BAZNAS dan Media Kolaborasi Perkuat Literasi Zakat

By Revolusioner 03 Feb 2026, 12:32:40 WIB Nasional
BAZNAS dan Media Kolaborasi Perkuat Literasi Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan peran strategis media dalam meningkatkan literasi masyarakat sekaligus membangun pemahaman zakat sebagai bagian dari arsitektur pembangunan nasional, bukan sekadar aktivitas filantropi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Z-Talk merupakan forum dialog tatap muka antara pimpinan BAZNAS RI dengan para pimpinan dan praktisi media massa. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS dan insan pers, sekaligus mendorong peningkatan motivasi serta produktivitas kerja.

Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, publik figur Fairuz A. Rafiq, serta wartawan media nasional dan kalangan mahasiswa.

Baca Lainnya :

Dalam forum tersebut, Dr. H. Rizaludin Kurniawan memaparkan strategi penghimpunan dana zakat yang dijalankan BAZNAS RI. Ia menjelaskan bahwa penguatan penghimpunan dilakukan melalui komunikasi yang masif dan berkelanjutan, serta perluasan kanal pembayaran. Saat ini, BAZNAS telah menggandeng lebih dari 120 kanal digital, puluhan lembaga perbankan, serta membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai komunitas, platform, dan institusi pendidikan.

Ia menambahkan bahwa perbaikan menyeluruh pada aspek layanan dan komunikasi berdampak positif terhadap loyalitas donatur. Dalam dua tahun terakhir, tingkat retensi donatur yang sempat terhenti berhasil dipertahankan hingga sekitar 60 persen.

Sementara itu, Saidah Sakwan menekankan bahwa optimalisasi penghimpunan zakat harus dibarengi dengan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyoroti masih tingginya jumlah penduduk miskin di Indonesia, yang mencapai sekitar 25,4 juta jiwa, terutama pada kelompok miskin ekstrem.

Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh program BAZNAS adalah mendorong mustahik keluar dari garis kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menilai zakat memiliki peran penting dalam sistem ekonomi modern sebagai instrumen distribusi kekayaan yang mampu menekan ketimpangan sosial dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban agama, tetapi juga sebagai mekanisme penyaluran likuiditas langsung kepada masyarakat bawah.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam membangun narasi zakat sebagai solusi pembangunan. Menurutnya, BAZNAS perlu diposisikan di mata publik bukan hanya sebagai lembaga filantropi, melainkan sebagai institusi pembangunan sosial dan ekonomi yang bekerja secara terstruktur dan terukur.

Senada dengan itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan bahwa media dan lembaga filantropi memiliki peran serupa dalam membangun serta menjaga kepercayaan publik. Ia menilai zakat merupakan potensi sosial besar yang dapat menjadi instrumen distribusi keadilan, penguatan ekonomi umat, sekaligus pilar ketahanan sosial.

Ia menambahkan, media tidak cukup hanya berperan sebagai peliput, tetapi juga perlu menjadi penggerak kesadaran publik dalam memosisikan zakat sebagai solusi konkret atas persoalan sosial dan ekonomi.

Melalui forum Z-Talk ini, BAZNAS RI dan insan media sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional, guna mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan.

Kontributor: Wilsa Dara

Editor: MAS

Sumber: Baznas.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment