- BWI Bangun Ekosistem Riset Wakaf
- PM Inggris: Setop Derita Palestina
- Ini Dia Beasiswa Madrasah untuk Guru
- Mendikti Perintahkan Kampus Dirikan UPZ
- Baznas Cari Wartawan Hilang di Krakatau
- Wakaf Jadi Solusi Kebencanaan
- Perkuat Literasi Filantropi Gen Z
- LAZ MKU Sleman Cetak Mustahik Mandiri
- Pacquiao, Menteri Urusan Kemiskinan
- Turki Kirim Bantuan Rp25 M ke Lebanon
UNRWA Krisis Dana untuk Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Gorontalo.antaranews.com
Direktur Urusan UNRWA di wilayah pendudukan Tepi Barat sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Perwakilan UNRWA di Kairo, Roland Friedrich, menyampaikan pada Senin (20/7/2026) bahwa para pengungsi Palestina di lima wilayah operasi badan tersebut masih menghadapi tantangan kemanusiaan, sosial, dan ekonomi yang sangat besar.
Di sisi lain, ketersediaan sumber daya untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut terus mengalami penurunan sehingga berdampak pada keberlangsungan layanan bagi para pengungsi.
Friedrich ujar dia, dukungan internasional yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dasar sekaligus membantu mempertahankan stabilitas kawasan.
Baca Lainnya :
- Ambulans DD Evakuasi Warga Gaza0
- Serangan Israel Hambat Bantuan ke Gaza0
- Kepri Bidik Kerja Sama Bangun Palestina 0
- DD Perkuat Bantuan untuk Palestina0
- Mesir Bela Palestina di Piala Dunia0
Dia juga menyoroti krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan hingga kini masih berlangsung di Jalur Gaza. Kondisi di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, juga disebut terus memburuk.
Menurut dia, UNRWA tetap memberikan layanan kemanusiaan dan pembangunan meskipun menghadapi berbagai pembatasan, termasuk larangan operasional badan tersebut di Yerusalem Timur.
Friedrich ungkap dia, UNRWA saat ini mengalami kekurangan dana tunai lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun sepanjang 2026.
Dia memperingatkan bahwa kesenjangan pendanaan tersebut dapat mengancam keberlangsungan layanan esensial bagi jutaan pengungsi Palestina sekaligus membahayakan operasional UNRWA di lima wilayah kerjanya.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: WAFA/www.gorontalo.antaranews.com











.png)
.png)