- Bank Aceh Berzakat Rp11,94 M
- Zona KHAS Perkuat Ekosistem Halal
- Dibuka, Beasiswa Zakat untuk Mustahik
- Baznas Palopo Bantu Mustahik Rp50 Juta
- Baznas Lampung Kaji Dampak Zakat
- Baznas Perkuat Strategi Kejar Target Zakat
- Bantuan Pascagempa Mengalir ke Manggarai
- IMSA Care Salurkan Bantuan Gempa
- Lima Langkah Cegah Karhutla
- Lazisnu Sedunia Perkuat Filantropi Riset
Zona KHAS Perkuat Ekosistem Halal
Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muslimin Anwar menilai pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan penguatan sektor tertentu. Menurut dia, ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian dari upaya membangun perekonomian yang inklusif, berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muslimin Anwar saat menghadiri peluncuran Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS), Tasyakuran Adinata Syariah, serta Gerakan Wakaf Digital-KHASANAH bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sate, Bandung, Senin, 31 Agustus 2026.
"Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional. Secara nasional, pada Triwulan III 2025 sekitar 27 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berkaitan dengan aktivitas dalam Halal Value Chain," ucap Muslimin Anwar.
Baca Lainnya :
- Mengenal Tradisi Waris Sebelum Kematian0
- Ini Dia Larangan Dalam Wasiat0
- CSR Biayai JKN 4.473 Warga Rentan0
- CSR AXA Bedah Rumah Korban Longsor0
- BAZNAS Jabar Kirim Kurban ke Palestina0
Dia menjelaskan, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem halal. Hal tersebut tercermin dari sekitar 2,5 juta UMKM kuliner serta sekitar 2,8 juta produk yang telah memperoleh sertifikasi halal hingga Juni 2026.
Menurut dia, potensi tersebut perlu terus dikembangkan dengan mendorong semakin banyak pelaku usaha untuk terhubung dalam rantai nilai halal.
Dengan demikian, sertifikasi halal tidak hanya menjadi pemenuhan ketentuan regulasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan memperluas pasar bagi pelaku usaha.
Penguatan ekosistem halal, lanjut dia, juga membutuhkan keterhubungan antara gaya hidup halal, pelaku usaha, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, industri keuangan, hingga sektor filantropi Islam.
"Semangat tersebut diwujudkan melalui KHASANAH 2026 yang menghadirkan tiga agenda utama, yaitu peresmian Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS), tasyakuran atas capaian Jawa Barat pada Anugerah Adinata Syariah 2026, serta peluncuran Gerakan Wakaf Digital," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan Zona KHAS tidak sebatas papan nama maupun label halal. Menurut dia, kawasan tersebut harus menjadi standar baru yang memastikan produk halal, pangan aman, pengolahan sehat, lingkungan bersih, pelayanan baik, serta mampu meningkatkan keberdayaan para pelaku usaha.
"Capaian Juara Umum Anugerah Adinata Syariah juga bukanlah tujuan akhir, melainkan energi untuk terus memperluas dampak ekonomi syariah bagi peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, dan pelestarian lingkungan," ucap Erwan.
Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Helma Agustiawan S., mengatakan Zona KHAS menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan ekosistem ekonomi syariah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurut dia, konsep tersebut diwujudkan melalui kawasan kuliner yang memperhatikan aspek halal, aman, dan sehat.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, KDEKS, dan seluruh pihak terkait yang terus serius mengembangkan Zona KHAS. Jawa Barat juga memiliki peran penting dalam pengembangan Zona KHAS secara nasional, sebagai provinsi yang menghadirkan Zona KHAS pertama di Indonesia di Valkenet, Kota Bandung," ujar dia.
Dalam kegiatan tersebut, tiga Zona KHAS turut diresmikan, masing-masing di Kantin Gedung Sate, MAN 1 Kota Bandung, dan Masjid At-Thohir.
Ketiga lokasi tersebut menunjukkan penerapan ekosistem halal pada berbagai ruang kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan pemerintahan, pendidikan, hingga ruang publik.
Dengan tambahan tiga lokasi tersebut, total Zona KHAS yang telah diresmikan di Jawa Barat mencapai 24 lokasi. Jumlah tersebut melengkapi 21 Zona KHAS yang sebelumnya telah hadir dalam berbagai kategori, seperti rumah sakit, universitas, destinasi wisata, food court, perkantoran, dan rest area.









.png)
.png)