- Palestina, Dari Kepedulian Menuju Donasi dan Diplomasi Kemanusiaan
- AI Muse dan Transformasi Digital Filantropi Islam Indonesia
- Kota Ziswaf Digital: Membangkitkan Raksasa Filantropi
- Bun Wid, Dermawan Rumah Dhuafa dari Madura
- Lembaga Keagamaan Cilegon Dapat Hibah
- Makassar Menuju Kota Filantropi
- Donasi Kebakaran Wonosobo Rp185 Juta
- Info Magang Taiwan dan Beasiswa Unismuh
- Pegolf PGDMS–ISMS Berbagi Beasiswa
- Buya Yahya: ASN Bisa Jadi Mustahik?
Bun Wid, Dermawan Rumah Dhuafa dari Madura

Keterangan Gambar : Foto : Dok. Radar-X.net
Moch
Wijdan atau yang dikenal dengan sapaan Bun Wid merupakan Kepala Desa Ketapang
Daya sekaligus Ketua Koordinator Wilayah Persatuan Kepala Desa Indonesia
(Korwil PKDI) Madura Raya. Dia dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki
perhatian terhadap pesantren serta para ulama di Madura, khususnya Kabupaten
Sampang.
Aktivitas Bun Wid tidak
hanya berkaitan dengan pemerintahan desa dan pembangunan wilayah. Dia juga
terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu
serta mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren.
Bun Wid secara rutin
memberikan santunan kepada anak yatim, salah satunya pada Jumat Legi. Dalam
kegiatan tersebut, dia menghimpun dan memberikan bantuan kepada ratusan anak
yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Baca Lainnya :
- Dermawan, Penyiar Jadi Raja di Uganda0
- Pacquiao, Menteri Urusan Kemiskinan0
- Yayasan Haroen Aly Tebar Beasiswa Rp179 Juta0
- BAZNAS Ambon Salurkan Sembako untuk Guru Honorer0
- Pendiri Netflix Hijrah ke Filantropi0
Kepedulian terhadap
masyarakat kurang mampu juga diwujudkan melalui bantuan finansial dan
pembangunan rumah layak huni. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang
dinilai membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman dan memadai.
Perhatian Bun Wid juga
diarahkan kepada pesantren dan para pengasuhnya. Sebagai tokoh yang tumbuh
dalam lingkungan masyarakat Madura dengan tradisi keislaman yang kuat, dia
memandang pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan karakter
masyarakat.
Dukungan terhadap
pesantren dilakukan melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan
kemasyarakatan. Dia juga kerap sowan kepada para ulama untuk meminta arahan
sekaligus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dijalankan.
Di tengah dinamika
masyarakat Madura Raya, Bun Wid juga terlibat dalam upaya membangun komunikasi
antara berbagai kelompok. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan pemerintah
menjadi bagian dari elemen yang dirangkul dalam aktivitas sosialnya.
Peran tersebut turut
mendapat apresiasi melalui penghargaan pada ajang 9.9 Awarding Ketik.com.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam
menjaga hubungan sosial dan mendukung kemajuan daerah.
Bagi masyarakat di Madura Raya, aktivitas Bun Wid tidak hanya berkaitan dengan posisinya sebagai kepala desa maupun Ketua Korwil PKDI. Kegiatan sosial, perhatian terhadap pesantren, serta hubungan dengan para ulama menjadi bagian dari kiprahnya di tengah masyarakat.
Kontributor: Nabila
Editor: MAS
Sumber: www.ketik.com











.png)
.png)