- Pemkab Purworejo Bagikan Hibah Rp4,9 M
- Ini Syarat Beasiswa Jakarta Unggul
- Bangun Masjid, Mentan Wakaf Rp1 Triliun
- Lima Rahasia Berkah Bulan Rabiul Akhir
- Ke Baznas, Palestina Ungkap Kondisi Kritis
- Beasiswa S2-S3 Pertanian SEARCA Dibuka
- Usaha Mustahik Meranti Dibantu Rp219 Juta
- Zakat 2025 Jangkau 43,7 Juta Mustahik
- Beasiswa Amil Dievaluasi Agar Berdampak
- Gubernur Papua: Perluas Manfaat Zakat
Pemkab Purworejo Bagikan Hibah Rp4,9 M

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Pemerintah Kabupaten Purworejo menyalurkan hibah sarana dan prasarana peribadatan serta pondok pesantren dengan total nilai mencapai Rp4,9 miliar. Bantuan tersebut diberikan kepada 87 tempat peribadatan dan pondok pesantren di Kabupaten Purworejo, Jateng.
Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sumber Daya Manusia bagi pengurus dan takmir masjid, mushola, serta pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Purworejo di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo tersebut dihadiri Bupati Purworejo Yuli Hastuti, didampingi Kepala Bagian Kesra Nur Huda.
Baca Lainnya :
- Malaysia Luncurkan MyANGKASA Plus0
- Zona KHAS Perkuat Ekosistem Halal 0
- Mengenal Tradisi Waris Sebelum Kematian0
- Ini Dia Larangan Dalam Wasiat0
- CSR Biayai JKN 4.473 Warga Rentan0
Kepala Bagian Kesra Setda Purworejo Nur Huda mengatakan, bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola lembaga keagamaan.
"Dukungan terhadap peningkatan kapasitas SDM pengelola lembaga keagamaan agar mampu menjalankan tugas dan fungsi secara lebih profesional, tertib, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar dia.
Menurut dia, penguatan kapasitas pengurus diperlukan agar masjid, mushola, maupun pondok pesantren tidak hanya mampu mengelola sarana dan prasarana, tetapi juga semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Bimtek tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus dalam menyusun program kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kepada jamaah dan masyarakat.
"Selain itu juga untuk mendorong masjid, mushola dan pondok pesantren agar semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakat. Juga meningkatkan kemampuan pengurus dalam menyusun program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," imbuh dia.
Sebanyak 172 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas ketua dan pengurus dari 86 takmir masjid, mushola, serta pengurus pondok pesantren yang memperoleh alokasi dana hibah rehabilitasi sarana dan prasarana peribadatan serta pondok pesantren tahun 2026.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, peningkatan kapasitas pengurus menjadi hal penting agar bantuan pemerintah dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat secara optimal.
"Bantuan yang diberikan pemerintah ini, diharapkan dapat menambah semangat dan kenyamanan jamaah dalam beribadah, sekaligus mendorong jamaah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadahnya," kata dia.
Dia berharap sarana dan prasarana yang dibangun atau direhabilitasi melalui dana hibah tersebut dapat mendukung kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan di masing-masing lembaga.
"Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan ibadah, pembinaan keagamaan, serta memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat," ujar dia.
Yuli juga mengajak pengurus lembaga keagamaan bersama masyarakat untuk terus menghidupkan berbagai kegiatan di tempat ibadah.
"Mari kita bersama-sama memakmurkan tempat-tempat peribadatan, sehingga kehidupan keagamaan semakin kuat dan masyarakat Purworejo semakin religius, guyub, dan rukun," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.news.id










.png)
.png)