- Akademizi Dampingi Audit Syariah untuk LAZ Ulil Albab
- BAZNAS Luncurkan 29 Program Ramadan
- BAZNAS dan Media Kolaborasi Perkuat Literasi Zakat
- Tagline Ramadan BAZNAS RI “Zakat Menguatkan Indonesia”
- Kemenimipas Bantu Penyintas Banjir di Padang
- Lazismu Terapkan Tata Kelola Profesional Zakat Produktif
- Lazismu Jember Perkuat Kolaborasi Penghimpunan
- Masjid PB Soedirman dan Lazismu Galang Dana untuk Sumatra
- Zakat Sukses dan PT Agrinas Bantu Penyintas Banjir Cilegon
- Komunitas Musik Indie Bantu Sumatra via DD
BAZNAS dan Media Kolaborasi Perkuat Literasi Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan peran strategis media dalam meningkatkan literasi masyarakat sekaligus membangun pemahaman zakat sebagai bagian dari arsitektur pembangunan nasional, bukan sekadar aktivitas filantropi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Z-Talk
merupakan forum dialog tatap muka antara pimpinan BAZNAS RI dengan para
pimpinan dan praktisi media massa. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya
memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS dan insan pers, sekaligus
mendorong peningkatan motivasi serta produktivitas kerja.
Acara
tersebut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin
Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., Pemimpin
Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin,
publik figur Fairuz A. Rafiq, serta wartawan media nasional dan kalangan
mahasiswa.
Baca Lainnya :
- Tagline Ramadan BAZNAS RI “Zakat Menguatkan Indonesia”0
- Persis Peduli Evakuasi Korban Longsor Cisarua0
- Relawan Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Darurat di Aceh 0
- IHH Kirim 13 Truk Bantuan untuk Korban Konflik di Sudan0
- PT Telkom dan LAZ Harfa Berdayakan Masyarakat lewat Ketahanan Pangan 0
Dalam
forum tersebut, Dr. H. Rizaludin Kurniawan memaparkan strategi penghimpunan
dana zakat yang dijalankan BAZNAS RI. Ia menjelaskan bahwa penguatan
penghimpunan dilakukan melalui komunikasi yang masif dan berkelanjutan, serta
perluasan kanal pembayaran. Saat ini, BAZNAS telah menggandeng lebih dari 120
kanal digital, puluhan lembaga perbankan, serta membentuk Unit Pengumpul Zakat
(UPZ) di berbagai komunitas, platform, dan institusi pendidikan.
Ia
menambahkan bahwa perbaikan menyeluruh pada aspek layanan dan komunikasi
berdampak positif terhadap loyalitas donatur. Dalam dua tahun terakhir, tingkat
retensi donatur yang sempat terhenti berhasil dipertahankan hingga sekitar 60
persen.
Sementara
itu, Saidah Sakwan menekankan bahwa optimalisasi penghimpunan zakat harus
dibarengi dengan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran
serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyoroti masih tingginya
jumlah penduduk miskin di Indonesia, yang mencapai sekitar 25,4 juta jiwa,
terutama pada kelompok miskin ekstrem.
Menurutnya,
tujuan akhir dari seluruh program BAZNAS adalah mendorong mustahik keluar dari
garis kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.
Pemimpin
Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menilai zakat memiliki peran penting dalam
sistem ekonomi modern sebagai instrumen distribusi kekayaan yang mampu menekan
ketimpangan sosial dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia menegaskan
bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban agama, tetapi
juga sebagai mekanisme penyaluran likuiditas langsung kepada masyarakat bawah.
Ia
juga menekankan pentingnya peran media dalam membangun narasi zakat sebagai
solusi pembangunan. Menurutnya, BAZNAS perlu diposisikan di mata publik bukan
hanya sebagai lembaga filantropi, melainkan sebagai institusi pembangunan
sosial dan ekonomi yang bekerja secara terstruktur dan terukur.
Senada
dengan itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan bahwa
media dan lembaga filantropi memiliki peran serupa dalam membangun serta
menjaga kepercayaan publik. Ia menilai zakat merupakan potensi sosial besar
yang dapat menjadi instrumen distribusi keadilan, penguatan ekonomi umat,
sekaligus pilar ketahanan sosial.
Ia
menambahkan, media tidak cukup hanya berperan sebagai peliput, tetapi juga
perlu menjadi penggerak kesadaran publik dalam memosisikan zakat sebagai solusi
konkret atas persoalan sosial dan ekonomi.
Melalui
forum Z-Talk ini, BAZNAS RI dan insan media sepakat untuk memperkuat kolaborasi
dalam membangun narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan
tantangan pembangunan nasional, guna mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan
berkeadilan.
Kontributor:
Wilsa Dara
Editor:
MAS
Sumber: Baznas.go.id

1.png)






.jpg)
.png)
.png)