Harapan Ariyandi Bersama Rumah Singgah

By Revolusioner 23 Jul 2026, 11:48:22 WIB Mustahik
Harapan Ariyandi Bersama Rumah Singgah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Izi.or.id


Perjuangan melawan kanker paru dijalani Ariyandi (56), warga Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dengan penuh ketabahan. Sejak didiagnosis mengidap penyakit tersebut pada penghujung 2024, kehidupannya berubah drastis. Aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan tanpa hambatan kini harus dijalani dengan berbagai keterbatasan, bahkan untuk sekadar bernapas. Penyakit yang dideritanya berawal dari kebiasaan merokok selama bertahun-tahun hingga kondisi kesehatannya terus menurun. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter merujuk Ariyandi untuk mendapatkan penanganan intensif di RSUP H. Adam Malik Medan.

Kondisi Ariyandi saat ini mengharuskannya bergantung pada tabung oksigen selama 24 jam agar pernapasannya tetap stabil. Dalam sehari, ia dapat menghabiskan hingga empat tabung oksigen. Selama hampir dua tahun terakhir, Ariyandi juga tidak lagi mampu berbaring saat beristirahat karena sesak napas yang dialami. Seluruh aktivitas, termasuk tidur, dilakukan dalam posisi duduk agar lebih nyaman. Selain itu, penyempitan pada saluran kerongkongan membuat proses makan dan minum menjadi semakin sulit. Akibatnya, berat badannya terus menurun dan kondisi fisiknya semakin melemah.

Penyakit yang dihadapi Ariyandi bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi keluarga. Sejak tidak lagi mampu bekerja, sumber penghasilannya terhenti sehingga kebutuhan sehari-hari maupun biaya pendukung pengobatan banyak bergantung pada bantuan dari sanak saudara. Meski demikian, keluarga terus berupaya memberikan dukungan agar Ariyandi dapat menjalani setiap tahapan pengobatan dengan baik.

Baca Lainnya :

Selama menjalani pengobatan di Kota Medan, Ariyandi didampingi kakak laki-lakinya, Ediyanto, yang setia menemaninya dalam setiap pemeriksaan dan perawatan. Informasi mengenai Rumah Singgah Pasien Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara diperoleh dari seorang pasien asal daerah yang sama yang sebelumnya pernah memanfaatkan layanan tersebut. Sejak tinggal di rumah singgah, Ariyandi dan keluarganya merasakan manfaat berupa tempat beristirahat yang nyaman serta suasana kekeluargaan yang membantu mereka tetap kuat menjalani proses pengobatan.

Ediyanto menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diterima selama berada di Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Ia berharap layanan tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak pasien dari luar Kota Medan yang memperoleh manfaat. Menurutnya, dukungan para donatur menjadi bagian penting yang memungkinkan rumah singgah terus menghadirkan pelayanan bagi para pejuang kesembuhan beserta keluarga yang mendampingi.

“Semoga Rumah Singgah Pasien IZI ke depannya semakin sukses dan semakin jaya. Terima kasih kepada para donatur yang telah berdonasi untuk Rumah Singgah Pasien IZI. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, melancarkan rezeki, dan membalas semua kebaikan bapak dan ibu donatur,” tutur Ediyanto.

Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara terus berkomitmen memberikan pelayanan bagi pasien rujukan dari luar Kota Medan beserta pendampingnya. Melalui fasilitas tempat tinggal sementara, pembinaan keislaman, serta pendampingan yang penuh kepedulian, rumah singgah berupaya meringankan beban keluarga selama menjalani pengobatan. Kisah Ariyandi menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga, sementara ikhtiar, dukungan keluarga, dan kepedulian para donatur menjadi kekuatan yang terus mengiringi langkahnya menuju kesembuhan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesembuhan terbaik kepada Ariyandi, menguatkan keluarga yang setia mendampingi, serta membalas setiap kebaikan para donatur yang telah menghadirkan harapan bagi para pejuang kesembuhan di Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.izi.or.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment