Usaha Mustahik Meranti Dibantu Rp219 Juta

By Revolusioner 25 Sep 2026, 07:18:06 WIB Mustahik
Usaha Mustahik Meranti Dibantu Rp219 Juta

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jawapos.com


Zakat di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai diarahkan tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan sesaat masyarakat kurang mampu. Melalui Program Meranti Makmur, dana zakat disalurkan dalam bentuk dukungan usaha dengan target yang lebih jauh: membuat mustahik mampu mandiri dan suatu saat keluar dari daftar penerima bantuan.

Sebanyak 33 mustahik mendapat dukungan usaha dengan total nilai Rp219 juta. Bantuan tersebut disalurkan melalui empat skema UMKM pemberdayaan Baznas Meranti, yakni Z-Mart, Z-Chicken, Santri Preneur dan Single Parent.

Program tersebut menyasar kebutuhan yang berbeda. Z-Mart diberikan kepada sembilan mustahik dengan total Rp63 juta, Z-Chicken kepada enam mustahik sebesar Rp30 juta, Santri Preneur kepada delapan penerima sebesar Rp56 juta, serta program Single Parent kepada 10 mustahik dengan total Rp70 juta.

Baca Lainnya :

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim mengatakan, pola bantuan seperti itu penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan, tetapi juga akses untuk membangun sumber pendapatan.

"Jangan takut untuk memulai dari kecil. Yang paling penting adalah kemauan untuk berusaha, disiplin dalam mengelola keuangan, menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," kata Atan saat mewakili Bupati Meranti pada penyaluran Program Meranti Makmur di Aula Baznas Meranti, Riau, Kamis (24/9/2029).

Menurut dia, keberhasilan program tidak semestinya diukur dari berapa banyak bantuan yang disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah bantuan tersebut mampu menghasilkan aktivitas ekonomi baru dan meningkatkan pendapatan keluarga penerima.

Karena itu, ia meminta penerima tidak menghabiskan bantuan untuk kebutuhan konsumtif. Dana yang diberikan harus dijaga sebagai modal dan dikembangkan agar usaha dapat terus berjalan.

"Bantuan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan saja. Lebih dari itu, kita ingin membangun kemandirian ekonomi masyarakat sehingga semakin banyak keluarga yang mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujar dia.

Ketua Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti H Mustafa mengatakan penerima bantuan tidak dipilih secara langsung tanpa proses. Sebelum bantuan diberikan, calon penerima terlebih dahulu menjalani verifikasi dan survei sesuai ketentuan Baznas.

Tahapan tersebut diperlukan agar bantuan benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sekaligus memiliki kebutuhan dan potensi untuk menjalankan program pemberdayaan.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.jawapos.com 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment