Ambulans DD Evakuasi Warga Gaza

By Revolusioner 21 Jul 2026, 12:51:18 WIB Palestina
Ambulans DD Evakuasi Warga Gaza

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Ambulans Dompet Dhuafa (DD) kembali menjalankan misi kemanusiaan dengan mengevakuasi korban serangan udara Israel di Gaza Utara. Di tengah rentetan serangan yang menyasar kawasan permukiman dan kamp pengungsian, tim medis berupaya memastikan para korban segera memperoleh penanganan darurat di fasilitas kesehatan.

Salah satu serangan terbaru menghantam pos pemeriksaan di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza Utara. Insiden tersebut menyebabkan belasan orang meninggal dunia di Jalur Gaza dalam dua hari terakhir.

Berdasarkan keterangan otoritas kesehatan setempat pada Kamis (16/07/2026), serangan tersebut kembali meningkatkan ketegangan di tengah konflik yang masih berlangsung. Serangan udara dilaporkan hampir terjadi setiap hari meskipun kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas telah berjalan selama beberapa bulan.

Baca Lainnya :

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengidentifikasi salah satu korban meninggal sebagai Kolonel Mohammed Marwan Salem, Kepala Kantor Polisi Jabaliya. Dia dilaporkan meninggal bersama sejumlah petugas dan personel kepolisian saat menjalankan tugas ketika serangan Israel menghantam pos polisi di kawasan Al-Falouja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia, pada Rabu (15/07/2026).

Menurut keterangan para saksi kepada Anadolu, serangan dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan menyasar pos polisi yang berada di tengah kawasan padat tenda pengungsian serta pusat evakuasi sementara warga Palestina.

Di tengah situasi tersebut, ambulans Dompet Dhuafa tetap menjalankan tugas kemanusiaan dengan mengevakuasi korban dari berbagai lokasi terdampak menuju rumah sakit maupun titik layanan darurat.

“Ambulans Dompet Dhuafa terus memberikan layanan evakuasi terhadap korban serangan Israel di Gaza Utara,” ujar dia.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel dilaporkan meningkatkan operasi yang menyasar personel keamanan Hamas serta fasilitas kepolisian di Jalur Gaza. Sumber kepolisian Palestina menyebutkan puluhan petugas kepolisian telah kehilangan nyawa sejak Oktober 2023 akibat serangkaian serangan tersebut.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk akibat blokade berkepanjangan yang semakin diperparah oleh eskalasi konflik sejak Oktober 2023. Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur secara luas, konflik tersebut juga memunculkan perdebatan dalam hukum internasional mengenai batas antara kombatan militer dan aparat sipil dalam situasi perang.

Berdasarkan data kementerian terkait, sebanyak 1.110 warga Palestina dilaporkan meninggal dan 3.599 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025. Selain itu, sekitar 800 jenazah tambahan ditemukan dalam periode yang sama. Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023 jumlah korban meninggal akibat operasi militer Israel mencapai 73.233 orang, sementara 173.707 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment