Khofifah Bedah Rumah Penjaga Sekolah

By Revolusioner 06 Mei 2026, 06:48:30 WIB Lokal
Khofifah Bedah Rumah Penjaga Sekolah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Disway.id


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau program bedah rumah milik penjaga sekolah, Wandhori di Jalan Dinoyo Baru sebagai bentuk kepedulian dalam momentum Hardiknas, Selasa (5/5/2026).

Program ini menjadi bagian dari perhatian terhadap insan pendidikan. Khofifah jelas dia bantuan tersebut bersumber dari zakat keluarga besar Dinas Pendidikan se-Jawa Timur.

Dana itu ditasarufkan untuk berbagai program sosial, salah satunya memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi hunian layak. “Zakat yang dikumpulkan oleh staf Dinas Pendidikan kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk program rutilahu ini. Setiap kabupaten/kota memiliki satu titik bantuan,” ujar dia.

Baca Lainnya :

Selain program bedah rumah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan program afirmasi berupa beasiswa sebesar Rp 1 juta bagi keluarga kurang mampu.

Program tersebut berasal dari zakat pegawai Dinas Pendidikan yang dikelola untuk membantu masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan momentum Hardiknas dimanfaatkan untuk memperluas kepedulian terhadap insan pendidikan.

Ia menyebut perhatian tidak hanya diberikan kepada guru, tetapi juga tenaga pendukung seperti penjaga sekolah. “Pak Wandhori telah mengabdi selama 19 tahun sebagai penjaga sekolah. Setelah melalui proses survei, beliau dinilai layak menerima bantuan ini,” ungkap dia.

Ia menambahkan program bedah rumah ini tidak hanya berlangsung di Surabaya, tetapi juga tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Setiap daerah memperoleh satu titik bantuan.

Program tersebut juga telah berjalan sejak tahun sebelumnya dengan total sekitar 135 rumah yang sudah direnovasi melalui dukungan dana Baznas.

Nilai bantuan untuk setiap rumah berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Aries menyebut jumlah itu cukup untuk proses pembangunan dengan dukungan gotong royong masyarakat sekitar.

“Durasi pembangunan rata-rata antara satu hingga dua bulan. Kami berharap program ini benar-benar memberikan dampak nyata, terutama bagi kesejahteraan tenaga pendukung pendidikan,” pungkas dia.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.disway.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment