamaan dalam keberagaman masyarakat dan budaya, sehingga hubungan antarkedua negara dapat terus diperkuat melalui interaksi langsung, termasuk di lingkungan pendidikan.

"Indonesia dan India adalah dua negara sahabat. Sahabat yang saya bisa berani bilang banyak yang bersama, banyak sekali. Kalau Anda pergi ke India, Anda akan benar-benar kaget, kok enggak ada yang anggap saya asing?" ujar Manoj.

Manoj juga mengundang mahasiswa untuk datang ke India dan mengenal secara langsung kehidupan masyarakat serta kebudayaan negara tersebut. Pertukaran pengalaman semacam ini dinilai dapat membantu membangun pemahaman lintas budaya sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara. "Saya undang semua teman-teman, ayo mari ke India bisa lakukan sendiri, bisa melihat sendiri," lanjut pria berperawakan tinggi ini.

Sementara itu, Rektor Unipdu Jombang, Dr. dr. H.M. Zulfikar As'ad, M.MR, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Manoj Bhat. Dia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan, tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman budaya dan diskusi bersama narasumber internasional.

Zulfikar mengingatkan mahasiswa agar aktif memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan pengetahuan dan kedewasaan berpikir. Menurut dia, pengalaman berdiskusi dan bertukar gagasan dengan sesama mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.

Dia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak seharusnya hanya menjalani rutinitas kuliah dan langsung pulang, melainkan perlu terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan diri.

"Melalui penjajakan kerja sama dengan India, Unipdu Jombang berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional dan membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rencana beasiswa S2 dan program pengembangan dosen menjadi bagian dari peluang kolaborasi yang masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan dan mekanisme kerja sama lebih lanjut," ujar Gus Ufik, panggilan akrabnya.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.beritajatim.com 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment