Relawan Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Darurat di Aceh

By Revolusioner 27 Jan 2026, 10:16:08 WIB Nasional
Relawan Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Darurat di Aceh

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lazismu.org


Sisa lumpur banjir masih menutupi Desa Sunting, Kabupaten Aceh Tamiang. Di tengah kondisi tersebut, sekelompok relawan kemanusiaan dari Jawa Timur tampak aktif menghidupkan suasana belajar anak-anak di bawah tenda sederhana yang difungsikan sebagai sekolah darurat.

Para relawan tersebut merupakan kolaborasi dari MDMC Jawa Timur, Lazismu Jawa Timur, serta akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadiran mereka di lokasi terdampak banjir bandang merupakan bagian dari misi kemanusiaan dalam Program Indonesia Siaga.

Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan Muhammadiyah yang mendampingi anak-anak penyintas bencana. Apresiasi tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung kegiatan sekolah darurat di Desa Sunting, Jumat (23/1/2026). Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian MDMC Jawa Timur dalam memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.

Baca Lainnya :

Urgensi kehadiran relawan ini diperkuat oleh hasil riset lapangan yang menunjukkan besarnya dampak bencana. Sebanyak 438 kepala keluarga terdampak di dua desa, yakni 203 KK di Desa Serba dan 235 KK di Desa Sunting. Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus, meliputi 96 balita dan 108 lansia.

Dukungan moril juga disampaikan oleh Sekretaris II TP PKK Pusat, Susana Harijani, yang turut mendampingi kunjungan ke lokasi. Ia menyatakan dukungannya terhadap kerja kolaboratif para relawan serta berharap amal kemanusiaan tersebut mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sektor pendidikan menjadi fokus utama intervensi relawan Jawa Timur. Data lapangan mencatat lima fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, termasuk satu unit Madrasah Ibtidaiyah swasta di Dusun Tanjung yang rusak berat dengan kondisi atap roboh total. Sementara itu, sekolah lainnya mengalami kerusakan sedang hingga kehilangan sarana belajar akibat terseret banjir.

Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran tujuh tenaga pendidik sukarela dari Muhammadiyah memastikan anak-anak tetap dapat belajar meski dalam kondisi darurat. Aktivitas belajar dilakukan dengan durasi sekitar dua jam per hari akibat cuaca ekstrem dan debu yang masih pekat, namun cukup untuk menjaga rutinitas dan semangat anak-anak selama masa pemulihan.

Upaya ini turut diperkuat dengan pemenuhan sarana pendukung pembelajaran sesuai kebutuhan siswa, seperti penyaluran 200 paket School Kit, penyediaan meja lipat, serta tikar untuk menunjang kenyamanan belajar.

Tidak hanya fokus pada pendidikan, kolaborasi relawan juga mencakup layanan kesehatan rutin guna mencegah merebaknya penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit yang mulai dialami para pengungsi.

Melalui sinergi antara Lazismu Jawa Timur, MDMC, dan unsur Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), para relawan menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan yang tulus, kolaboratif, dan berbasis data mampu menjadi kekuatan bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit serta merajut kembali mimpi-mimpi yang sempat terhenti akibat bencana.

Kontributor: Wilsa

Editor: MAS

Sumber: Lazismu.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment