Maroko Perluas Beasiswa Santri dan Ulama

By Revolusioner 24 Okt 2026, 05:06:59 WIB Internasional
Maroko Perluas Beasiswa Santri dan Ulama

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kemenag.go.id


Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pemerintah Kerajaan Maroko terus memperluas akses beasiswa bagi santri dan kader ulama Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di Maroko. Program Beasiswa Kerajaan Maroko tahun 2026 kembali dibuka melalui kerja sama dengan Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) dan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Indonesia .

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyatakan bahwa program ini menjadi jalur strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi internasional bagi generasi muda Indonesia, khususnya lulusan madrasah, pendidikan diniyah formal, satuan pendidikan muadalah, serta SMA dan SMK sederajat.

"Beasiswa Kerajaan Maroko bukan sekadar kesempatan melanjutkan studi di luar negeri, tetapi juga ruang pembentukan kader intelektual muslim Indonesia yang memiliki kompetensi akademik, penguasaan bahasa Arab, serta wawasan keislaman yang moderat dan berdaya saing global," ujar dia .

Baca Lainnya :

Pada tahun 2026, AMCI menyediakan kuota sebanyak 50 beasiswa melalui Kemenag. Seleksi dilakukan secara transparan dan objektif melalui dua tahap, yakni Computer Based Test (CBT) untuk mengukur kemampuan bahasa Arab serta wawancara yang menguji hafalan Al-Qur'an, qiraatul kutub, wawasan keislaman, dan wawasan kebangsaan .

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menjelaskan bahwa CBT menjadi instrumen awal untuk mengukur kemampuan bahasa Arab peserta yang merupakan syarat utama mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi Maroko.

"Seleksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Timur Tengah. Kemampuan bahasa Arab menjadi aspek fundamental karena akan menentukan keberhasilan mereka dalam mengikuti proses akademik di kampus tujuan," jelas dia .

Selain jalur Kemenag, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) juga membuka Program Beasiswa Maroko Tahun Akademik 2026–2027 bekerja sama dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko (Wizarotul Awqaf). Program ini ditujukan untuk mencetak kader santri yang berwawasan global namun tetap berakar pada tradisi keilmuan pesantren .

Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, menegaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan komitmen ke-NU-an. "Beasiswa ini bertujuan menyiapkan kader santri agar mampu berkiprah di dunia internasional dengan tetap berpijak pada tradisi keilmuan pesantren," ujar dia .

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.kemenag.go.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment