- Beasiswa Zakat Jangkau 300 Mahasiswa
- 40 Tahun Islamic Relief Bina Yatim Dunia
- Filantropi UNICEF-IsDB Bidik Mustahik Anak
- Anak-Anak Darfur di Titik Kritis
- Lentera Kaum Dhuafa
- BAZNAS Kirim Kurban Palestina ke Suriah
- YBM PLN IZI Riau Gelar Khitan Massal
- Rumah Zakat Bantu Lansia Balikpapan
- Muharam Simpan Sejarah Agung Kenabian
- PBNU Didorong Bentuk Baitul Mal
40 Tahun Islamic Relief Bina Yatim Dunia

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Islamic-relief.org
Tahun 2026 menandai 40 tahun perjalanan program Sponsorship Anak Yatim yang dijalankan Islamic Relief. Selama empat dekade, lembaga kemanusiaan ini berupaya membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang kehilangan salah satu maupun kedua orang tuanya.
Berkat dukungan para sponsor dan donatur, tim Islamic Relief di berbagai negara mampu membantu menyelamatkan sekaligus mengubah kehidupan anak-anak rentan dengan mendampingi mereka sejak masa kanak-kanak hingga memasuki usia dewasa.
Sepanjang tahun 2026, Islamic Relief akan memperingati perjalanan program tersebut dengan membagikan berbagai kisah inspiratif dari berbagai belahan dunia mengenai anak-anak yatim yang berhasil berkembang berkat dukungan para donatur.
Baca Lainnya :
- Filantropi UNICEF-IsDB Bidik Mustahik Anak 0
- Anak-Anak Darfur di Titik Kritis0
- IFRC Kirim Donasi Ebola ke Kongo0
- KMI Hiroshima Makmurkan Masjid0
- Presiden Erdogan Apresiasi Kiprah Kemanusiaan Kizilay0
Islamic Relief berupaya mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak di berbagai negara. Melalui dana yatim yang dihimpun, lembaga ini menyediakan ruang aman ramah anak, layanan kesehatan dasar, bantuan air bersih dan pangan, serta akses pendidikan yang berkualitas.
Selain itu, Islamic Relief juga memberdayakan komunitas, mendukung penghidupan keluarga, dan mengembangkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan serta berbagai persoalan serius seperti perdagangan manusia, pekerja anak, dan pernikahan dini maupun pernikahan paksa.
Program ini pertama kali diluncurkan pada 1986 sebagai bagian dari Muslim Yateem and Widows Fund dengan fokus membantu anak-anak di Afghanistan. Seiring waktu, program tersebut berkembang pesat hingga menjangkau 85.500 anak yatim di 27 negara, termasuk Gaza, Sudan, Albania, Kenya, dan Pakistan.
Pada Oktober 1997, program tersebut berkembang menjadi Orphan Welfare Programme yang memberikan dukungan kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian, sekaligus bantuan jangka panjang berupa pendidikan, layanan kesehatan, dan penguatan ekonomi bagi wali anak yatim.
Kemudian pada 1999, sistem sponsorship individu mulai diterapkan di Tepi Barat dan Gaza. Melalui program ini, anak-anak yatim dan keluarga mereka memperoleh bantuan pangan, tempat tinggal, pakaian, layanan kesehatan, pendidikan, serta dukungan akademik.
Pada 2003, Islamic Relief menjadi salah satu dari sedikit lembaga kemanusiaan internasional yang tetap menyalurkan bantuan saat perang di Irak berlangsung. Saat itu, lebih dari 1.000 anak yatim di Irak menerima dukungan dari Islamic Relief.
Seiring berjalannya waktu, Program Sponsorship Anak Yatim berkembang menjadi salah satu program global terbesar yang kini mendampingi lebih dari 85.500 anak yatim di 27 negara.
Program ini tidak hanya membantu mengubah kehidupan mereka, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Mendukung anak-anak yatim menjadi bagian penting dari misi Islamic Relief dalam mengurangi kemiskinan di berbagai negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, program Sponsorship Anak Yatim terus diperluas, termasuk di Gaza yang menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan mendesak. Saat ini Islamic Relief mendampingi lebih dari 21.000 anak yatim di Gaza.
Islamic Relief menilai masih ada jutaan anak di berbagai belahan dunia yang hidup dalam kemiskinan dan kesulitan memperoleh kebutuhan dasar serta hak-hak mereka. Kondisi tersebut membuat mereka rentan terhadap buta huruf, penyakit, pekerja anak, kemiskinan berkepanjangan, hingga kematian.
Melalui dukungan para donatur, semakin banyak anak yatim yang berpeluang memperoleh kehidupan yang lebih layak dan masa depan yang lebih cerah.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.islamic-relief.org










.png)
.png)