- MUI Sambut Resolusi PBB, Palestina Bisa Pidato
- Demi Buku Anak, Ibu di India Menang Lari Tanpa Alas Kaki
- Pemkab Kendal Tebar Hibah ke 14.273 Ustaz
- Rp5,9 M Beasiswa Unismuh Sasar 2.117 Difabel
- Beasiswa KIP Bidik 220 Ribu Mahasiswa
- Optimalisasi Wakaf Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Islam (3)
- Optimalisasi Wakaf Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Islam (2)
- Baznas Tangerang Berbagi Program Z-Mart
- Zakat, Infak dan Sedekah Dalam Sistem Ekonomi Syariah (2)
- Zakat, Infak dan Sedekah Dalam Sistem Ekonomi Syariah (1)
MUI Sambut Resolusi PBB, Palestina Bisa Pidato

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kumparan.com
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut resolusi PBB terbaru terkait partisipasi Palestina. Resolusi PBB memutuskan Palestina diberi hak partisipasi dan bisa berpidato secara virtual dalam Sidang Umum PBB.
"Saya memanjatkan rasa syukur kepada Allah karena melalui Resolusi PBB September ini akhirnya Palestina diterima sebagai anggota tetap PBB dan berhak mengikuti Sidang Umum PBB," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangannya, Selasa (22/9).
"Didukung oleh 152 negara, upaya Amerika untuk mencegah kehadiran Palestina di PBB pada akhirnya gagal total. Alhamdulillah, sejumlah negara Barat memberikan dukungan," lanjut Presiden Koalisi Asia Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina tersebut.
Baca Lainnya :
- MPR Apresiasi Dukungan Palestina Menguat di PBB0
- Di Gontor Presiden Pekikkan Free Palestine0
- RI Siap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina0
- Xi: Palestina Kunci Damai Timur Tengah0
- APCQP Galang Kolaborasi untuk Palestina0
Resolusi PBB terkait partisipasi Palestina didukung oleh 152 negara anggota PBB, 3 negara menolak, dan 4 negara abstain.
Sudarnoto menilai, diterimanya Palestina di PBB membuka jalan yang lebih luas untuk menuntut kemerdekaan penuh, sekaligus mengadili para pemimpin Israel atas kejahatan perang melalui Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
"Langkah ini harus menguat dan terukur. Pasukan Israel harus mundur dari seluruh wilayah Palestina, tanah-tanah Palestina yang direbut paksa harus dikembalikan, pemukim ilegal Israel harus keluar, dan Masjid Al-Aqsa diselamatkan dari tangan dingin zionis," ujar dia.
Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, di sebelah kanan, selama demonstrasi "Bersama Melawan Sayap Kanan Ekstrem", di London, Sabtu, 28 Maret 2026.
Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, di sebelah kanan, selama demonstrasi "Bersama Melawan Sayap Kanan Ekstrem", di London, Sabtu, 28 Maret 2026.
Dia juga mendesak tokoh-tokoh kunci Israel, seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, segera ditangkap dan diadili.
Guna memaksimalkan Resolusi PBB ini, MUI mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera berlapang dada melakukan konsolidasi dan mengambil langkah diplomasi cepat.
Tak hanya di jalur hukum dan diplomasi, upaya penekanan ekonomi terhadap Israel juga harus ditingkatkan secara masif.
"Upaya melemahkan ekonomi Israel haruslah diperkuat dengan melakukan boikot masif dan bahkan embargo. Intinya, resolusi PBB ini haruslah dimanfaatkan untuk perubahan penting di bidang politik, hukum, diplomasi, dan ekonomi," ungkap dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.kumparan.com










.png)
.png)