Perkuat Literasi Filantropi Gen Z

By Revolusioner 10 Sep 2026, 08:19:47 WIB Z-Style
Perkuat Literasi Filantropi Gen Z

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id


Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFR., menekankan pentingnya memperkuat literasi filantropi Islam yang modern, terutama di kalangan generasi muda. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah di berbagai generasi.

Hal itu disampaikan dia saat menjadi salah satu tamu dalam Sesi Inspirasi pada acara Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang digelar di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Rizaludin mengatakan, peningkatan literasi filantropi Islam diperlukan karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan masyarakat dan perilaku dalam menunaikan zakat. Kondisi tersebut terlihat dalam riset Indeks Literasi Zakat yang dilakukan BAZNAS secara berkala.

Baca Lainnya :

“Dari riset BAZNAS sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," ujar Rizaludin.

Dia menilai, kesenjangan tersebut perlu menjadi perhatian karena jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan potensi zakat yang ada di Indonesia.

"Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujar dia.

Melihat kondisi tersebut, Rizaludin menilai pendidikan filantropi Islam perlu diperkenalkan sejak usia dini. Dia mengatakan, pembelajaran tersebut juga harus mencakup pemahaman mengenai nilai, makna, hakikat, dampak, dan manfaat zakat agar pengetahuan yang diterima dapat mendorong perubahan perilaku.

Dia turut mengusulkan agar pendidikan filantropi Islam dilengkapi dengan kegiatan praktik, seperti manasik zakat dan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan filantropi Islam.

Rizaludin menambahkan, penguatan literasi filantropi Islam juga menjadi bagian dari upaya yang dia kembangkan di BAZNAS melalui konsep value-driven dalam pengelolaan zakat.

"Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," jelas dia.

Kontributor: Sella
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment