Penyintas Aceh Rawat Sumur untuk Warga

By Revolusioner 21 Jul 2026, 12:59:32 WIB Mustahik
Penyintas Aceh Rawat Sumur untuk Warga

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI


Ibu Suryani, warga Dusun Siderejo, Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, menjadi salah satu penyintas banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Bencana yang menyebabkan luapan air hingga lebih dari tujuh meter itu merendam permukiman warga hingga atap rumah tidak lagi terlihat, meninggalkan kerusakan dan trauma mendalam.

Selama empat bulan setelah banjir, warga mengalami krisis air bersih. Bahkan sebelum bencana terjadi, masyarakat setempat telah mengandalkan air dari parit yang bersumber dari mata air, sementara sebagian lainnya harus membeli air atau mengambilnya dari dusun lain yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan.

“Dari kejadian itu sampai empat bulan kami tidak ada air bersih. Sebelum bencana pun, kami ambil air dari parit, dari mata air, ada juga warga yang beli atau ambil ke dusun lain sejauh sekitar 30 menit. Sesak ingat itu minum dari air lumpur,” ungkap dia kepada tim Dompet Dhuafa pada Jumat (17/07/2026).

Baca Lainnya :

Sebelum banjir melanda, air parit menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Namun, banjir bandang merusak saluran tersebut, sementara sumur manual warga tertimbun lumpur sehingga memicu krisis sanitasi yang berkepanjangan.

Kondisi itu mulai berubah setelah hadirnya fasilitas sumur bor dan Mandi Cuci Kakus (MCK) yang dibangun di depan rumah Ibu Suryani. Kini, warga Dusun Siderejo kembali memperoleh akses terhadap air bersih yang melimpah.

Rasa syukur atas hadirnya fasilitas tersebut mendorong Ibu Suryani untuk secara sukarela membayar biaya listrik operasional mesin pompa sumur bor menggunakan dana pribadinya sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat. “Hitung-hitung ini menjadi sedekah saya juga,” ujar dia.

Pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK tersebut merupakan bagian dari Program Air untuk Kehidupan yang diinisiasi Dompet Dhuafa bersama UPZDK Permata Bank Syariah pada Maret 2026. Program tersebut dilaksanakan pada fase pemulihan (recovery) pascabanjir bandang Aceh Tamiang untuk mengatasi krisis sanitasi yang dialami para penyintas.

“Bersyukur kami ada bantuan Sumur Bor dan MCK ini. Terima kasih sekali Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah,” kata dia.

Kehadiran sumur bor tidak hanya mengembalikan akses air bersih bagi masyarakat Dusun Siderejo, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong. Kepedulian Ibu Suryani dalam merawat fasilitas tersebut menjadi simbol kebersamaan warga untuk bangkit dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bencana.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment