- Komite Baru Siap Bangun Gaza
- Ini Beasiswa Kedokteran Kemkes di Jepang
- IPB Kembangkan Wakaf Produktif Pertanian
- UMKM Mustahik Lingga Menuju Muzaki
- Menag: Zakat 2025 Capai Rp44,6 T
- Wakaf, Muhammadiyah Lirik Blockchain
- Wakaf Produktif Sukuk Diluncurkan
- Padangpanjang Salurkan Zakat Pendidikan
- Zakat, Solusi Kemiskinan Ekstrem di NTB
- RZ Bantu Alat Sekolah Yatim Cihampelas
Komite Baru Siap Bangun Gaza

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Goriau.com
Transisi kekuasaan dan administrasi publik di Gaza mulai dipersiapkan melalui pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Komite beranggotakan 15 orang dari kalangan teknokrat Palestina ini diproyeksikan memimpin pengelolaan daerah tersebut setelah perundingan gencatan senjata memasuki tahap kesepakatan final.
Kesiapan NCAG mencakup pembenahan layanan publik dasar, kelancaran logistik kemanusiaan, hingga operasional pemerintahan sehari-hari. Pihak komite telah menyusun fondasi institusional selama beberapa bulan guna memastikan transisi tata kelola berjalan lancar.
Komite transisional ini menyatakan bahwa rekonstruksi kerusakan akibat perang menuntut upaya berskala besar. Oleh karena itu, NCAG mendesak seluruh pemangku kepentingan internasional untuk menyalurkan dana substansial serta menunjukkan komitmen kerja sama yang nyata.
Baca Lainnya :
- Guardiola Hibur Anak Palestina di Spanyol0
- Dukung Palestina, MUI: Lawan Genosida0
- Jepang Perkuat Dukungan Bangun Palestina0
- UNRWA Krisis Dana untuk Palestina0
- Ambulans DD Evakuasi Warga Gaza0
Perkembangan di Gaza juga diwarnai oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump pada Kamis (30/7/2026). Dia menyebut Dewan Perdamaian telah mencapai titik temu mengenai pelucutan seluruh senjata milik Hamas maupun kelompok milisi lain yang beroperasi di wilayah Gaza.
Merespons pernyataan ini, pihak Palestina membenarkan adanya persetujuan Hamas terhadap peta jalan tahap dua. Namun, format penanganan senjata tersebut memiliki mekanisme tersendiri yang telah disepakati bersama mediator.
Delegasi negosiator Hamas, Ghazi Hamad membantah bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pelucutan sepihak. Dia menjelaskan bahwa kesepakatan yang diambil adalah pendataan dan penyimpanan senjata secara berkala dengan menempatkan NCAG sebagai pihak pengawas.
Lebih jauh, Hamad mengaitkan tahapan implementasi senjata ini dengan realisasi komitmen dari pihak lawan. "Isu senjata tetap berkaitan erat dengan penyerahan dan implementasi ketentuan lain dari perjanjian tersebut, khususnya penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza serta dimulainya proses rekonstruksi secara nyata," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.goriau.com

.jpg)








.png)
.png)