Muktamar Al Washliyah Perkuat Zakat

By Revolusioner 29 Jun 2026, 13:48:07 WIB Nasional
Muktamar Al Washliyah Perkuat Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Inilah.com


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Al Jam’iyatul Washliyah menegaskan arah baru kerja sama strategis dalam memperkuat ekosistem zakat nasional. 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Pertemuan itu tidak hanya mempertegas sinergi antar-lembaga, tetapi juga membuka babak baru integrasi program pemberdayaan umat yang lebih luas, terstruktur, dan berdampak langsung terhadap upaya pengentasan kemiskinan.

Momentum tersebut sekaligus menjadikan Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah sebagai panggung strategis konsolidasi umat, tempat bertemunya agenda keumatan, sosial, dan pembangunan nasional dalam satu forum besar yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Lainnya :

Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam merupakan bagian penting dari strategi memperluas dampak distribusi zakat di Indonesia.

Menurut dia, penguatan sinergi tersebut harus berjalan secara profesional dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. "Terkait struktur penyaluran dana zakat di BAZNAS mengacu langsung pada delapan asnaf (golongan penerima zakat)," ujar dia.

Dia menegaskan, peran BAZNAS tidak hanya terbatas pada bantuan sosial, tetapi juga mencakup agenda besar pembangunan ekonomi umat yang berbasis keadilan dan keberlanjutan. "Pengembangan sekolah, rumah sakit, dan pesantren tetap kita teruskan, namun penguatan lembaga-lembaga ekonomi umat di lingkungan ormas juga wajib kita tingkatkan," kata dia.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menyampaikan sejumlah program unggulan siap diperkuat melalui kolaborasi dengan Al Jam’iyatul Washliyah.

Program-program tersebut meliputi Jaminan Sosial BAZNAS, Air Bersih BAZNAS, Beasiswa Cendekia BAZNAS, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Kami memandang program-program tersebut sangat relevan dijalankan bersama Al Jam'iyatul Washliyah sebagai salah satu ormas Islam yang memiliki sejarah panjang dan jaringan yang luas di Indonesia," ujar dia.

Dari pihak organisasi, Ketua Al Jam’iyatul Washliyah, Prof. H. Deding Ishak, memberikan apresiasi atas peran BAZNAS dalam tata kelola zakat nasional dan menegaskan kesiapan penuh untuk memperkuat sinergi pada masa mendatang.

Dia menilai BAZNAS memiliki posisi sentral dalam arsitektur pengentasan kemiskinan nasional. "Kami memandang BAZNAS sangat kompeten (eligible) dan tepat untuk menjadi 'dirigen' utama dalam konteks pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat," ujar dia.

Dia menambahkan, arah kebijakan BAZNAS sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan visi pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah. "Apa yang dijalankan oleh BAZNAS sangat senapas dengan ajaran agama, sekaligus selaras dengan visi Presiden kita. Kami merasa bangga, insyaallah kami mendukung penuh dan siap bersinergi," ujar dia.

Lebih jauh, dinamika pertemuan ini juga mengerucut pada penguatan agenda besar Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah yang akan diselenggarakan pada 7–10 Juli 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Forum tersebut diproyeksikan menjadi ruang konsolidasi nasional yang mempertemukan tokoh agama, pejabat negara, hingga jaringan organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah dan luar negeri.

Prof. Deding Ishak yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Muktamar XXIII Al Washliyah menyebut BAZNAS telah menyatakan kesediaannya menjadi pembicara tamu dalam forum tersebut, sekaligus memperkuat legitimasi muktamar sebagai forum strategis umat. "Alhamdulillah Pimpinan BAZNAS menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam Muktamar XXIII yang akan kita gelar di Asrama Haji Pondok Gede bulan Juli mendatang," ujar dia.

Dengan semakin luasnya dukungan kelembagaan dan keterlibatan tokoh nasional, Muktamar XXIII Al Washliyah kini tidak hanya diposisikan sebagai agenda organisasi semata, tetapi juga menjadi simpul penting konsolidasi besar umat dalam membangun tata kelola sosial-keagamaan yang lebih terarah, modern, dan berdampak bagi masa depan bangsa.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.inilah.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment