- Kota yang Menitipkan Doa
- Zakat Saham di Tengah Perang Bursa
- Kedermawanan Elon Musk dan Ketimpangan yang Tetap Bertahan
- Muhammadiyah Perluas Akses Beasiswa
- UI Perpanjang Beasiswa via Hibah Rp70 M
- 170 Keluarga Cirebon Terima Air Bersih
- Rumah Zakat Bentuk Destana Huta Godang
- Rumah Syaamil Gandeng DT Peduli Bantu NTT
- Muslimat NU Perkuat Layanan Bantuan Hukum
- Kiai Syukron Jadi Teladan Dakwah Umat
Muhammadiyah Perluas Akses Beasiswa

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id
Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) mendorong kolaborasi aktif dengan berbagai pihak untuk membuka lebih banyak kesempatan beasiswa. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama MSA, Muhammad Taufiqurrahman, yang menjadi salah satu panelis dalam agenda Global Scholarship Summit (GSS) 2026 dengan tajuk "Funding the Future: Connecting Capital, Institution, and Talents" di Jakarta pada Kamis (15/10).
GSS merupakan forum eksklusif yang mempertemukan penyedia dana global, unsur pemerintah, dunia usaha, filantropi, dan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia (AJBI). Taufiqurrahman menyebut keterlibatan MSA dalam forum itu membuktikan dia sebagai pihak yang dipercaya dalam forum dialog lintas sektor untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas peluang pengembangan ekosistem beasiswa Indonesia.
Menyinggung program beasiswa, Taufiqurrahman menjelaskan beasiswa harus dibuat sesuai dengan tujuannya. Menurut dia, keberhasilan beasiswa akan terlihat saat terjadinya keselarasan antara kompetensi penerima dengan kebutuhan masyarakat. "Merancang beasiswa perlu mempertimbangkan hasil yang ingin dicapai setelah penerima menyelesaikan program beasiswa," sebut dia.
Baca Lainnya :
- UI Perpanjang Beasiswa via Hibah Rp70 M0
- RSB Jabar Latih Pelajar Kesehatan Mental0
- Santri Karawang Berkarya via Komik0
- Baznas Bekasi Salur Beasiswa Rp1,028 M 0
- Ada Beasiswa S2 di STAI Sadra0
Di samping itu, Taufiqurrahman membeberkan MSA, selain mengemban amanah Pimpinan Pusat (PP) sebagai penyalur bantuan pendidikan, juga menjadi perencana dan pengembang talenta khusus di lingkungan Muhammadiyah. "Upaya ini mencakup pengembangan sumber daya manusia di 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta 5.346 satuan pendidikan Muhammadiyah," ujar dia.
Pengembangan talenta khusus, menurut Taufiqurrahman, juga perlu menjangkau tidak hanya pada pembiayaan gelar formal S1, S2, dan S3, sebaliknya mencakup pendidikan vokasi serta literasi kecerdasan buatan dan sebagai sistem yang menghubungkan talenta, pendidikan, pendanaan, dan hasil di dunia kerja. Taufiqurrahman mengungkap untuk mewujudkan pendanaan yang lebih luas perlu diusahakan berbagai cara, termasuk melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, juga wakaf serta kolaborasi dengan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Di akhir, sebagai tindak lanjut dari forum, Taufiqurrahman menyingkap dua rencana strategis, yakni pengorganisasian funding sebagai kolaborasi dengan dunia usaha dan pelembagaan akses informasi beasiswa secara menyeluruh. Perihal akses informasi beasiswa, Taufiqurrahman menyambut kedatangan SatuBeasiswa, portal yang menghubungkan pencari beasiswa dengan pemberi beasiswa yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sementara itu, Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie, membeberkan portal SatuBeasiswa ditujukan untuk wadah transparansi informasi beasiswa kepada masyarakat dan memudahkan pemberi beasiswa mempublikasikan programnya. "Melalui SatuBeasiswa, kami ingin memperlihatkan secara transparan kepada masyarakat bahwa kesempatan itu ada. Jangan sampai putus harapan," ujar Stella Christie.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.muhammadiyah.or.id












.png)
.png)