- Pesepeda Tebar Takjil di Sudirman
- Ramadan di Masjid Fathullah: Iftar, Tarawih, hingga Iktikaf
- Tangki Air Rahmat
- RZ dan LAZ PLN Tebar Kado Lebaran untuk Yatim
- Amalan Sunah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
- BAZNAS dan Blibli Hadirkan Program Paket Ramadan Bahagia
- Kepak Perahu Bersayap Malaikat
- Zakat dan Tanggung Jawab Sosial di Tengah Bencana
- BAZNAS Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kembangan
- UIN Jakarta Salurkan Donasi Rp117 Juta bagi Korban Bencana
Tangki Air Rahmat
Oleh: Daffa Atha

Keterangan Gambar : Foto: Asistensi ChatGPT
Rahmat menatap kalender dinding dengan kacamata yang agak turun dari batang hidungnya. Tanggal-tanggal di bulan Ramadan itu terlihat seperti sedang berbaris rapi, menunggu seseorang untuk bergerak. Dan seseorang itu, tentu saja, adalah Rahmat.
Di usianya yang tidak lagi bisa
disebut muda bahkan oleh orang yang sangat dermawan sekalipun, Rahmat masih
saja sibuk menjadi aktivis filantropi. Teman-temannya sering bercanda bahwa
Rahmat sudah seperti mobil tua, kadang berderit, tapi kalau sudah jalan, sulit
dihentikan.
“Mas Rahmat, jadwalnya padat
lagi,” kata seorang relawan muda sambil menyerahkan selembar daftar kegiatan.
Baca Lainnya :
- Kepak Perahu Bersayap Malaikat0
- Oli Filantropi Bengkel Surgawi0
- Senyum yang Berhembus Menyeberangi Laut0
- Kardus-Kardus Asa 0
- Sungai Rahmat Suscia Rahmani0
Rahmat membaca sambil
mengangguk-angguk seperti dosen yang pura-pura paham skripsi mahasiswanya.
Hari itu ia ikut dalam penyaluran
bantuan program Solidaritas Ramadan yang digagas NU Care-LAZISNU bersama Shopee
Barokah. Bantuan berupa 40 tangki air bersih dan ratusan paket perlengkapan
sekolah akan disalurkan ke wilayah yang terdampak bencana di Aceh dan Jawa
Tengah.
Rahmat menghela napas kecil.
“Empat puluh tangki air,”
gumamnya. “Kalau semuanya diisi kopi, mungkin saya bisa lembur tiga hari.”
Relawan di sebelahnya tertawa.
Rahmat memang punya kebiasaan bercanda di saat orang lain sedang serius.
Katanya, kalau kerja sosial terlalu tegang, nanti yang butuh ditolong malah
ikut stres.
Perjalanan menuju lokasi
penyaluran tidak selalu mudah. Rahmat pernah merasakan naik mobil bak terbuka
yang suspensinya seolah diciptakan khusus untuk menguji ketabahan manusia.
Pernah juga berjalan kaki melewati jalan becek yang membuat sepatunya berubah
warna menjadi cokelat permanen.
Namun Rahmat selalu punya alasan
sederhana untuk tetap datang.
“Kalau bukan kita yang datang,
siapa lagi?” katanya suatu kali.
Bantuan yang mereka bawa akhirnya
sampai juga di Aceh Tamiang. Tangki-tangki air berdiri berjajar seperti
prajurit yang baru selesai apel pagi. Anak-anak mulai berdatangan dengan wajah
penasaran.
Di salah satu sudut, seorang anak
bernama Aji menerima paket perlengkapan sekolah. Buku tulisnya masih bau kertas
baru.
“Iya, senang. Senang banget,”
kata Aji sambil tersenyum lebar.
Rahmat memperhatikan anak itu
seperti seseorang yang baru saja menemukan alasan kenapa punggungnya masih rela
pegal.
“Iya, buat sekolah. Terima kasih
LAZISNU dan Shopee untuk buku-bukunya yang baru,” tambah Aji.
Rahmat mendekat lalu berjongkok.
Gerakan itu sedikit lambat karena lututnya kadang suka berdiskusi sendiri.
“Belajar yang rajin ya,” kata
Rahmat.
Aji mengangguk dengan kesungguhan
yang hanya dimiliki anak-anak kelas enam.
Sementara itu, di sekitar masjid
desa, Rahmat juga sempat melihat anak-anak yang belajar mengaji di TPQ.
Bangunannya sederhana, bahkan tikarnya terlihat seperti sudah melewati banyak
musim Ramadan.
Tapi suara mereka membaca
Al-Qur’an terdengar sangat semangat.
Rahmat tersenyum.
“Mas Rahmat, capek?” tanya
seorang relawan.
Rahmat mengangkat bahu.
“Capek itu biasa,” jawabnya.
“Yang luar biasa itu kalau kita berhenti peduli.”
Ia lalu berdiri pelan-pelan,
menepuk-nepuk lututnya yang sedikit protes.
Tangki air sudah terpasang.
Anak-anak sudah membawa pulang buku baru. Dan Rahmat, dengan usia yang mulai
akrab dengan obat gosok, masih berjalan dari satu titik ke titik lain.
Kadang pelan.
Kadang sambil bercanda.
Tapi selalu dengan semangat yang, anehnya, tidak pernah terlihat tua, dia tetap awet muda.








.jpg)
.png)
.png)